KUMPULAN MAKALAH, SKRIPSI, & TIPS DAN TRIK

Download Kumpulan Makalah Gratis, Kumpulan Skripsi Gratis, Kumpulan Proposal Skripsi Gratis, Kumpulan Paper Gratis, Kumpulan Kliping Gratis, Kumpulan Makalah Pendidikan, Kumpulan Makalah Teknik Informatika, Kumpulan Makalah Sosiologi, Kumpulan Makalah Ekonomi, Kumpulan Makalah Ilmu Pengetahuan

Download Kumpulan Makalah Gratis, Kumpulan Skripsi Gratis, Kumpulan Proposal Skripsi Gratis, Kumpulan Paper Gratis, Kumpulan Kliping Gratis, Kumpulan Makalah Pendidikan, Kumpulan Makalah Teknik Informatika, Kumpulan Makalah Sosiologi, Kumpulan Makalah Ekonomi, Kumpulan Makalah Ilmu Pengetahuan

Showing posts with label Kanker. Show all posts
Showing posts with label Kanker. Show all posts
Kanker Lambung

Kanker Lambung

Tumor jinak di lambung agaknya tidak menimbulkan gejala atau masalah medis. Tetapi kadang-kadang, beberapa mengalami perdarahan atau berkembang menjadi kanker.

Sekitar 99% kanker lambung adalah adenokarsinoma.
Kanker lambung lainnya adalah leiomiosarkoma (kanker otot polos) dan limfoma.

Kankler lambung lebih sering terjadi pada usia lanjut.
Kurang dari 25 % kanker tertentu terjadi pada orang di bawah usia 50 tahun.
Di Cina, Jepang, Cili dan Iceland, kanker lambung sering sekali ditemukan.
Di AS, lebih sering terjadi pada orang miskin, orang kulit hitam dan orang yang tinggal di utara. Dan merupakan penyebab kematian no 7, yang terjadi pada sekitar 8 dari setiap 100.000 orang.


PENYEBAB

Kanker lambung sering dimulai pada sisi dimana lapisan lambung meradang. Tetapi banyak ahli yakin bahwa peradangan adalah akibat dari kanker lambung, bukan sebagai penyebab kanker.
Beberapa ahli berpendapat, ulkus gastrikum bisa menyebabkan kanker. Tapi kebanyakan penderita ulkus dan kanker lambung, kemungkinan sudah mengidap kanker yang tidak terdeteksi sebelum tukaknya terbentuk.

Helicobacter pylori, kuman yang memegang peranan penting dalam ulkus duodenalis, juga bisa berperan dalam terjadinya kanker lambung.

Polip lambung, suatu pertumbuhan jinak yang berbentuk bundar, yang tumbuh ke dalam rongga lambung, diduga merupakan pertanda kanker dan oleh karena itu polip selalu diangkat.
Kanker mungkin terjadi bersamaan dengan jenis polip tertentu, yaitu polip yang lebih besar dari 1,8 cm atau polip yang jumlahnya lebih dari 1.

Faktor makanan tertentu diperkirakan berperan dalam pertumbuhan kanker lambung.
Faktor-faktor ini meliputi :
- asupan garam yang tinggi
- asupan karbohidrat yang tinggi
- asupan bahan pengawet (nitrat) yang tinggi
- asupan sayuran hijau dan buah yang kurang.
Tetapi tidak satupun dari faktor-faktor tersebut yang telah terbukti menyebabkan kanker.

GEJALA
Pada stadium awal kanker lambung, gejalanya tidak jelas dan sering tidak dihiraukan.
Jika gejalanya berkembang, bisa membantu menentukan dimana lokasi kanker lambung tersebut. Sebagai contoh, perasaan penuh atau tidak nyaman setelah makan bisa menunjukkan adanya kanker pada bagian bawah lambung.

Penurunan berat badan atau kelelahan biasanya disebabkan oleh kesulitan makan atau ketidakmampuan menyerap beberapa vitamin dan mineral.

Anemia bisa diakibatkan oleh perdarahan bertahap yang tidak menyebabkan gejala lainnya.
Kadang penderita juga bisa mengalami muntah darah yang banyak (hematemesis) atau mengeluarkan tinja kehitaman (melena).

Bila kanker lambung bertambah besar, mungkin akan teraba adanya massa pada dinding perut.

Pada stadium awal, tumor lambung yang kecil bisa menyebar (metastasis) ke tempat yang jauh.
Penyebaran tumor bisa menyebabkan pembesaran hati, sakit kuning (jaundice), pengumpulan cairan di perut (asites) dan nodul kulit yang bersifat ganas.
Penyebaran kanker juga bisa menyebabkan pengeroposan tulang, sehingga terjadi patah tulang.

DIAGNOSA
Gejala kanker lambung bisa dikelirukan dengan tukak lambung.
Bila gejala tidak hilang setelah penderita minum obat untuk ulkus atau bila gejalanya meliputi penurunan berat badan, maka dicurigai suatu kanker lambung.

Pemeriksaan rontgen yang menggunakan barium untuk menandai perubahan di permukaan lambung sering dilakukan, tetapi jarang bisa menemukan kanker lambung yang kecil dan dalam stadium awal.

Endoskopi adalah prosedur diagnostik yang paling baik karena :
- memungkinkan dokter melihat lambung secara langsung
- bisa mencari adanya Helicobacter pylori, kuman yang berperan dalam kanker lambung
- bisa mengambil contoh jaringan untuk pemeriksaan mikroskopis.

PENGOBATAN
Polip lambung jinak diangkat dengan menggunakan endoskopi.

Bila karsinoma ditemukan di dalam lambung, pembedahan biasanya dilakukan untuk mencoba menyembuhkannya.
Sebagian besar atau semua lambung dan kelenjar getah bening di dekatnya ikut diangkat.

Bila karsinoma telah menyebar ke luar dari lambung, tujuan pengobatannya adalah untuk mengurangi gejala dan memperpanjang harapan hidup.
Kemoterapi dan terapi penyinaran bisa meringankan gejala.
Hasil kemoterapi dan terapi penyinaran pada limfoma lebih baik daripada karsinoma. Mungkin penderita akan bertahan hidup lebih lama bahkan bisa sembuh total. (medicastore)
Kanker Usus Halus

Kanker Usus Halus

Kebanyakan tumor usus halus adalah jinak.
Tumor ganas yang kurang sering ditemukan meliputi karsinoma, limfoma dan tumor karsinoid.


TUMOR JINAK


Tumor jinak pada usus halus meliputi:
- Lipoma (sel-sel lemak)
- Neurofibroma (sel-sel saraf)
- Fibroma (jaringan ikat)
- Leiomioma (sel-sel otot).

Kebanyakan tumor jinak tidak menyebabkan gejala. Tetapi tumor yang berukuran besar bisa menyebabkan terdapatnya darah salam tinja, penyumbatan usus (sebagian atau total), atau penjeratan usus bila satu bagian usus masuk ke usus yang berada di depannya (intususepsi).

Bisa dilakukan pemeriksaan endoskopi untuk mengamati tumor dan mengambil contoh untuk pemeriksaan mikroskopik.
Foto rontgen barium dapat menunjukkan seluruh usus halus dan bisa digunakan untuk menggambarkan keadaan tumor.

Arteriografi (foto rontgen yang diambil setelah zat warna disuntikkan ke dalam pembuluh darah) bisa dilakukan pada pembuluh darah usus, terutama bila tumornya berdarah.
Teknetium radioaktif bisa disuntikkan ke dalam pembuluh darah dan dilihat hasilnya pada foto rontgen. Prosedur ini membantu menentukan lokasi dari tumor yang berdarah.

Perdarahan kemudian dikoreksi dengan pembedahan.
Pertumbuhan kecil bisa dihancurkan melalui endoskopi dengan elektrokauter, panas atau fototerapi laser.

Untuk pertumbuhan yang besar, mungkin perlu dilakukan pembedahan.


TUMOR GANAS

Karsinoma pada usus halus jarang terjadi. Tetapi lebih sering terjadi pada penderita penyakit Crohn di usus halus.

Limfoma, kanker yang terjadi pada sistem getah bening, bisa tumbuh pada bagian tengah usus halus (jejunum) atau bagian bawah usus halus (ileum).
Limfoma bisa menyebabkan bagian usus menjadi kaku dan memanjang. Kanker ini lebih sering ditemukan pada penderita penyakit seliak.

Usus halus, terutama ileum, adalah bagian yang paling sering terkena tumor karsinoid.
Tumor bisa menyebabkan penyumbatan dan perdarahan ke dalam usus, yang bisa menimbulkan gejala berupa darah dalam tinja, nyeri kram perut, perut menggelembung dan muntah.
Tumor karsinoid bisa mengeluarkan hormon yang menyebabkan diare dan kemerahan di kulit.

Diagnosis kanker usus halus dibuat berdasarkan hasil foto rontgen barium, endoskopi atau pembedahan eksplorasi.

Pengobatan terbaik adalah pengangkatan tumor.


Sarkoma Kaposi

Sarkoma Kaposi yang sangat ganas, terutama terjadi di Afrika dan pada penerima organ cangkokan serta penderita AIDS.
Tumor ini bisa dimulai di bagian usus mana saja, tetapi biasanya dimulai dari lambung, usus halus atau di akhir usus besar.

Walaupun biasanya tidak menimbulkan gejala, penderita bisa mengalami diare dan tinjanya bisa mengandung protein dan darah.
Bisa terjadi intususepsi (masuknya sebagian usus ke dalam usus di dekatnya), cenderung menyumbat usus dan menghentikan aliran darah ke usus, sehingga perlu dilakukan pembedahan darurat.

Sarkoma Kaposi juga bisa muncul sebagai bintik merah keunguan di kulit.

Untuk memperkuat diagnosis, perlu dilakukan pembedahan eksplorasi.

Pengobatannya adalah pengangkatan tumor melalui pembedahan. (medicastore)
Poliposis Familial

Poliposis Familial

Poliposis Familial adalah suatu penyakit keturunan, dimana tumbuh 100 atau lebih polip adenomatosa prekanker, yang menutupi usus besar dan rektum.

Polip ini tumbuh selama masa kanak-kanak atau remaja.

Pada hampir semua orang yang tidak diobati, kanker usus besar (kanker kolon) berkembang sebelum usia 40 tahun.

Pengangkatan seluruh usus besar dan rektum akan menghilangkan resiko terjadinya kanker. Tetapi bila hanya usus besar yang diangkat, dan rektum disambungkan dengan usus halus, kadang-kadang polip rektum bisa menghilang. Oleh karena itu, banyak ahli lebih menyukai cara yang terakhir, yaitu hanya mengangkat usus besar saja, tanpa rektum.
Bagian yang tersisa diamati dengan sigmoidoskopi setiap 3-6 bulan, sehingga jika terdapat polip baru, dapat segera diangkat.

Bila polip baru timbul terlalu cepat, rektum juga harus diangkat, dan pengosongan usus halus dilakukan melalui lubang di dinding perut.



Pembuatan hubungan antara usus halus dan dinding perut melalui pembedahan ini disebut ileostomi.


Sindroma Gardner adalah jenis poliposis yang diturunkan, dimana berbagai jenis tumor jinak terjadi di bagian tubuh yang lain seperti halnya di usus.
Sindroma ini memiliki resiko tinggi untuk terjadinya kanker kolon.

Sindroma Peutz-Jeghers adalah kelainan keturunan dimana benjolan kecil yang disebut juvenil polip tumbuh di lambung, usus halus dan usus besar. Polip ini bisa merupakan bawaan sejak lahir atau bisa didapatkan pada masa kanak-kanak.

Penderitanya memiliki kulit dan selaput lendir yang coklat, terutama pada bibir dan gusi.
Polip ini tidak meningkatkan resiko terjadinya kanker saluran pencernaan. Tetapi penderita sindroma ini memiliki resiko tinggi terhadap terjadinya kanker pankreas, payudara, indung telur dan rahim.(medicastore)

Kanker Kolorektal (rektum)

Kanker Kolorektal (rektum)

Di negara barat, kanker usus besar (kolon) dan rektum (kanker kolorektal) adalah jenis kanker no 2 yang paling sering terjadi dan kanker penyebab kematian no 2.
Angka kejadian kanker kolorektal mulai meningkat pada umur 40 tahun dan puncaknya pada umur 60-75 tahun.

Kanker usus besar (kanker kolon) lebih sering terjadi pada wanita, kanker rektum lebih sering ditemukan pada pria.
Sekitar 5% penderita kanker kolon atau kanker rektum memiliki lebih dari satu kanker kolorektum pada saat yang bersamaan.

Kanker kolon biasanya dimulai dengan pembengkakan seperti kancing pada permukaan lapisan usus atau pada polip. Kemudian kanker akan mulai memasuki dinding usus. Kelenjar getah bening di dekatnya juga bisa terkena.
Karena darah dari dinding usus dibawa ke hati, kanker kolon biasanya menyebar (metastase) ke hati segera setelah menyebar ke kelenjar getah bening di dekatnya.


PENYEBAB


Seseorang dengan riwayat keluarga menderita kanker kolon, memiliki resiko tinggi mengidap kanker.
Riwayat poliposis keturunan atau penyakit yang serupa juga meningkatkan resiko kanker kolon.
Penderita kolitis ulserativa atau penyakit Crohn memiliki resiko lebih tinggi untuk menderita kanker.
Resikonya berhubungan dengan usia penderita pada saat kelainan ini timbul dan lamanya penderita mengalami kelainan ini.

Makanan memegang perananan penting dalam resiko kanker kolon, tetapi bagaimana caranya, tidak diketahui.
Di seluruh dunia, orang dengan resiko tertinggi adalah yang tinggal di perkotaan dan mengkonsumsi makanan khas orang-orang barat yang kaya. Makanan tersebut rendah serat dan tinggi protein hewan, lemak dan karbohidrat.
Resiko agaknya menurun dengan diet tinggi kalsium, vitamin D dan sayuran seperti toge Brusel, kubis dan brokoli.

GEJALA
Kanker kolorektal tumbuh perlahan dan memakan waktu yang lama sebelum menyebabkan gejala.
Gejalanya tergantung kepada jenis, lokasi dan penyebaran kanker.

Usus besar sebelah kanan (kolon asendens) memiliki diameter yang besar dan dinding yang tipis. Karena isinya berupa cairan, kolon asendens tidak akan tersumbat sampai terjadinya stadium akhir kanker.
Tumor pada kolon asendens bisa begitu membesar sehingga dapat dirasakan melalui dinding perut.
Lemah karena anemia yang berat mungkin merupakan satu-satunya gejala.

Usus besar sebelah kiri (kolon desendens) memiliki diameter yang lebih kecil dan dinding yang lebih tebal dan tinjanya agak padat.
Kanker cenderung mengelilingi bagian kolon ini, menyebabkan sembelit dan buang air besar yang sering, secara bergantian.
Karena kolon desendens lebih sempit dan dindingnya lebih tebal, penyumbatan terjadi lebih awal. Penderita mengalami nyeri kram perut atau nyeri perut yang hebat dan sembelit. Tinja bisa berdarah, tetapi lebih sering darahnya tersembunyi, dan hanya bisa diketahui melalui pemeriksaan laboratorium.

Kebanyakan kanker menyebabkan perdarahan, tapi biasanya perlahan.
Pada kanker rektum, gejala pertama yang paling sering adalah perdarahan selama buang air besar. Jika rektum berdarah, bahkan bila penderita diketahui juga menderita wasir atau penyakit divertikel, juga harus difikirkan kemungkinan terjadinya kanker.
Pada kanker rektum, penderita bisa merasakan nyeri saat buang air besar dan perasaan bahwa rektumnya belum sepenuhnya kosong. Duduk bisa terasa sakit. Tetapi biasanya penderita tidak merasakan nyeri karena kankernya, kecuali kanker sudah menyebar ke jaringan diluar rektum

DIAGNOSA
Seperti kanker lainnya, pemeriksaan penyaring rutin, membantu penemuan dini dari kanker kolorektal.
Tinja diperiksa secara mikroskopik untuk menghitung jumlah darah.
Untuk membantu meyakinkan hasil pemeriksaan yang tepat, penderita memakan daging merah tinggi serat selama 3 hari sebelum pengambilan sampel tinja.
Bila pemeriksaan penyaring ini menunjukan kemungkinan kanker, dibutuhkan pemeriksaan lanjutan.

Sebelum dilakukan endoskopi, usus dikosongkan, seringkali dengan menggunakan pencahar dan beberapa enema.
Sekitar 65% kanker kolorektal dapat dilihat dengan sigmoidoskop.
Bila terlihat polip yang mungkin ganas, seluruh usus besar diperiksa dengan kolonoskopi, yang daya jangkaunya lebih panjang. Beberapa pertumbuhan yang terlihat ganas diangkat dengan menggunakan alat bedah melalui kolonoskopi, pertumbuhan lainnya harus diangkat dengan pembedahan biasa.

Kolonoskopi

Pemeriksaan darah dapat membantu dalam menegakkan diagnosis.
Pada 70% orang yang menderita kanker kolorektal, kadar antigen karsinoembriogenik dalam darahnya tinggi. Bila sebelum kanker diangkat kadar antigen ini tinggi, maka sesudah pembedahan kadarnya bisa turun. Pada kunjungan berikutnya, kadar antigen ini diukur kembali; jika kadarnya meningkat berarti kanker telah kambuh kembali.
Bisa juga dilakukan pengukuran 2 antigen lainnya, yaitu CA19-9 dan CA 125, yang mirip dengan antigen karsinoembbriogenik.

PENGOBATAN
Pengobatan utama pada kanker kolorektal adalah pengangkatan bagian usus yang terkena dan sistem getah beningnya.
30% penderita tidak dapat mentoleransi pembedahan karena kesehatan yang buruk, sehingga beberapa tumor diangkat melalui elektrokoagulasi. Cara ini bisa meringankan gejala dan memperpanjang usia, tapi tidak menyembuhkan tumornya.

Pada kebanyakan kasus kanker kolon, bagian usus yang ganas diangkat dengan pembedahan dan bagian yang tersisa disambungkan lagi.

Untuk kanker rektum, jenis operasinya tergantung pada seberapa jauh jarak kanker ini dari anus dan seberapa dalam dia tumbuh ke dalam dinding rektum.
Pengangkatan seluruh rektum dan anus mengharuskan penderita menjalani kolostomi menetap (pembuatan hubungan antara dinding perut dengan kolon). Dengan kolostomi, isi usus besar dikosongkan melalui lubang di dinding perut ke dalam suatu kantung, yang disebut kantung kolostomi.

Bila memungkinkan, rektum yang diangkat hanya sebagian, dan menyisakan ujung rektum dan anus. Kemudian ujung rektum disambungkan ke bagian akhir dari kolon.

Terapi penyinaran setelah pengangkatan tumor, bisa membantu mengendalikan pertumbuhan tumor yang tersisa, memperlambat kekambuhan dan meningkatkan harapan hidup.
Pengangkatan tumor dan terapi penyinaran, efektif untuk penderita kanker rektum yang disertai 1-4 kanker kelenjar getah bening. Tetapi kurang efektif pada penderita kanker rektum yang memiliki lebih dari 4 kanker kelenjar kelenjar getah bening.

Jika kanker kolorektal telah menyebar dan tampaknya pembedahan tidak membantu penyembuhan, bisa dilakukan kemoterapi dengan florouracil dan levamisole, yang bisa meningkatkan harapan hidup.

Bila kanker kolorektal telah begitu menyebar sehingga tidak dapat diangkat seluruhnya, pembedahan untuk meringankan penyumbatan usus, bisa meringankan gejala. Tetapi harapan hidupnya hanya sekitar 7 bulan.
Jika kanker telah menyebar hanya ke hati, obat kemoterapi dapat disuntikan langsung ke dalam pembuluh darah yang menuju ke hati. Meskipun mahal, pengobatan ini bisa memberikan lebih banyak keuntungan daripada kemoterapi yang biasa. Tetapi pengobatan ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Bila kanker telah menyebar di luar hati, pengobatan ini tidak efektif lagi.

Setelah kanker kolorektal diangkat seluruhnya melalui pembedahan, dilakukan kolonoskopi untuk memeriksa usus yang tersisa, sebanyak 2-5 kali setiap tahunnya.Bila pemeriksaan ini tidak menunjukkan adanya kanker, pemeriksaan berikutnya dilakukan setiap 2-3 tahun sekali.

Penyebaran kanker & angka harapan hidup penderita kanker kolorektal

Penyebaran kanker : Kanker hanya menyebar ke lapisan mukosa usus
Angka harapan hidup 5 tahun : 90%

Penyebaran kanker : Kanker menyusup ke dalam lapisan otot usus
Angka harapan hidup 5 tahun : 80%

Penyebaran kanker : Kanker menyebar ke kelanjar getah bening
Angka harapan hidup 5 tahun : 30%
(medicastore)
Kanker Kerongkongan (Esophageal Cancer)

Kanker Kerongkongan (Esophageal Cancer)

  • Esophageal cancer / kanker kerongkongan biasanya terjadi di dalam sel yang melewati dinding kerongkongan.
  • Penggunaan alkohol dan tembakau, infeksi tertentu, ganguan-gangguan, dan kanker lainnya merupakan faktor beresiko besar untuk kanker kerongkongan jenis tertentu.
  • Gejala khas termasuk kesulitan menelan, kehilangan berat badan, dan, kemudian, rasa sakit.
  • Diagnosa berdasarkan endoskopi.
  • Kecuali jika ditemukan awal, kebanyakan semua kasus pada kanker kerongkongan adalah fatal.
  • Operasi, kemoterapi, dan berbagai macam terapi lainnya bisa mambantu menghilangkan gejala-gejalanya.

Jenis yang paling sering terjadi pada kanker kerongkongan adalah squamous sel carcinoma dan adenocarcinoma, yang terjadi di dalam sel yang melewati dinding pada kerongkongan. Kanker ini bisa terjadi dimana saja di dalam kerongkongan dan bisa terlihat sebagai penyempitan pada kerongkongan (penyempitan), sebuah pembengkakan, daerah flat yang tidak normal (plaque), atau jaringan yang tidak normal (fistula) di antara kerongkongan dan saluran pernafasan yang mensuplai paru-paru. Jenis yang tidak umum pada kanker kerongkongan termasuk leiomyosarcomas (kanker pada jaringan lunak pada kerongkongan) dan kanker metatastik (kanker yang menyebar dari bagian lain di dalam tubuh).


Kanker pada jaringan kerongkongan mempengaruhi 15.500 orang setiap tahun di Amerika Serikat. Baik sel squamous carcinoma dan adecarcinoma adalah lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita. Sel squamous carcinoma lebih sering terjadi pada orang kulit hitam, sedangkan adenocarcinoma lebih sering terjadi pada orang kulit putih. Frekwensi adenocarcinoma telah meningkat cepat di Amerika Serikat sejak tahun 1970, khususnya pria kulit putih dan sekarang lebih sering terjadi dibandingkan sel squamous carcinoma di bagian bawah kerongkongan.
PENYEBAB

Faktor Resiko

Penggunaan tembakau (jenis apapun) dan alkohol adalah faktor resiko yang terpenting untuk menimbulkan kanker kerongkongan, meskipun begitu lebih terjadi untuk sel squamous carcinoma dibandingkan untuk adenocarcinoma. Orang yang memiliki infeksi human papillomavirus tertentu, penderita kanker leher dan kepala, atau orang yang mengalami terapi radiasi pada kerongkongan untuk pengobatan pada kanker sekitar lainnya sangat beresiko mengalami kanker kerongkongan.

Orang yang sudah mempunyai gangguan pada kerongkongan, seperti achalasia, jaringan kerongkongan (plummer-sindrom penglihatan), atau penyempitan yang disebabkan pernah tertelannya zat yang dapat merusak (seperti lye), juga sangat beresiko terbentuknya kanker kerongkongan. Iritasi yang lama pada kerongkongan karena asam lambung yang meluap ke kerongkongan berulang kali (refluks gastroesophageal) dapat menyebabkan kondisi prakanker yang disebut Barret’s esophagus. Meskipun kanker kerongkongan yang berasal dari Barret’s esophagus yang menetap relative jarang pada hampir semua Negara industri, frekwensi kejadiannya meningkat lebih cepat dibandingkan semua kanker kerongkongan lainnya.
GEJALA

Kanker kerongkongan tahap awal bisa tidak terdeteksi. Gejala pertama biasanya sulit menelan makanan keras, yang terjadi bersamaan dengan bertumbuhnya kanker yang mempersempit kerongkongan. Beberapa minggu kemudian, menelan makanan lunak dan kemudian menelan cairan dan ludah menjadi sulit. Kehilangan berat badan adalah biasa, bahkan ketika orang tersebut sudah bisa makan dengan baik. Orang bisa mengalami rasa sakit pada dada, yang terasa menjalar sampai ke bagian belakang.

Dengan berjalannya kanker, hal tersebut bisa merusak berbagai macam jaringan dan syaraf lainnya dan organ-organ. Tumor tersebut bisa menekan syaraf yang mengendalikan pita suara, yang bisa menimbulkan parau. Penekanan pada syaraf di sekelilingnya bisa menyebabkan sindrom horner, rasa sakit tulang belakang, dan tersedak. Kanker tersebut biasanya menyebar ke paru-paru, yang mana bisa menyebabkan nafas yang pendek, dan ke hati, yang bisa menyebabkan demam dan pembengkakan perut. menyebar ke tulang bisa menyebabkan rasa sakit. Menyebar ke otak bisa menyebabkan sakit kepala, pusing, dan serangan. Menyebar ke usus menyebabkan muntah, pendarahan pada kotoran, dan anemia kekurangan zat besi. Menyebar ke ginjal seringkali tanpa gejala.

Pada tahap akhir, kanker tersebut bisa sepenuhnya menyumbat kerongkongan. Menelan menjadi tidak mungkin sehingga pengeluaran cairan di dalam mulut, yang bisa jadi sangat menyusahkan.
DIAGNOSA

Endoskopi, dimana dimana pipa elastis untuk melihat (endoscope) yang dipasang melalui mulut untuk melihat kerongkongan, adalah prosedur diagnosa terbaik jika kanker kerongkongan diduga. Endoskopi juga mempermudah dokter untuk mengangkat sebuah contoh jaringan (biopsi) dan sel pelepasan (brush cytology) untuk diteliti di bawah sebuah mikroskop. Prosedur sinar X yang disebut barium swallow (dimana orang tersebut menelan cairan barium, yang terlihat dengan sinar X) bisa juga memperlihatkan penghalang. Computed tomography (CT) dan pemeriksaan dengan ultrasonografi dilakukan melalui sebuah endoscope yang dimasukkan di dalam kerongkongan kemungkinan digunakan untuk dugaan lebih lanjut pada kanker.
PENGOBATAN

Karena kanker kerongkongan biasanya tidak terdiagnosa sampai penyakit tersebut menyebar, angka kematiannya tinggi. Kurang dari 5 % orang bertahan lebih dari 5 tahun. Kebanyakan meninggal dalam satu tahun pada gejala pertama yang terdeteksi. Sebab hampir semua kasus pada kanker kerongkongan adalah fatal, tujuan utama dokter adalah mengawasi gejala-gejalanya, khususnya rasa sakit dan ketidakmampuan untuk menelan, yang bisa sangat menakutkan untuk orang tersebut dan orang-orang yang mencintai.

Operasi untuk mengangkat tumor yang ada sangat lama tetapi jarang sembuh. Sebab kanker tersebut biasanya telah menyebar pada waktu operasi. Kemoterapi, sendirian atau dengan terapi radiasi, bisa menghilangkan gejala-gejala dan memperlama waktu bertahan hidup selama beberapa bulan. Kadangkala terapi radiasi kombinasa pre-operative dengan kemoterapi bisa meningkatkan tingkat penyembuhan operasi. Alat-alat lain yang ditujukan hanya untuk menghilangkan gejala termasuk melebarkan (memperluas) daerah yang sempit pada kerongkongan dan kemudian memasukkan sebuah pipa (a stent) untuk menjaga kerongkongan tetap terbuka ; memotong tumor menggunakan sebuah loop usus; dan melakukan photo terapi laser, yaitu sebuah sinar energi tinggi yang disorotkan langsung pada pertumbuhan tumor untuk menghancurkan jaringan kanker yang menghalangi kerongkongan.

Teknik lain untuk menghilangkan gejala adalah terapi photodynamic, dimana sebuah pewarna sensitive cahaya (contrast agent) diberikan secara infus 48 jam sebelum pengobatan. Pewarna diserap oleh sel kanker untuk derajat yang lebih besar dibandingkan dengan sel normal pada jaringan kerongkongan yang mengelilingi. Ketika diaktifkan dengan sinar dari sebuah laser dimasukkan ke dalam kerongkongan melalui sebuah endoscope, pewarna menghancurkan jaringan kanker, hingga membuka kerongkongan. Terapi photodinamik menghancurkan luka yang menghalangi lebih cepat dibandingkan radiasi atau kemoterapi pada orang yang tidak bisa menjalani operasi karena kesehatan yang buruk.

Gizi yang cukup membuat pengobatan jenis apapun menjadi lebih mudah dilakukan dan ditoleransi. Orang yang bisa menelan bisa menerima cairan concentrate suplemen gizi. Orang yang tidak bisa menelan bisa membutuhkan makanan melalui pipa sementara atau makanan melalui infus.

Karena kematian adalah mungkin, seseorang yang menderita kanker kerongkongan harus mempunyai semua rencana penting. Orang tersebut harus jujur berdiskusi dengan dokter mengenai keinginan untuk perawatan medis dan kebutuhan untuk perawatan untuk bertahan hidup.(medicastore)

Kanker Kerongkongan

Kanker Kerongkongan

Tumor non-kanker yang paling sering terjadi di kerongkongan adalah leiomioma, suatu tumor dari otot polos. Ramalan penyakitnya (prognosis) baik sekali.

Kanker kerongkongan yang paling sering ditemukan adalah karsinoma, baik karsinoma sel skuamosa (karsinoma epidermoid) maupun adenokarsinoma.
Kanker kerongkongan lainnya adalah limfoma (kanker limfosit), leiomiosarkoma (kanker otot polos kerongkongan) dan kanker yang berasal dari bagian tubuh lainnya.

Kanker bisa terjadi di bagian manapun dari kerongkongan.
Bisa muncul sebagai suatu penyempitan dari kerongkongan, suatu benjolan atau suatu daerah datar yang abnormal (plak).


PENYEBAB


Kanker kerongkongan lebih sering terjadi pada orang yang :
- kerongkongannya telah menyempit karena mereka pernah menelan larutan basa kuat, misalnya cairan untuk pembersih
- menderita akalasia (keadaan dimana katup kerongkongan bagian bawah gagal membuka)
- memiliki sumbatan di kerongkongan, misalnya selaput kerongkongan
- menderita kanker kepala dan leher.

Merokok dan penggunaan alkohol juga meningkatkan resiko terjadinya kanker kerongkongan, terutama karsinoma sel skuamosa.
Pada beberapa penderita, perubahan lapisan kerongkongan merupakan tanda pertama dari kanker. Perubahan ini terjadi setelah iritasi kerongkongan menahun oleh asam atau empedu.

GEJALA

Karena kanker kerongkongan cenderung menyumbat jalannya makanan, maka gejala awalnya biasanya berupa kesulitan menelan makanan padat.
Setelah beberapa minggu, keadaan ini berkembang dan penderita akan mengalami kesulitan dalam menelan makanan lunak dan kemudian cairan. Akibatnya berat badannya menurun.

DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan foto rontgen yang disebut barium meal. Penderita menelan larutan barium radioopak sehingga akan tampak pada foto rontgen kerongkongan, yang menandai daerah penyumbatan.

Daerah abnormalnya juga sebaiknya diperiksa dengan endoskopi.
Selama endoskopi diambil contoh jaringan kerongkongan untuk pemeriksaan mikroskopis (biopsi) dan untuk pemeriksaan sitologi (brush cytology).

PENGOBATAN

Kurang dari 5% penderita kanker kerongkongan bertahan hidup lebih dari 5 tahun. Banyak yang meninggal dalam waktu 1 tahun setelah gejala pertama timbul.

Kemoterapi tidak menyembuhkan kanker kerongkongan, tapi bila digunakan baiksendiri maupun bersamaan dengan terapi penyinaran, dapat menurunkan gejala dan memperpanjang harapan hidup.

Pembedahan untuk mengangkat tumor, bila masih memungkinkan, bisa mengurangi gejala untuk sementara, tapi jarang menyembuhkan.

Pengobatan lain yang bisa meringankan gejala adalah:
- melebarkan daerah yang menyempit
- memasukan tabung untuk menjaga supaya kerongkongan tetap terbuka
- bypass tumor dengan menggunakan sepotong usus - terapi laser untuk menghancurkan jaringan kanker yang menyumbat kerongkongan. (medicastore)
Kanker Perut

Kanker Perut

  • Infeksi helicobacter pylori sepertinya bisa menjadi penyebab terbesar kanker perut.
  • Rasa tidak nyaman yang samar-samar pada perut, kehilangan berat badan, dan kelesuan adalah beberapa gejala khusus.
  • Prosedur diagnosa yang paling bagus adalah endoskopi.
  • Operasi dilakukan untuk menghilangkan kanker atau menghilangkan gejala-gejalanya.


Sekitar 95% kanker perut adalah adenocarcinomas. Adenocarcinomas pada perut berasal dari sel glandular pada lapisan perut.


Di Amerika Serikat, adenocarcinoma pada perut terjadi pada sekitar 21.000 orang setiap tahun dan merupakan urutan ke tujuh yang paling sering menyebabkan kematian karena kanker. Hal ini lebih sering terjadi pada populasi tertentu : orang berusia 50 tahun dan lebih, orang miskin, hitam, ispanic,indianamerika, dan orang yang tinggal di iklim utara. Untuk alasan yang tidak diketahui, adenocarcinoma pada perut jarang terjadi di Amerika Serikat. Hal ini jauh lebih sering terjadi di Jepang, Cina, Chili, dan Islandia. Di negara-negara ini, program skrining sangat penting pada pendeteksian dini.

Kanker perut jenis langka

Lymphoma adalah kanker pada sistem getah bening. Lymphoma bisa terjadi dalam perut. Bakteri helicobacter pylori dipercaya mempunyai peranan dalam pembentukan beberapa lymphomas pada perut. operasi seringkali merupakan pengobatan awal. Kemoterapi dan terapi radiasi lebih berhasil dalam mengobati lymphoma dibandingkan adenocarcinoma. Bertahan hidup lebih lama dan bahkan mungkin sembuh.

Leiomyosarcoma (juga disebut sel stromal atau tumor sel spindle) adalah kanker otot halus pada perut. Pengobatan terbaiknya dengan operasi. Jika kanker telah menyebar (metastasized) ke bagian-bagian lain pada tubuh pada waktu leimyosarcoma ditemukan, kemoterapi bisa menyebabkan kelangsungan hidup sedikit lebih lama. Obat baru, imatinib , telah ditemukan efektif dalam mengobati leiomyosarcoma yang tidak dapat disembuhkan dengan cara operasi.

PENYEBAB

Adenocarcinoma pada perut seringkali dimulai pada sisi dimana lapisan perut meradang. Banyak ahli sekarang percaya bahwa sebuah infeksi dengan bakteri helicobacter pylori paling menyebabkan kanker perut.

Polip perut bisa menjadi kanker ganas (malignant) dan hingga harus diangkat. Adenocarcinoma pada perut mungkin sekali terjadi jika polip terdiri dari sel glandular, jika polip membesar lebih dari ¾ inci (2 cm), atau jika terdapat beberapa polip.

Faktor makanan tertentu merupakan salah satu penggagas yang berperan dalam membentuk adenocarcinoma pada perut. faktor ini termasuk asupan garam yang tinggi, asupan karbohidrat yang tinggi, asupan bahan pengawet yang tinggi yang disebut nitrat (seringkali terdapat pada makanan yang diasapi), dan sedikit asupan buah dan sayur-sayuran berdaun hijau. Meskipun begitu tidak satupun faktor itu terbukti menjadi penyebab.

GEJALA

Pada tahap awal, gejala samar-samar dan mudah diabaikan. Gejala awal bisa meniru penyakit borok pencernaan (peptic ulcer), dengan rasa sakit terbakar pada perut. Oleh karena itu, gejala borok pencernaan yang tidak terpecahkan dengan pengobatan bisa mengindikasi kanker perut. orang tersebut dapat memperhatikan perasaan penuh setelah makan denga porsi sedikit (cepat kenyang).

Berat badan hilang atau kelesuan biasanya hasil dari kesulitan makan atau dari ketidakmampuan menyerap beberapa vitamin dan mineral. Anemia, ditandai kelesuan, keletihan, dan pusing, bisa dihasilkan dari pendarahan berangsur-angsur yang terjadi tanpa gejala-gejala lainnya, dari malabsorption pada vitamin B12 (vitamin yang dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah), atau dari malabsorption pada zat besi (mineral yang dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah) yang berhubungan dengan kurangnya asam lambung. Jarang, seseorang bisa muntah darah dengan jumlah banyak (hematemesis) atau mengeluarkan kotoran berwarna hitam (melena). Ketika adenocarcinoma berlanjut, seorang dokter kemungkinan bisa merasakan sebuah massa ketika menekan perut.

Bahkan pada tahap awal, denocarcinoma kecil bisa menyebar (metastasize) ke bagian-bagian yang jauh. Penyebaran pada tumor tersebut bisa menyebabkan hati membesar, kulit dan putih mata berwarna pucat kekuningan (jaundice), penumpukan cairan dan pembengkakan rongga perut (ascites). Dan bisul kulit yang tidak bersifat kanker. Penyebaran kanker juga bisa membuat tulang lesu, menyebabkan keretakan tulang.
DIAGNOSA

Endoskopi (sebuah penelitian dimana sebuah pipa elastis digunakan untuk melihat bagian dalam pada saluran pencernaan) adalah prosedur diagnosa terbaik. Hal memudahkan seorang dokter untuk melihat langsung dalam perut, untuk memeriksa helicobacter pylori, dan untuk mengambil contoh jaringan untuk diteliti di bawah sebuah mikroskop (biopsi). Sinar X barium jarang digunakan karena hal tersebut jarang mengungkapkan kanker tahap awal dan tidak dianjurkan untuk biopsi. Jika kanker ditemukan, orang biasanya menggunakan computer tomography (CT) scan pada dada dan perut untuk memastikan penyebarannya yang mana tumor tersebut telah menyebar ke organ-organ lainnya. Jika CT scan tidak bisa menunjukkan penyebaran tumor. Dokter biasanya melakukan endoskopi ultrasonic (yang memperlihatkan lapisan saluran pencernaan lebih jelas karena pemeriksaan diletakkan pada ujung endoskopi) untuk memastikan kedalaman tumor tersebut dan pengaruh pada sekitar getah bening.
PENGOBATAN

Kurang dari 15% orang dengan adenocarcinoma pada perut bertahan gidup lebih dari 5 tahun. Kanker tersebut cenderung menyebar lebih cepat ke daerah lainnya. Jika kanker mengurung perut, operasi biasanya dilakukan untuk usaha penyembuhan. Pengangkatan seluruh tumor sebelum menyebar menawarkan harapan untuk sembuh. Hampir semua atau keseluruhan bagian perut dan sekitar getah bening diangkat. Prognosis baik jika kanker tidak masuk ke dinding perut terlalu dalam. Di Amerika Serikat, hasil operasi seringkali menyedihkan, karena kebanyakan orang memiliki kanker yang menyebar pada saat diagnosa dilakukan. Di Jepang, kanker perut sangat sering terjadi, program skrining masal kesehatan masyarakat menolong untuk pendeteksian dini sehingga lebih mungkin untuk disembuhkan. Kemoterapi dan terapi radiasi bisa membantu pada kondisi tertentu.

Bila kanker menyebar keluar perut, operasi tidak bisa menyembuhkan keadaan ini, tetapi hal ini kadangkala digunakan untuk menghilangkan gejala-gejalanya. Contohnya, jika saluran makanan terhalang di ujung perut. pada ujung operasi bypass, yang merupakan alternatif koneksi yang dibuat antara perut dan dinding usus, untuk membuat makanan bisa lewat. penghubung ini menghilangkan gejala-gejala sebah-nyeri dan muntah-setidaknya untuk sementara. Kemoterapi dan terapi radiasi bisa menghilangkan gejala-gejalanya dengan baik, tetapi keefektifan mereka terbatas.(medicastore)

Kanker Pankreas

Kanker Pankreas

  • Merokok, penyakit pankreas kronis, dan kemungkinan diabetes yang berlangsung lama adalah faktor resiko untuk kanker pankreas
  • Rasa sakit, kehilangan berat badan, penyakit kuning, dan muntah adalah beberapa ciri khas gejalanya.
  • Computed tomography adalah cara diagnosa yang paling tepat.
  • Kanker pankreas biasanya fatal.
  • Operasi bisa menyembuhkan mereka yang kankernya tidak menyebar.


Sekitar 95% tumor yang bersifat kanker (malignant) pada pankreas adalah adenocarcinoma. Adenocarcinoma biasanya berasal dari sel kelenjar yang melapisi saluran pankreas. Kebanyakan adenocarcinoma terjadi di dalam kepala pankreas, bagian yang paling dekat bagian pertama usus kecil (duodenum).


Adenocarcinoma pada pankreas telah meningkat kemungkinannya di Amerika Serikat, terjadi dalam perkiraan 37.000 orang setiap tahun. Adenocarcinoma biasanya tidak terjadi sebelum usia 50. Usia rata-rata pada diagnosa adalah 55. Tumor ini hampir dua kali terjadinya diantara para lelaki. Adenocarcinoma pada pankreas 2 sampai 3 kali lebih sering terjadi diantara para perokok dibandingkan orang yang tidak merokok. Konsumsi alkohol dan kafein tidak tampak menjadi faktor resiko. Orang yang menderita penyakit pankreas kronis dan mereka yang kemungkinan menderita diabetes yang berlangsung lama (terutama sekali para wanita) berada dalam resiko yang lebih besar juga.

Jenis Langka Kanker Pankreas

Cystadenocarcinoma pada pankreas adalah jenis yang langka pada kanker pankreas yang terbentuk dari tumor berisi cairan yang tidak bersifat kanker (benign) disebut cystadenoma. Hal itu seringkali menimbulkan rasa sakit perut sebelah atas dan bisa berkembang cukup besar untuk seorang dokter merasakan hal itu melalui dinding perut. Diagnosa biasanya dibuat dengan ultrasonografi atau pemindai computed tomography (CT)pada pankreas. Hanya 20% pada kanker ini telah menyebar pada saat operasi dilakukan. Oleh karena itu, cystadenocarcinoma memiliki dugaan yang lebih baik dibandingkan adenocarcinoma. Jika kanker tidak menyebar dan seluruh pankreas diangkat dengan cara operasi, orang tersebut memiliki 65% kesempatan untuk bertahan hidup setidaknya 5 tahun.

Tumor intraductal papillary-mucinous adalah jenis tumor pankreas langka yang ditandai dengan pembesaran (dilation) pada saluran utama pankreas, memproduksi lendir secara berlebihan, dan kadangkala sakit. Lebih dari 30% tumor ini bersifat kanker (malignant), tetapi karena tes diagnosa tidak dapat membedakan antara bentuk yang bersifat kanker dan bukan pada tumor ini, operasi adalah diagnosa terbaik dan pilihan pengobatan untuk setiap orang yang terduga memiliki tumor intraductal papillary-mucinous.

GEJALA

Tumor di kepala pankreas bisa berhubungan dengan pembuangan pada empedu (cairan penncernaan yang dihasilkan oleh hati) ke dalam usus kecil. Oleh karena itu, jaundice (perubahan warna kuning pada kulit dan warna putih pada mata) disebabkan oleh penyumbatan pada aliran empedu biasanya adalah gejala awal. Jaundice tersebut disertai oleh rasa gatal di seluruh tubuh diakibatkan dari penyimpanan kristal garam empedu di bawah kulit. Muntah bisa diakibatkan dari hal-hal ketika kanker di kepala pankreas menyumbat aliran pada isi perut ke dalam usus kecil (penyumbatan pada saluran lambung) atau penyumbatan usus kecil itu sendiri.

Komplikasi : adenocarcinoma pada tubuh atau ujung pankreas (bagian tengah pada pankreas dan bagian terjauh dari duodenum) biasanya tidak menyebabkan gejala-gejala sampai tumor tersebut berkembang luas. Dengan begitu, gejala pertama adalah rasa sakit dan kehilangan berat badan. Pada waktu diagnosa, 90% orang mengalami rasa sakit pada perut-biasanya rasa sakit hebat di perut bagian atas yang tembus ke bagian belakang-dan kehilangan berat badan yang signifikan.

Adenocarcinoma pada tubuh atau ujung pankreas bisa menghalangi pembuluh mengeringkan limpa (organ yang menghasilkan, memantau, menyimpan, dan menghancurkan sel darah), mengakibatkan pembesaran limpa (splenomegaly). Penyumbatan bisa menyebabkan pembuluh menjadi bengkak dan terpuntir (varicose) di sekitar kerongkongan (varises kerongkongan) dan perut. Pendarahan hebat bisa terjadi, terutama berasal dari kerongkongan, jika varises vena pecah.

DIAGNOSA

Diagnosa awal pada tumor di dalam tubuh atau ujung pankreas adalah sulit karena gejala-gejala lambat terjadi dan pengamatan fisik dan hasil tes darah seringkali normal. Ketika adenocarcinoma pada pankreas diduga, pemeriksaan diagnosa yang paling tepat adalah computed tomography (CT). Pemeriksaan lain yang umumnya digunakan adalah pemindai ‘ultrasonik’, endoscopic retrograde cholangiopancreatography dan magnetic resonance imaging (MRI).

Untuk memastikan diagnosa, seorang dokter bisa memeperoleh contoh pankreas untuk diteliti di bawah mikroskop (biopsi) dengan memasukkan jarum melalui kulit menggunakan CT atau pemindai ‘ultrasonik’ sebagai panduan. Meskipun begitu, pendekatan ini seringkali tidak terlihat tumor tersebut dan bisa menyebarkan sel kanker ke luar daerah lokal sepanjang lintasan jarum. Pendekatan yang sama kemungkinan digunakan untuk memperoleh contoh biopsi dari hati untuk melihat kanker yang telah menyebar ke pankreas, jika hasil dari pemeriksaan ini adalah normal tetapi dokter masih menduga keras adenocarcinoma, pankreas kemungkinan diteliti dengan cara operasi.

PENGOBATAN

Karena adenocarcinoma pada pankreas biasanya menyebar ke bagian yang lain pada tubuh sebelum ditemukan, prognosisinya sangat rendah. Kurang dari 2 % orang yang menderita adenocarcinoma pada pankreas bertahan hidup untuk 5 tahun setelah diagnosa. Harapan satu-satunya kesembuhan adalah operasi, yang dilakukan pada 10 sampai 20 % orang yang percaya bahwa kanker tersebut tidak menyebar. Salah satu dari pankreas tunggal atau pankreas dan duodenum diangkat. Setelah beberapa operasi, hanya 15 sampai 20 % orang hidup sampai 5 tahun. Kemoterapi tambahan dan terapi radiasi biasanya diberikan tetapi tidak mungkin memperbaiki waktu atau tingkat bertahan hidup secara mendasar.

Rasa sakit ringan kemungkinan dihilangkan dengan aspirin atau asetaminofen. Seringkali, pembunuh rasa sakit yang kuat sekali, seperti codeine atau morphine digunakan lewat mulut, diperlukan. Untuk 70 sampai 80% orang dengan rasa sakit yang hebat, suntikan ke dalam saraf untuk menghambat rasa sakit bisa menghasilkan keringanan. Kebocoran pada enzim pencernaan pankreas bisa diobati dengan persiapan enzim oral. Jika diabetes terbentuk, pengobatan insulin kemungkinan diperlukan.

Penyumbatan pada aliran empedu kemungkinan hilang sementara dengan menempatkan pipa (stent) di bagian bawah perut pada saluran yang mengeringkan empedu dari hati dan kantung empedu. Pada kebanyakan kasus, meskipun begitu, tumor tersebut kadangkala menyumbat saluran di sebelah atas dan bawah stent. Metode pengobatan alternatif adalah menciptakan pembedahan pada saluran yang dipotong melalui saluran yang menghubungkan perut dengan bagian usus kecil yang melebihi sumbatan.

Karena adenocarcinoma pada pankreas adalah fatal pada kebanyakan kasus, seorang dokter biasanya membicarakan perawatan sampai akhir hidup dengan orang tersebut, anggota keluarga, dan praktisi pemerhati kesehatan lainnya.(medicastore)
Tumor Perut Nonkanker

Tumor Perut Nonkanker

Tumor pada perut yang tidak bersifat kanker (benign) tidak mungkin menyebabkan gejala-gejala atau masalah medis, sehingga mereka seringkali tetap tidak terdiagnosa dan tidak terobati. Kadangkala, meskipun begitu, beberapa pendarahan dan kemudian diangkat dengan endoskopi (dimana pipa pelihat elastis (endoscope) di lewatkan melalui mulut untuk melihat kerongkongan) atau operasi.

Polip perut, pertumbuhan bulat tidak umum yang tidak bersifat kanker yang terbentuk ke dalam rongga perut, bisa menjadi kanker (bakal kanker). Oleh karena itu, polip biasanya diangkat menggunakan endoskopi. Melalui endoskop, alat listrik (electrocautery) atau panas (thermal obliteration) ditempelkan langsung kepada pertumbuhan tersebut, atau cahaya sorot energi-tinggi diarahkan ke pertumbuhan tersebut (phototerapi laser).(medicastore)


Tumor Kerongkongan Nonkanker

Tumor Kerongkongan Nonkanker

Tumor jinak (benign) pada kerongkongan jarang dan biasanya lebih mengganggu daripada membahayakan.

Jenis yang paling sering terjadi pada tumor jinak adalah leiomyoma, tumor pada otot halus. Terjadi lebih sering pada orang berusia antara 30 dan 60. kebanyakan leiomyomas kecil dan tidak memerlukan pengobatan. Jumlah kecil leiomyomas berkembang cukup luas untuk menyebabkan kerusakan sebagian kerongkongan, yang bisa menimbulkan kesulitan menelan (dysphagia) dan rasa sakit atau tidak nyaman. Obat-obatan analgesik bisa membuat ringan untuk sementara waktu, tetapi operasi pengangkatan dibutuhkan untuk kesembuhan permanent.

Jenis-jenis lain pada tumor jinak, termasuk yang mengandung jaringan penghubung (fibrovascular polyps) dan jaringan yang terhubung dengan syaraf (schwannomas), jarang terjadi. (medicastore)
Kanker Anus

Kanker Anus

  • Faktor risiko untuk kanker anus adalah penyakit tertentu yang ditularkan secara seksual.
  • Berdarah dengan buang air besar, rasa sakit, dan kadang-kadang gatal seputar dubur adalah gejala khas.
  • Pemeriksaan manual dan biopsi dilakukan untuk mencek diagnosa.
  • Pengobatan mungkin diperlukan baik pembedahan saja atau kombinasi terapi radiasi dan kemoterapi atau terapi radiasi dan pembedahan.

Kanker anus timbul pada sel kulit dengan segera di seputar dubur atau di garis sepanjang daerah peralihan antara dubur dan rektum (kanal anal).Tidak seperti di dubur dan usus besar, pada kanker yang mana selalu adenocarcinoma, kanker anal terutama merupakan carcinoma sel squamous.


Kanker anal terjadi sekitar di atas 4.000 orang di Amerika Serikat setiap tahun. Kanker anal hampir dua kali sering terjadi pada wanita. Penyebab kanker anal tak jelas, tetapi orang yang melakukan hubungan seks secara anal meningkatkan risiko, seperti orang yang mempunyai infeksi yang ditularkan secara seksual, khususnya human papillomavirus (HPV tipe 16) dan lymphogranuloma venereum.

GEJALA

Orang dengan kanker anal sering mengalami pendarahan sewaktu buanga ir besar, rasa sakit, dan kadang-kadang gatal seputar dubur. Sekitar 25% dari orang dengan kanker anal tidak mempunyai gejala. Dalam keadaan ini, kanker ditemukan hanya selama pemeriksaan rutin.

DIAGNOSA

Untuk mendiagnosa kanker anal, seorang dokter terlebih dulu memeriksa kulit seputar dubur untuk kelainan apa pun. Dengan tangan bersarung, dokter memeriksa dubur dan rectum bawah, memriksa untuk bagian lapisan yang mana pun yang dirasa berbeda dari area sekelilingnya. Dokter kemudian mengambil sampel kertas tisu dari area yang abnormal dan memeriksanya di bawah mikroskop (melakukan biopsi).

PENGOBATAN

Terapi radiasi yang digabungkan dengan kemoterapi mungkin dipakai lebih baik daripada atau ditambahkan pembedahan. Pembedahan saja merupakan pengobatan yang memuaskan, walaupun dokter harus hati-hati untuk tidak mengganggu fungsi otot lingkar yang menjaga dubur agar tetap ditutup sampai orang buang air besar (anal sphincter), yang dapat menyebabkan kehilangan kontrol terhadap buang air besar (sukar menahan hajat). Kombinasi radiasi dengan kemoterapi, atau radiasi dengan pembedahan, menyembuhkan banyak kanker anal, dengan 70% atau lebih banyak orang yang hidup terus lebih dari 5 tahun. Pembedahan yang lebih menyeluruh kadang-kadang diperlukan jika hasil peninjauan biopsi yang dilakukan setelah pengobatan pertama menunjukkan kambuhnya kanker.(medicastore)

Dominasi Hormon Pemicu Kanker

Kasus kanker payudara, prostat dan rahim semakin banyak terjadi setip tahun. Langkah-langkah pencegahan konvensional seperti mammogram, belum berjalan cukup efektif untuk mencegah peningkatannya. Salah satu usaha yang bisa dilakukan adalah menekan faktor pemicu yaitu kondisi tubuh yang didominasi hormon estrogen.

Dominasi estrogen adalah kondisi dimana hormon estrogen melebihi jumlah yang seharusnya karena tubuh terlampau banyak memproduksi estrogen. Kondisi itu biasanya berkaitan dengan penurunan pada hormon progesterone, terlebih saat tubuh sedang mempersiapkan untuk kehamilan.

Estrogen umumnya terkait dengan perempuan tapi ternyata dominasi estrogen juga bisa terjadi pada laki-laki. Anak-anak juga rentan dengan kondisi tersebut karena faktor usia dan fluktuasi hormon. Tidak ada statistik yang pasti mengenai angka dominasi estrogen, tapi jika dilihat gejala dan kondisi yang terkait, dapat dikatakan dominasi estrogen meluas dengan penyebab yang beragam.


Menurut Psikolog Klinis Dr Richard Malter, tingkat stres yang tinggi membuat tubuh mengalami ketidakseimbangan hormonal dan lingkungan serta pola hidup memicu estrogen lebih banyak dari progesteron. Ketika tubuh stres, kelenjar adrenal cenderung menghasilkan lebih banyak hormon cortisol. Kemudian tubuh akan memasuki fase yang disebut "pencurian progesteron" dalam tubuh untuk menghasilkan lebih banyak kortisol.

Pada akhirnya, rangsangan pada kelenjar adrenal untuk memproduksi hormon stres semakin besar dan akhirnya kelenjar mulai melemah. Lambat laun kondisi ini akan mengakibatkan kelelahan kelenjar dan kerusakan kelenjar. Dalam kondisi seperti ini tubuh akan kehilangan kemampuan untuk dapat mengolah stres sehingga tubuh akan merasa lelah, lesu, dan rentan terhadap penyakit kronis.

Kesehatan kelenjar adrenal dapat dibantu dengan mengkonsumsi vitamin C, 1000-3000 mg / hari vitamin C dapat membantu mencegah dominasi estrogen pada tubuh. Fungsional makanan seperti serbuk hijau, rumput laut, serbuk merah atau Spirulina adalah salah satu cara untuk memberikan tubuh gizi tambahan. Ada juga jenis herbal yaitu adaptogens yang dapat membantu tubuh beradaptasi dengan stres. Beberapa contoh adalah astragalus, berbagai ginseng, licorice dan ashwagandha.

Selain stres, tahapan lain yang seorang wanita dapat mengalami rendah progesterone adalah pada saat hamil. Selama kehamilan, tubuh memproduksi estrogen dan progesterone berlebih, sehingga ada keseimbangan antara keduanya. Namun setelah kehamilan ada penurunan produksi progesterone, tetapi mungkin masih banyak estrogen dalam tubuh. Hal ini karena untuk melihat gejala dominasi estrogen biasanya setelah kehamilan.

Penyebab lainnya dominasi estrogen termasuk penggunaan alat KB oral atau menyuntikkan kontrasepsi, konvensional hormone replacement therapy (dari estrogen), kekurangan gizi (terutama magnesium, zinc, tembaga dan vitamin B kompleks) dan obesitas karena kelebihan lemak sel membuat kelebihan estrogen.

Memang benar perempuan dan laki-laki memproduksi estrogen, tetapi menjadi tidak wajar jika sesuatu yang dihasilkan dan dibutuhkan tubuh justru menjadi penyebab penyakit. Masalahnya adalah bahwa tubuh kita bukan satu-satunya sumber estrogen.

Diet Makanan

Ketika mengkonsumsi makanan yang bersifat estrogen maka resiko kanker akibat dominasi estrogen pun meningkat. Salah satu sumber makanan yang bersifat estrogen yaitu kedelai. Kedelai diklasifikasikan sebagai phytoestrogen (estrogen tumbuhan).

Produk difermentasi kedelai seperti kecap, miso, tempe, dan kecap lethicin (dalam jumlah kecil) yang tidak akan terlalu berpengaruh, tapi minyak kedelai, kacang edamame, formula bayi, susu kedelai, dan tepung kedelai serta tahu jika dikonsumsi dalam jumlah tinggi dapat menjadi masalah.

Mengurangi konsumsi kedelai atau produk turunannya bisa menjadi cara untuk mengurangi resiko berlebihnya produksi hormon estrogen dalam tubuh.

Istilah xenoestrogen berarti estrogen asing atau berasal dari luar tubuh. Sumber terbesar xenoestrogen dalam pola hidup kita adalah plastik. Anda mungkin tidak berpikir plastik sebagai bagian dari makanan, tetapi lapisan tipis plastik yang digunakan untuk kemasan makanan bisa menjadi sumber.

Ketika menggunakan kantong plastik sebagai kemasan makanan maka Anda juga memakan plastik. Dalam beberapa tahun terakhir botol plastik air telah menjadi perhatian utama. Penggunaan plastik berkali-kali tidak dapat dihindari, namun ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk melindungi diri kita sendiri.

Bila Anda membeli makanan menggunakan plastik, bungkus makanan di dalam kertas atau kertas kulit untuk mencegah pencemaran makanan dari plastik. Jangan gunakan plastik untuk membungkus makanan yang panas. Juga, ingat bahwa plastik yang tipis, semakin rentan akan menyatu ke dalam makanan.

Minyak kelapa dapat membantu tubuh mengurangi kelebihan estrogen. Menggunakan 3-4 sendok makan meinyak kelapa untuk memasak akan membantu menyeimbangkan jumlah hormon estrogen dan progesteron. Selain itu konsumsi makanan berserat seperti buah-buahan dan sayuran juga dapat membantu tubuh melakukan detokfikasi.

Asupan rata-rata yang dianjurkan adalah antara 20-30 gram serat sehari. Air juga penting karena membantu tubuh untuk sistem detoksifikasi limbah, seperti kelebihan estrogen. (iol/cr1/rin)/ Republika

KANKER TERJADI HANYA KARENA SATU SEBAB

Hinga saat ini kanker msih menyimpan pertanyaan besar seribu satu misteri. Penyebab pastinya menjadi pertanyaan besar dikalangan para ahli. Ada yang mengatakan kanker berawal dari pola hidup yang tidak sehat. Ada juga yang bilang karena factor ginetik. Di tubuh si pasien ada gen “Nakal” yang mengacaukan harmonisasi kerja sel-sel tubuh. Lalu muncul kecendrungan sifat herediter yang menyebabkan kanker menjadi penyakit keluarga sehingga berpeluang diturunkan dari generasi ke generasi. Jenis kanker yang diturunkan tidak mutlak sama. Bisa saja ibu menderita kanker usus, anak mewarisinya dalam bentuk kanker ovarium.

Di tengah ragam informasi tentang kanker, ada sebuah wacana yang mengaitkan kanker dengan ketersediaan oksigen (O2) didalam tubuh. Seorang bernama otto Warburg penerima hadiah nobel dua kali, tahun 1931 dan 1944, telah menemukan adanya enzim yang melakukan pemindahan oksigen dan hidrogen didalam sel tubuh manusia.

Berdasarkan penemuannya Warburg mengatakan “ kanker terjadi hanya karena satu sebab, yaitu karena sel-sel tubuh yang normal telah bertukar dengan sel-sel anaerobik. Sel normal disebut juga sel aerobik, yaitu sel yang memerlukan oksigen untuk bernafas dan beraktifitas. Sedangkan sel-sel anaerobik merupakan mikroorganosme yang dapat bertahan hidup tanpa oksegen disekitarnya.

Pertukaran sel normal dengan sel anaerobik ini tidak terlepas dari ketersediaan oksigen didalam tubuh manusia. Sehari-hari, oksigen terdapat dalam darah dan sangat dibutuhkan untuk menghasilkan energi melalui proses metabolisme aerob yang berlangsung di mitokondria, yaitu salah satu komponen sel. Pada saat bersamaan tubuh manusia menyimpan banyak sekali bibit penyakit. Namun kita tidak jatuh sakit karena oksigen menyuplai cukup banyak energi untuk memperkuat sistem pertahanan tubuh.

Bila terjadi defisiensi oksigen, otomatis proses metabolisme tidak berjalan dengan lancar.
Akibatnya jumlah energi yang dipasok tidak memadai untuk menyokong aktifitas sel-sel tubuh. Tanpa energi, kekuatan sel-sel tubuh melemah, sistem pertahanan tubuhpun rontok.

Karena lebih dari 90% bibit penyakit yang tersimpan didalam tubuh merupakan mikroorganisme anaerobik, resiko kemunculan penyakit sangat besar. Artinya, sementara sel-sel tubuh melemah tak berdaya, bibit penyakit tetap melenggang berkeliaran kesana-kemari. Mereka hinggap dan menyerang sel-sel tubuh, bahkan bisa menyusup merusak fungsi sel-sel normal sehingga sel-sel tersebut tidak bisa menjalankan fungsi spesifiknya.

Menilik penuturan Warburg diatas, boleh jadi “gen nakal” yang dikatakan penyebab kanker sebetulnya adalah sel-sel anaerobik yang menyusup mengambil alih posisi sel-sel normal lalu secara perlahan mempengaruhi dan merusak sel-sel sehat disekitarnya sehingga terbentuklah sekelompok sel “Liar” yang bersifat merusak.

Masalah lain

Jika bisa mengundang kanker, besar kemungkinan mikroorganisme anaerobik bisa pula menimbulkan penyakit lain yang selama ini belum diketahui penyebab pastinya. Kajian medis mengungkapkan kerja mikroorganisme anaerobik sebagai berikut:

  • Menggerogoti tubuh hingga terjadi radang seperti artritis atau radang sendi
  • Menyebabkan pengendapan sisa kalsium di ginjal dan liver yang lama kelamaan bisa merusak fungsi kedua organ tersebut.
  • Menyebabkan pembentukan plak pada dinding pembuluh darah yang memicu terjadinya penyakit jantung
  • Mengganggu sistem saraf dan mengacaukan transmisi sinyal-sinyal informasi di otak

Penelusuran penyebab kanker seharusnya membukakan mata kita, bahwa persoalan defisiensi oksigen bukan masalah biasa. Itulah awal orgasnisme anaerobik merajalela merusak organ demi organ ditubuh kita. (majalan human)

info produk oksigen, klik disini

Kanker Vulva

Kanker Vulva

Kanker Vulva adalah tumor ganas di dalam vulva.

Vulva merupakan bagian luar dari sistem reproduksi wanita, yang meliputi labia, lubang vagina, lubang uretra dan klitoris.

3-4% kanker pada sistem reproduksi wanita merupakan kanker vulva dan biasanya terjadi setelah menopause.

Beberapa jenis kanker vulva:

1. Karsinoma sel skuamosa (85%)
Karsinoma sel skuamosa berasal dari sel-sel skuamosa yang merupakan jenis sel kulit yang utama.
Kanker jenis ini biasanya terbentuk secara perlahan selama bertahun-tahun dan biasanya didahului oleh suatu perubahan prekanker yang mungkin berlangsung selama beberapa tahun.

Istilah kedokteran yang sering digunakan untuk keadaan prekanker ini adalah Neoplasma intraepitel vulva (NIV, intraepitel artinya sel-sel prekanker terbatas pada epitel yang merupakan lapisan permukaan pada kulit vulva.


NIV terbagi menjadi 3 kelompok, yaitu NIV1, NIV2, and NIV3. Istilah lainnya untuk NIV adalah displasia.

Tingkat keparahan perubahan prekanker mulai dari yang terendah sampai yang terberat:
- NIV1 atau displasia ringan
- NIV2 atau displasia menengah
- NIV3 atau displasia berat
- Karsinoma in situ
- Karsinoma invasif.

2. Melanoma (5%)
Melanoma berasal dari sel penghasil pigmen yang memberikan warna pada kulit.

3. Sarkoma (2%)
Ssarkoma adalah tumor jaringan ikat di bawah kulit yang cenderung tumbuh dengan cepat.
Sarkoma vulva bisa menyerang semua golongan usia, termasuk anak-anak.

4. Karsinoma sel basal (1%)
Karsinoma sel basal sangat jarang terjadi pada vulva, karena biasanya menyerang kulit yang terpapar oleh sinar matahari.

5. Adenokarsinoma (1%)
Sejumlah kecil kanker vulva berasal dari kelenjar dan disebut adenokarsinoma. Beberapa diantaranya berasal dari kelenjar Bartholin yang ditemukan pada lubang vagina dan menghasilkan cairan pelumas yang menyerupai lendir.
Kebanyakan kanker kelenjar Bartholin adalah adenokarsinoma, tetapi beberapa diantaranya (terutama yang tumbuh dari saluran kelenjar) merupakan karsinoma sel transisional atau karsinoma sel skuamosa.
Meskipun agak jarang, adenokarsinoma juga bisa berasal dari kelenajr keringat pada kulit vulva.

PENYEBAB

Penyebabnya tidak diketahui.

Faktor resiko terjadinya kanker vulva:

1. Infeksi HPV atau kutil kelamin (kutil genitalis)
HPV merupakan virus penyebab kutil kelamin dan ditularkan melalui hubungan seksual.
2. Pernah menderita kanker leher rahim atau kanker vagina
3. Infeksi sifilis
4. Diabetes
5. Obesitas
6. Tekanan darah tinggi.
7. Usia
Tigaperempat penderita kanker vulva berusia diatas 50 tahun dan dua pertiganya berusia diatas 70 tahun ketika kanker pertama kali terdiagnosis.
Usia rata-rata penderita kanker invasif adalah 65-70 tahun.
8. Hubungan seksual pada usia dini
9. Berganti-ganti pasangan seksual
10. Merokok
11. Infeksi HIV
HIV adalah virus penyebab AIDS. Virus ini menyebabkan kerusakan pada sistem kekebalan tubuh sehingga wanita lebih mudah mengalami infeksi HPV menahun.
12. Golongan sosial-ekonimi rendah
Hal ini berhubungan dengan pelayanan kesehatan yang adekuat, termasuk pemeriksaan kandungan yang rutin.
13. Neoplasia intraepitel vulva (NIV)
14. Liken sklerosus
Penyakit ini menyebabkan kulit vulva menjadi tipis dan gatal.
15. Peradangan vulva menahun
16. Melanoma atau tahi lalat atipik pada kulit selain vulva.

GEJALA

Kanker vulva mudah dilihat dan teraba sebagai benjolan, penebalan ataupun luka terbuka pada atau di sekitar lubang vagina.
Kadang terbentuk bercak bersisik atau perubahan warna. Jaringan di sekitarnya mengkerut disertai gatal-gatal.
Pada akhirnya akan terjadi perdarahan dan keluar cairan yang encer.

Gejala lainnya adalah:
- nyeri ketika berkemih
- nyeri ketika melakukan hubungan seksual.

Hampir 20% penderita yang tidak menunjukkan gejala.

DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala, hasil pemeriksaan fisik dan hasil biopsi jaringan.


Staging (Menentukan stadium kanker)

Staging merupakan suatu peroses yang menggunakan hasil-hasil pemeriksaan fisik dan pemeriksaan diagnostik tertentu untuk menentukan ukuran tumor, kedalaman tumor, penyebaran ke organ di sekitarnya dan penyebaran ke kelenjar getah bening atau organ yang jauh.

Dengan mengetahui stadium penyakitnya maka dapat ditentukan rencana pengobatan yang akan dijalani oleh penderita.

Jika hasil biopsi menunjukkan bahwa telah terjadi kanker vulva, maka dilakukan beberapa pemeriksaan untuk mengetahui penyebaran kanker ke daerah lain:
# Sistoskopi (pemeriksaan kandung kemih)
# Proktoskopi (pemeriksaan rektum)
# Pemeriksaan panggula dibawah pengaruh obat bius
# Rontgen dada
# CT scan dan MRI.

Stadium kanker vulva dari sistem FIGO:
- Stadium 0 (karsinoma in situ, penyakit Bowen) : kanker hanya ditemukan di permukaan kulit vulva
- Stadium I : kanker ditemukan di vulva dan/atau perineum (daerah antara rektum dan vagina). Ukuran tumor sebesar 2 cm atau kurang dan belum menyebar ke kelenjar getah bening
- Stadium IA : kanker stadium I yang telah menyusup sampai kedalaman kurang dari 1 mm
- Stadium IB: kanker stadium I yang telah menyusup lebih dalam dari 1 mm
- Stadium II : kanker ditemukan di vulva dan/atau perineu, dengan ukuran lebih besar dari 2 cm tetapi belum menyebar ke kelenjar getah bening
- Stadium III : kanker ditemukan di vulva dan/atau perineum serta telah menyebar ke jaringan terdekat (misalnya uretra, vagina, anus) dan/atau telah menyebar ke kelenjar getah bening selangkangan terdekat.
- Stadium IVA : kanker telah menyebar keluar jaringan terdekat, yaitu ke uretra bagian atas, kandung kemih, rektum atau tulang panggul, atau telah menyebar ke kelenjar getah bening kiri dan kanan
- Stadium IVB : kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening di dalam panggul dan/atau ke organ tubuh yang jauh.

PENGOBATAN

Terdapat 3 jenis pengobatan untuk penderita kanker vulva:

1. Pembedahan
- Eksisi lokal luas : dilakukan pengangkatan kanker dan sejumlah jaringan normal di sekitar kanker
- Eksisi lokal radikal : dilakukan pengangkatan kanker dan sejumlah besar jaringan normal di sekitar kanker, mungkin juga disertai dengan pengangkatan kelenjar getah bening
- Bedah laser : menggunakan sinar laser untuk mengangkat sel-sel kanker
- Vulvektomi skinning : dilakukan pengangkatan kulit vulva yang mengandung kanker
- Vulvektomi simplek : dilakukan pengangkatan seluruh vulva
- Vulvektomi parsial : dilakukan pengangkatan sebagian vulva
- Vulvektomi radikal : dilakukan pengangkatan seluruh vulva dan kelenjar getah bening di sekitarnya.
- Eksenterasi panggul : jika kanker telah menyebar keluar vulva dan organ wanita lainnya, maka dilakukan pengangkatan organ yang terkena (misalnya kolon, rektum atau kandung kemih) bersamaan dengan pengangkatan leher rahim, rahim dan vagina.
Untuk membuat vulva atau vagina buatan setelah pembedahan, dilakukan pencangkokan kulit dari bagian tubuh lainnya dan bedah plastik.

2. Terapi penyinaran
Pada terapi penyinaran digunakan sinar X atau sinar berenergi tinggi lainnya utnuk membunuh sel-sel kanker dan memperkecil ukuran tumor.
Pada radiasi eksternal digunakan suatu mesin sebagai sumber penyinaran; sedangkan pada radiasi internal, ke dalam tubuh penderita dimasukkan suatu kapsul atau tabung plastik yang mengandung bahan radioaktif.

3. Kemoterapi
Pada kemoterapi digunakan obat-obatan untuk membunuh sel-sel kanker. Obat tersedia dalam bentuk tablet/kapsul atau suntikan (melalui pembuluh darah atau otot).
Kemoterapi merupakan pengobatan sistemik karena obat masuk ke dalam aliran darah sehingga sampai ke seluruh tubuh dan bisa membunuh sel-sel kanker di seluruh tubuh.

Pengobatan berdasarkan stadium
Pengobatan kanker vulva tergantung kepada stadium dan jenis penyakit serta usia dan keadaan umum penderita.

- Kanker vulva stadium 0

1. Eksisi lokal luas atau bedah laser, atau kombinasi keduanya
2. Vulvektomi skinning
3. Salep yang mengandung obat kemoterapi


- Kanker vulva stadium I

1. Eksisi lokal luas
2. Eksisi lokal radikal ditambah pengangkatan seluruh kelenjar getah bening selangkangan dan paha bagian atas terdekat pada sisi yang sama dengan kanker
3. Vulvektomi radikal dan pengangkatan kelenjar getah bening selangkangan pada salah satu atau kedua sisi tubuh
4. Terapi penyinaran saja.


- Kanker vulva stadium II

1. Vulvektomi radikal dan pengangkatan kelenjar getah bening selangkangan kiri dan kanan. Jika sel kanker ditemukan di dalam kelenjar getah bening, maka dilakukan setelah pembedahan dilakukan penyinaran yang diarahkan ke panggul
2. Terapi penyinaran saja (pada penderita tertentu).


- Kanker vulva stadium III

1. Vulvektomi radikal dan pengangkatan kelenjar getah bening selangkangan dan kelenjar getah bening paha bagian atas kiri dan kanan.
Jika di dalam kelenjar getah bening ditemukan sel-sel kanker atau jika sel-sel kanker hanya ditemukan di dalam vulva dan tumornya besar tetapi belum menyebar, setelah pembedahan dilakukan terapi penyinaran pada panggul dan selangkangan
2. Terapi radiasi dan kemoterapi diikuti oleh vulvektomi radikal dan pengangkatan kelenjar getah bening kiri dan kanan
3. Terapi penyinaran (pada penderita tertentu) dengan atau tanpa kemoterapi.


- Kanker vulva stadium IV

1. Vulvektomi radikal dan pengangkatan kolon bagian bawah, rektum atau kandung kemih ( tergantung kepada lokasi penyebaran kanker) disertai pengangkatan rahim, leher rahim dan vagina (eksenterasi panggul)
2. Vulvektomi radikal diikuti dengan terapi penyinaran
3. Terapi penyinaran diikuti dengan vulvektomi radikal
4. Terapi penyinaran (pada penderita tertentu) dengan atau tanpa kemoterapi dan mungkin juga diikuti oleh pembedahan.


- Kanker vulva yang berulang (kambuh kembali)

1. Eksisi lokal luas dengan atau tanpa terapi penyinaran
2. Vulvektomi radikal dan pengangkatan kolon, rektum atau kandung kemih (tergantung kepada lokasi penyebaran kanker) disertai dengan pengangkatan rahim, leher rahim dan vagina (eksenterasi panggul)
3. Terapi penyinaran ditambah dengan kemoterapi dengan atau tanpa pembedahn
4. Terapi penyinaran untuk kekambuhan lokal atau untuk mengurangi gejala nyeri, mual atau kelainan fungsi tubuh.

PENCEGAHAN

Ada 2 cara untuk mencegah kanker vulva:

1. Menghindari faktor resiko yang bisa dikendalikan
2. Mengobati keadaan prekanker sebelum terjadinya kanker invasif.

Keadaan prekanker bisa ditemukan dengan menjalani pemeriksaan sistem reproduksi secara teratur dan memeriksakan setiap ruam, tahi lalat, benjolan atau kelainan vulva lainnya yang sifatnya menetap.
Pengobatan NIV bisa mencegah sejumlah kasus kanker invasif.

Melanoma bisa dicegah dengan mengangkat tahi lalat atipik.

Setiap wanita hendaknya mewaspadai setiap perubahan yang terjadi pada kulit vulva dengan melakukan pemeriksaan sendiri (dengan bantuan sebuah cermin) setiap bulan.

PRODUK ALTERNATIF UNTUK MEMBANTU MENGATASI KANKER, KLIK DISINI

Kanker Saluran Telur

Kanker Saluran Telur adalah tumor ganas pada saluran telur (tuba falopii).
Kanker tuba falopii sangat jarang terjadi, di seluruh dunia dilaporkan kasus sebanyak kurang dari 1500-2000.Kanker biasanya merupakan penyebaran dari organ lain (misalnya ovarium/indung telur).Kanker saluran telur paling banyak ditemukan pada wanita pasca menopause, tetapi bisa juga ditemukan pada wanita yang lebih muda.

Kebanyakan kanker saluran telur memiliki gambaran mikroskopik yang sama dengan kanker ovarium.Yang paling sering ditemukan adalah adenokarsinoma.


PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui.
GEJALA
Kanker Saluran Telur adalah tumor ganas pada saluran telur (tuba falopii).
Kanker tuba falopii sangat jarang terjadi, di seluruh dunia dilaporkan kasus sebanyak kurang dari 1500-2000.Kanker biasanya merupakan penyebaran dari organ lain (misalnya ovarium/indung telur).Kanker saluran telur paling banyak ditemukan pada wanita pasca menopause, tetapi bisa juga ditemukan pada wanita yang lebih muda.

Kebanyakan kanker saluran telur memiliki gambaran mikroskopik yang sama dengan kanker ovarium.Yang paling sering ditemukan adalah adenokarsinoma.

DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.Pada panggul ditemukan suatu massa yang membesar.

Staging (Menentukan stadium kanker)
# Stadium I : kanker terbatas pada saluran telur
# Stadium II : kanker menyerang salah satu atau kedua saluran telur dan telah menyebar ke panggul
# Stadium III : kanker pada salah satu atau kedua saluarn telur dan telah menyebar ke luar panggul
# Stadium IV : kanker pada salah satu atau kedua saluran telura dan telah menyebar ke organ tubuh lainnya yang jauh.

PENGOBATAN

Pengobatan yang utama untuk kanker saluran telur adalah pembedahan untuk mengangkat kedua saluran telur, kedua indung telur dan rahim disertai pengangkatan kelenjar getah bening perut dan panggul.

Pada kanker stadium lanjut, setelah pembedahan mungkin perlu dilakukan kemoterapi atau terapi penyinaran.

Kanker Rahim : tumor ganas pada endometrium

Kanker Rahim adalah tumor ganas pada endometrium (lapisan rahim).

Kanker rahim biasanya terjadi setelah masa menopause, paling sering menyerang wanita berusia 50-60 taun.
Kanker bisa menyebar (metastase) secara lokal maupun ke berbagai bagian tubuh (misalnya kanalis servikalis, tuba falopii, ovarium, daerah di sekitar rahim, sistem getah bening atau ke bagian tubuh lainnya melalui pembuluh darah).



PENYEBAB

Penyebabnya yang pasti tidak diketahui, tetapi tampaknya penyakit ini melibatkan peningkatan kadar estrogen.

Salah satu fungsi estrogen yang normal adalah merangsang pembentukan lapisan epitel pada rahim. Sejumlah besar estrogen yang disuntikkan kepada hewan percobaan di laboratorium menyebabkan hiperplasia endometrium dan kanker.

Wanita yang menderita kanker rahim tampaknya memiliki faktor resiko tertentu. (faktor resiko adalah sesuatu yang menyebabkan bertambahnya kemungkinan seseorang untuk menderita suatu penyakit).

Wanita yang memiliki faktor resiko tidak selalu menderita kanker rahim, sebaliknya banyak penderita kanker rahim yang tidak memiliki faktor resiko. Kadang tidak dapat dijelaskan mengapa seorang wanita menderita kanker rahim sedangkan wanita yang lainnya tidak.

Penelitian telah menemukan beberapa faktor resiko pada kanker rahim:

  1. Usia
    Kanker uterus terutama menyeranga wanita berusia 50 tahun keatas.
  2. Hiperplasia endometrium
  3. Terapi Sulih Hormon (TSH)
    TSH digunakan untuk mengatasi gejala-gejala menopause, mencegah osteoporosis dan mengurangi resiko penyakit jantung atau stroke.
    Wanita yang mengkonsumsi estrogen tanpa progesteron memiliki resiko yang lebih tinggi. Pemakaian estrogen dosis tinggi dan jangka panjang tampaknya mempertinggi resiko ini.
    Wanita yang mengkonsumsi estrogen dan progesteron memiliki resiko yang lebih rendah karena progesteron melindungi rahim.
  4. Obesitas
    Tubuh membuat sebagian estrogen di dalam jaringan lemak sehingga wanita yang gemuk memiliki kadar estrogen yang lebih tinggi. Tingginya kadar estrogen merupakan penyebab meningkatnya resiko kanker rahim pada wanita obes.
  5. Diabetes (kencing manis)
  6. Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  7. Tamoksifen
    Wanita yang mengkonsumsi tamoksifen untuk mencegah atau mengobati kanker payudara memiliki resiko yang lebih tinggi. Resiko ini tampaknya berhubungan dengan efek tamoksifen yang menyerupai estrogen terhadap rahim.
    Keuntungan yang diperoleh dari tamoksifen lebih besar daripada resiko terjadinya kanker lain, tetapi setiap wanita memberikan reaksi yang berlainan.
  8. Ras
    Kanker rahim lebih sering ditemukan pada wanita kulit putih.
  9. Kanker kolorektal
  10. Menarke (menstruasi pertama) sebelum usia 12 tahun
  11. Menopause setelah usia 52 tahun
  12. Tidak memiliki anak
  13. Kemandulan
  14. Penyakit ovarium polikista
  15. Polip endometrium.

GEJALA

Gejalanya bisa berupa:
# Perdarahan rahim yang abnormal
# Siklus menstruasi yang abnormal
# Perdarahan diantara 2 siklus menstruasi (pada wanita yang masih mengalami menstruasi)
# Perdarahan vagina atau spotting pada wanita pasca menopause
# Perdarahan yang sangat lama, berat dan sering (pada wanita yang berusia diatas 40 tahun)
# Nyeri perut bagian bawah atau kram panggul
# Keluar cairan putih yang encer atau jernih (pada wanita pasca menopause)
# Nyeri atau kesulitan dalam berkemih
# Nyeri ketika melakukan hubungan seksual.


DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan berikut:
# Pemeriksaan panggul
# Pap smear
# USG transvagina
# Biopsi endometrium.

Untuk membantu menentukan stadium atau penyebaran kanker, dilakukan pemeriksaan berikut:
- Pemeriksaan darah lengkap
- Pemeriksaan air kemih
- Rontgen dada
- CT scan tulang dan hati
- Sigmoidoskopi
- Limfangiografi
- Kolonoskopi
- Sistoskopi.

Staging (Menentukan stadium kanker)
# Stadium I : kanker hanya tumbuh di badan rahim
# Stadium II : kanker telah menyebar ke leher rahim (serviks
# Stadium III : kanker telah menyebar ke luar rahim, tetapi masih di dalam rongga panggul dan belum menyerang kandung kemih maupun rektum. Kelenjar getah bening panggul mungkin mengandung sel-sel kanker.
# Stadium IV : kanker telah menyebar ke dalam kandung kemih atau rektum atau kanker telah menyebar ke luar rongga panggul.

PENGOBATAN

Pemilihan pengobatan tergantung kepada ukuran tumor, stadium, pengaruh hormon terhadap pertumbuhan tumor dan kecepatan pertumbuhan tumor serta usia dan keadaan umum penderita.

Metode pengobatan:

1. Pembedahan

Kebanyakan penderita akan menjalani histerektomi (pengangkatan rahim). Kedua tuba falopii dan ovarium juga diangkat (salpingo-ooforektomi bilateral) karena sel-sel tumor bisa menyebar ke ovarium dan sel-sel kanker dorman (tidak aktif) yang mungkin tertinggal kemungkinan akan terangsang oleh estrogen yang dihasilkan oleh ovarium.


Jika ditemukan sel-sel kanker di dalam kelenjar getah bening di sekitar tumor, maka kelenjar getah bening tersebut juga diangkat. Jika sel kanker telah ditemukan di dalam kelenjar getah bening, maka kemungkinan kanker telah menyebar ke bagian tubuh lainnya.
Jika sel kanker belum menyebar ke luar endometrium (lapisan rahim), maka penderita tidak perlu menjalani pengobatan lainnya.

2. Terapi penyinaran (radiasi)

Digunakan sinar berenergi tinggi untuk membunuh sel-sel kanker.
Terapi penyinaran merupakan terapi lokal, hanya menyerang sel-sel kanker di daerah yang disinari.
Pada stadium I, II atau III dilakukan terapi penyinaran dan pembedahan. Penyinaran bisa dilakukan sebelum pembedahan (untuk memperkecil ukuran tumor) atau setelah pembedahan (untuk membunuh sel-sel kanker yang tersisa).

Ada 2 jenis terjapi penyinaran yang digunakan untuk mengobati kanker rahim:

- Radiasi eksternal : digunakan sebuah mesin radiasi yang besar untuk mengarahkan sinar ke daerah tumor. Penyinaran biasanya dilakukan sebanyak 5 kali/minggu selama beberapa minggu dan penderita tidak perlu dirawat di rumah sakit. Pada radiasi eksternal tidak ada zat radioaktif yang dimasukkan ke dalam tubuh.

- Radiasi internal : digunakan sebuah selang kecil yang mengandung suatu zat radioaktif, yang dimasukkan melalui vagina dan dibiarkan selama beberapa hari. Selama menjalani radiasi internal, penderita dirawat di rumah sakit.

3. Kemoterapi

Pada terapi hormonal digunakan zat yang mampu mencegah sampainya hormon ke sel kanker dan mencegah pemakaian hormon oleh sel kanker. Hormon bisa menempel pada reseptor hormon dan menyebabkan perubahan di dalam jaringan rahim.
Sebelum dilakukan terapi hormon, penderita menjalani tes reseptor hormon. Jika jaringan memiliki reseptor, maka kemungkinan besar penderita akan memberikan respon terhadap terapi hormonal.

Terapi hormonal merupakan terapi sistemik karena bisa mempengaruhi sel-sel di seluruh tubuh. Pada terapi hormonal biasanya digunakan pil progesteron.

Terapi hormonal dilakukan pada:
- penderita kanker rahim yang tidak mungkin menjalani pembedahan ataupun terapi penyinaran
- penderita yang kankernya telah menyebar ke paru-paru atau organ tubuh lainnya
- penderita yang kanker rahimnya kembali kambuh.
Jika kanker telah menyebar atau tidak memberikan respon terhadap terapi hormonal, maka diberikan obat kemoterapi lain, yaitu siklofosfamid, doksorubisin dan sisplastin.

Efek samping pengobatan kanker

Pengobatan kanker bisa menyebabkan kerusakan pada sel dan jaringan yang sehat, karena itu bisa menimbulkan beberapa efek samping yang tidak diharapkan.
Efek samping tersebut tergantung kepada berbagai faktor, diantaranya jenis dan luasnya pengobatan.

Setelah menjalani histerektomi, penderita biasanya mengalami nyeri dan merasa sangat lelah. Kebanyakan penderita akan kembali menjalani aktivitasnya yang normal dalam waktu 4-8 minggu setelah pembedahan.
Beberapa penderita mengalami mual dan muntah serta gangguan berkemih dan buang air besar.
Wanita yang telah menjalani histerektomi tidak akan mengalami menstruasi dan tidak dapat hamil lagi. Jika ovarium juga diangkat, maka penderita juga mengalami menopause. Hot flashes dan gejala menopause lainnya akibat histerektomi biasanya lebih berat dibandingkan dengan gejala yang timbul karena menopause alami.

Pada beberapa penderita, histerektomi bisa mempengaruhi hubungan seksual. Penderita merasakan kehilangan sehingga mengalami kesulitan dalam melakukan hubungan seksual.

Histerektomi


Histerektomi

Efek samping dari terapi penyinaran sangat tergantung kepada dosis dan bagian tubuh yang disinari.

Biasanya kulit menjadi kering dan merah, rambut di daerah yang disinari mengalami kerontokan, nafsu makan berkurang dan kelelahan yang luar biasa.
Beberapa penderita merasakan gatal-gatal, kekeringan dan perih pada vaginanya.
Penyinaran juga menyebabkan diare atau sering berkemih.
Radiasi juga bisa menyebabkan terjadinya penurunan jumlah sel darah putih.

Wanita yang mengkonsumsi progesteron bisa mengalami peningkatan nafsu makan, penimbunan cairan dan penambahan berat badan. Jika masih mengalami menstruasi, maka siklusnya bisa mengalami perubahan.

PENCEGAHAN

Setiap wanita sebaiknya menjalani pemeriksaan panggul dan Pap smear secara rutin, untuk menemukan tanda-tanda pertumbuhan yang abnormal.

Wanita yang memiliki faktor resiko kanker rahim sebaiknya lebih sering menjalani pemeriksaan panggul, Pap smear dan tes penyaringan (termasuk biopsi endometrium).


Kanker Vagina : tumor ganas pada vagina

Kanker Vagina : tumor ganas pada vagina

Kanker Vagina adalah tumor ganas pada vagina.

Vagina adalah saluran sepanjang 7,5-10 cm; ujung atasnya berhubungan dengan serviks (leher rahim/bagian terendah dari rahim), sedangkan ujung bawahnya berhubungan dengan vulva.
Dinding vagina dilapisi oleh epitelium yang terbentuk dari sel-sel skuamosa. Di bawah epitelium terdapat jaringan ikat, otot involunter, kelenjar getah bening dan persarafan.

Dinding vagina memiliki banyak lipatan yang membantu agar vagina tetap terbuka selama hubungan seksual atau proses persalinan berlangsung.

Ada beberapa jenis kanker vagina:

1. Karsinoma sel skuamosa (85-90%)
Berasal dari lapisan epitelium vagina. Lebih banyak ditemukan di vagina bagian atas.
Karsinoma skuamosa biasanya ditemukan pada wanita berusia 60-80 tahun.
Karsinoma verukosa adalah sejenis karsinoma sel skuamosa yang tumbuhnya lambat. Karsinoma ini tumbuh ke arah rongga vagina dan tampak seperti kutil atau bunga kol.

2. Adenokarsinoma (5-10%)
Adenokarsinoma paling sering terjadi pada wanita berusia 12-30 tahun.

3. Melanoma maligna (2-3%)
Berasal dari sel-sel penghasil pigmen, lebih banyak ditemukan di vagina bagian bawah.

4. Sarkoma (2-3%)
Kanker ini tumbuh jauh di dalam dinding vagina, bukan pada epitelium.

Ada beberapa jenis sarkoma, yang paling sering ditemukan adalah leiomiosarkoma, yang menyerang wanita berusia 50 tahun ke atas.

Rabdomiosarkoma adalah kanker pada masa kanak-kanak, biasanya terjadi sebelum usia 3 tahun. Sel-selnya mirip dengan sel otot volunter, yang merupakan suatu jaringan yang dalam keadaan normal tidak ditemukan pada dinding vagina.

Karsinoma sel skuamosa tidak tumbuh secara tiba-tiba, kanker ini berkembang selama bertahun-tahun dari suatu perubahan prekanker pada vagina yang disebut neoplasi intraepitel vagina (NIVA).

PENYEBAB

Penyebabnya tidak diketahui.

Faktor resiko terjadinya kanker vagina:

1. Usia
Sekitar 50% penderita karsinoma skuamosa adalah wanita berusia 60 tahun keatas.
Sebagian besar kasus kanker vagina ditemukan pada wanita yang berusia 50-70 tahun.

2. DES (dietilstilbestrol)
DES adalah suatu obat hormonal yang banyak digunakan pada tahun 1940-1970 untuk mencegah keguguran pada wanita hamil.
Sebanyak 1 diantar 1000 wanita yang ibunya mengkonsumsi DES, menderita adenokarsinoma sel bersih pada vagina maupun serviks. Resiko tertinggi terjadi jika ibu mengkonsumsi DES pada usia kehamilan 16 minggu.

3. Adenosis vagina
Dalam keadaan normal vagina dilapisi oleh sel gepeng yang disebut sel skuamosa.
Pada sekitar 40% wanita yang telah mengalami menstruasi, pada vagina bisa ditemukan daerah-daerah tertentu yang dilapisi oleh sel-sel yang serupa dengan sel-sel yang ditemukan di dalam kelenjar rahim bagian bawah dan lapisan rahim. Keadaan ini disebut adenosis.
Hal tersebut terjadi pada hampir semua wanita yang terpapar oleh DES selama perkembangan janin.

4. Infeksi HPV (human papiloma virus)
HPV adalah virus penyebab kutil kelamin yang ditularkan melalui hubungan seksual.

5. Hubungan seksual pertama pada usia dini

6. Berganti-ganti pasangan

7. Melakukan hubungan seksual dengan seseorang yang sering berganti-ganti pasangan

8. Kanker serviks

9. Iritsi vagina

10. Merokok.

GEJALA

Kanker vagina menyebabkan kerusakan pada lapisan vagina dan menyebabkan terbentuknya luka terbuka yang bisa mengalami perdarahan dan terinfeksi.

Penderita mungkin juga mengalami perdarahan melalui vagina (seringkali setelah melakukan hubungan seksual) atau dari vaginanya keluar cairan encer.

Jika kanker berukuran besar bisa mempengaruhi fungsi kandung kemih dan rektum sehingga penderita mengalami urgensi untuk berkemih dan mengalami nyeri ketika berkemih.

Gejala lainnya adalah:
- keluar cairan abnormal dari vagina
- terasa ada benjolan
- nyeri ketika melakukan hubungan seksual.

Pada kanker stadium lanjut akan timbuli nyeri ketika berkemih, sembelit dan nyeri panggul yang menetap.

DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
Pada pemeriksaan panggul akan teraba adanya benjolan.

Pemeriksaan lainnya yang biasa dilakukan:
# Kolposkopi (pemeriksaan dinding vagina dengan bantuan kaca pembesar)
# Biopsi (pemeriksaan mikroskopik terhadap contoh jaringan vagina).


Staging

Staging merupakan proses penentuan penyebaran kanker, yang penting dilakukan untuk menentukan jenis pengobatan dan prognosis penyakit.
Penilaian penyebaran kanker vagina melibatkan beberapa pemeriksaan berikut:
- Pemeriksaan fisik menyeluruh
- Pielogram intravena
- Barium enema
- Rontgen dada
- Sistoskopi
- Proktoskopi
- CT scan
- Skening tulang.

Stadium kanker vagina berdasarkan sistem FIGO:

# Stadium 0 (karsinoma in situ, NIVA 3) : sel-sel kanker terbatas pada epitelium vagina dan belum menyebar ke lapisan vagina lainnya.
Pada stadium ini kanker tidak dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya.

# Stadium I : kanker telah menyebar ke bawah epitelium tetapi masih terbatas pada mukosa vagina (mukosa terdiri dari 2 lapisan, yaitu epitelium dan lamina propria atau stroma subepitel).

# Stadium IA : tumor berukuran kurang dari 2 cm dan telah tumbuh ke dalam dinding sedalam kurang dari 1 milimeter.

# Stadium IB : tumor lebih besar dari 2 cm dan telah menembus ke dalam dinding sedalam lebih dari 1 milimeter.

# Stadium II : kanker telah menyebar ke jaringan ikat vagina tetapi belum menyebar ke dinding panggul maupun organ lain.

# Stadium III : kanker telah menyebar ke dinding panggul dan/atau telah menyebar ke kelenjar getah bening pada sisi yang sama dengan tumor.

# Stadium IVA : kanker telah menyebar ke organ di dekat vagina (misalnya kandung kemih) dan/atau taelah menyebar keluar panggul dan/atau telah menyebar ke kelenjar getah bening pada kedua sisi panggul.

# Stadium IVB : kanker telah menyebar ke organ tubuh yang jauh (misalnya paru-paru).

PENGOBATAN

Pengobatan untuk keadaan prekanker (NIVA)

Untuk menentukan lokasi NIVA yang pasti, dilakukan pemeriksaan kolposkopi.
Untuk memperkuat diagnosis dilakukan biopsi.

Pilihan pengobatan untuk NIVA:

1. Bedah laser untuk menguapkan jaringan yang abnormal.
2. LEEP (loop electroexcision procedure) : digunakan kauter panas untuk membuang lesi pada vagina. Efektif untuk lesi yang kecil.
3. Kemoterapi topikal : digunakan kemoterapi (5FU/fluorouracil) yang dioleskan langsung ke vagina setiap malam selama 1-2 minggu atau setiap minggu selama 10 minggu.
Obat ini bisa menyebabkan iritasi vagina dan vulva.

NIVA tingkat rendah seringkali menghilang dengan sendirinya, karena itu pengobatan biasanya hanya dilakukan pada NIVA tingkat menengah atau tinggi.

Pengobatan untuk kanker vagina

Terdapat 3 macam pengobatan untuk kanker vagina:

1. Pembedahan

- Bedah laser

- Eksisi lokal luas : dilakukan pengangkatan kanker dan sebagian jaringan di sekitarnya. Untuk memperbaiki vagina bisa dilkukan pencangkokan kulit yang diambil dari bagian tubuh lainnya.

- Vaginektomi (pengangkatan vagina).

Jika kanker telah menyebar keluar vagina, dilakukan vaginektomi dan histerektomi radikal (pengangkatan rahim, ovarium/indung telur dan tuba falopii/saluran indung telur). Pembedahan tersebut bisa disertai dengan pengangkatan kelenjar getah bening.
- Eksenterasi dilakukan jika kanker telah menyebar keluar vagina dan organ wanita lainnya. Pada pembedahan ini dilakukan engangkatan kolon bawah, rektum atau kandung kemih (tergantung lokasi penyebaran tumor) disertai pengangkatan serviks/leher rahim, rahim dan vagina.

Setelah pembedahan ini mungkin perlu dilakukan pencangkokan kulit dan bedah plastik untuk membuat vagina buatan.

2. Terapi penyinaran

Pada terapi penyinaran digunakan sinar X dosis tinggi atau sinar berenergi tinggi lainnya untuk membunuh sel-sel kanker dan memperkecil ukuran tumor.
Penyinaran yang berasal dari sebuah mesin disebut radiasi eksterna, sedangkan penyinaran yang berasal dari sebuah kapsul/tabung yang mengandung zat radioaktif dan dimasukkan ke dalam vagina radiasi interna.
Radiasi bisa digunakan secara terpisah atau sesudah pembedahan.

3. Kemoterapi

Pada kemoterapi digunakan obat-obatan untuk membunuh sel kanker.
Kemoterapi tersedia dalam bentuk pil atau suntikan intravena (melalui pembuluh darah).
Kemoterapi merupakan pengobatan sistemik karena obat masuk ke dalam aliran darah dan bergerak ke seluruh tubuh serta membunuh sel-sel kanker yang berada diluar vagina.
Pada kemoterapi intravagina, obat kemoterapi dimasukkan langsung ke dalam vagina.

Pengobatan berdasarkan stadium

Pengobatan kanker vagina tergantung kepada stadium dan jenis penyakit, serta usia dan keadaan umum penderita.

1. Kanker vagina stadium 0
- Vaginektomi. Setelah vaginektomi mungkin harus dilakukan pencangkokan kulit untuk memperbaiki kerusakan pada vagina.
- Terapi radiasi interna
- Bedah laser
- Kemoterapi intravagina.

2. Kanker vagina stadium I
Kanker skuamosa
- Radiasi interna dengan atau tanpa radiasi eksterna
- Eksisi lokal luas, bisa diikuti dengan perbaikan vagina. Pada beberapa kasus, bisa diikuti dengan terapi penyinaran.
- Vaginektomi dan diseksi kelenjar getah bening
Adenokarsinoma
- Vaginektomi dan pengangkatan rahim, ovarium serta tuba falopii, disertai diseksi kelenjar getah bening panggul. Prosedur ini diikuti dengan perbaikan vagina.
Pada beberapa kasus bisa dilanjutkan dengan terapi penyinaran.
- Radiasi interna dengan atau tanpa radiasi eksterna.
- Pada kasus tertentu dilakukan eksisi lokal luas dan diseksi beberapa kelenjar getah bening panggul yang diikuti dengan radiasi interna.

3. Kanker vagina stadium II
- Kombinasi radiasi interna dan eksterna
- Pembedahan, yang bisa dilanjutkan dengan terapi penyinaran

4. Kanker vagina stadium III
- Kombinasi radiasi interna dan eksterna
- Pembedahan, kadang dikombinasikan dengan terapi penyinaran
5. Kanker vagina stadium IVA
- Kombinasi radiasi interna dan eksterna
- Pembedahan kadang dikombinasikan dengan terapi penyinaran
6. Kanker vagina stadium IVB
- Penyinaran untuk meringankan gejala nyeri, mual, muntah maupun gangguan fungsi pencernaan
- Kemoterapi.


Jika kanker berulang (kambuh kembali) dan menyebar ke organ wanita lainnya, maka dilakukan eksenterasi, tergantung kepada lokasi penyebaran kanker.
Bisa juga dilakukan terapi penyinaran dan kemoterapi.

PENCEGAHAN

Cara terbaik untuk mengurangi resiko kanker vagina adalah menghindari faktor resikonya.