KUMPULAN MAKALAH, SKRIPSI, & TIPS DAN TRIK

Download Kumpulan Makalah Gratis, Kumpulan Skripsi Gratis, Kumpulan Proposal Skripsi Gratis, Kumpulan Paper Gratis, Kumpulan Kliping Gratis, Kumpulan Makalah Pendidikan, Kumpulan Makalah Teknik Informatika, Kumpulan Makalah Sosiologi, Kumpulan Makalah Ekonomi, Kumpulan Makalah Ilmu Pengetahuan

Download Kumpulan Makalah Gratis, Kumpulan Skripsi Gratis, Kumpulan Proposal Skripsi Gratis, Kumpulan Paper Gratis, Kumpulan Kliping Gratis, Kumpulan Makalah Pendidikan, Kumpulan Makalah Teknik Informatika, Kumpulan Makalah Sosiologi, Kumpulan Makalah Ekonomi, Kumpulan Makalah Ilmu Pengetahuan

USAHA PEMBERANTASAN BUTA AKSARA DAN MENINGKATKAN PROGRAM WAJIB BELAJAR DI DESA TATTANGOH KECAMATAN PROPPO KABUPATEN PAMEKASAN

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
          Salah satu tujuan nasional di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar RI tahun 1945 adalah mencerdaskan kehidupan bangsa yang dapat diupayakan melalui pendidikan. Pendidikan merupakan kebutuhan utama dan hak asasi setiap manusia. Namun, masih tampak pula kesenjangan pendidikan karena pendidikan di Indonesia belum sepenuhnya merata, sehingga
masih banyak ditemukan warga yang menyandang buta aksara. Akibatnya, hal tersebut juga berpengaruh terhadap kemampuan ekonomi dan sosial masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah bekerja sama dengan berbagai elemen dunia pendidikan untuk memberantas buta aksara dan meningkatkan HDI sebagai tolak ukur kualitas SDM Indonesia dimata dunia, karena 2/3 variabel pendidikan dikontribusi dari angka melek aksara (literacy rate).

Pemberantasan Buta aksara penting dilaksanakan. Beberapa dasar dilaksanakannya pemberantasan buta aksara antara lain, pertama, melek aksara merupakan hak dasar bagi setiap orang, sekaligus sebagai kunci pembuka bagi pemerolehan hak-hak lainnya. Kedua, masalah buta aksara sangat terkait dengan kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, dan ketidakberdayaan masyarakat. Sedangkan yang ketiga, buta aksara berdampak terhadap pembangunan bangsa, yakni:
1) Rendahnya produktivitas masyarakat,
2) Rendahnya kesadaran untuk menyekolahkan anak/ keluarganya,
3) Rendahnya kemampuan mengakses informasi,
4) Sulit menerima inovasi (pembaharuan), serta
5) rendahnya indeks pembangunan manusia .

Sesungguhnya program Pemberantasan Buta Huruf/Aksara telah dijalankan sejak tahun 1950-an melalui berbagai pola dan pendekatan dengan melibatkan berbagai kalangan masyarakat seperti organisasi sosial masyarakat, Lembaga Swadaya Masyarakat, Perguruan Tinggi dan lembaga terkait lainnya. Namun jumlah penyandang buta aksara di Indonesia hingga kini masih tinggi (sekitar 14,8 juta orang) atau mencapai 5,97% (tahun 2008) (DIRJEN PNFI, 2009). Mulai tahun 2005, Pemerintah telah melaksanakan program Pemberantasan Buta Aksara intensif sebagai upaya untuk mempercepat peningkatan tingkat melek huruf (literacy rate) dengan target setidaknya mencapai 95% pada tahun 2009.
Guna menjangkau kelompok-kelompok yang masih buta huruf, Pendidikan Luar Sekolah mempunyai Program Keaksaraan Fungsional. Program Keaksaraan Fungsional ini lebih mengkonsentrasikan kepada kelompok usia produktif yaitu umur 10 - 44 tahun. Keaksaraan fungsional adalah pendekatan pembelajaran baca, tulis, dan hitung yang terintegrasi dengan keterampilan usaha berdasarkan kebutuhan dan potensi warga belajar. Adapun tujuan program ini adalah membelajarkan warga belajar agar mampu membaca, menulis, berhitung, dan berbahasa Indonesia dengan baik dan benar sebagai dasar untuk meningkatkan usaha dan taraf kehidupannya.
Berdasarkan informasi pada pembekalan KKN Universitas Islam Madura, angka buta aksara di Kabupaten Pamekasan mencapai sekitar 18.000 jiwa. Sedangkan dalam peringkat nasional, Jawa Timur merupakan provinsi terbesar pertama untuk angka buta aksaranya. Sehingga ditargetkan pada tahun 2010 ini angka melek aksara dapat ditingkatkan dengan ditanganinya 1.200 warga belajar pada KKN ini. Pada KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Islam Madura yang terletak di Desa Tattangoh Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan.
Desa Tattangoh yang terletak di Kecamatan Proppo merupakan salah satu Desa yang ada di Kabupaten Pamekasan. Luas desa tersebut + 1,91 km2 dengan jumlah penduduk + sebesar 2.793 jiwa yang tersebar pada 3 dusun yang terdiri dari 557 kepala keluarga. Desa yang terletak di Kecamatan Proppo ini berklasifikasi Desa Swasembada.
KKN yang dilaksanakan oleh penulis berada di Desa Tattangoh, Kecamatan Proppo. Sehingga pembahasan berikutnya akan difokuskan pada pelaksanaan program pemberantasan buta aksara di Desa Tattangoh. Desa Tattangoh merupakan salah satu desa terpencil di Kecamatan Proppo. Meskipun sebagian besar penduduk Desa Tattangoh telah berkependidikan dasar dan menengah, ternyata masih banyak ditemukan warga penyandang buta aksara akibat tidak sekolah maupun putus sekolah.
Berdasarkan uraian di atas, maka pemberantasan buta aksara di Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan sangat penting dan mendesak untuk dilaksanakan. Pemberantasan buta aksara ini akan sukses jika didukung oleh pemerintah dan warga setempat. Oleh karena itu, Universitas Islam Madura dan Pemerintah Kabupaten Pamekasan bekerja sama untuk melaksanakan program Pemberantasan Buta Aksara demi mewujudkan Pamekasan Bebas Buta Aksara.
B. Permasalahan
Adapun permasalahan yang terjadi setelah kami mensurvei atau turun kelapangan di desa tersebut dalam hal membaca :
1. Minimnya kesadaran masyarakat dalam hal membaca.
2. Sarana dan Prasarana kurang
3. Lembaga pendidikan jauh
4. Tidak mampunya orang tua untuk membiayai putra-putrinya.
C. Tujuan Manfaat dan Dampak
a. Meningkatkan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) serta keterampilan warga belajar agar mampu meningkatkan mutu dan taraf hidupnya.
b. Menciptakan tenaga lokal yang potensial untuk mengelola sumber daya yang ada di lingkungannya.
c. Dengan kemampuan calistung merupakan dasar untuk terciptanya masyarakat gemar belajar dan mampu menekan angka drop out di pendidikan persekolahan.


BAB II
PROGRAM

A. RENCANA KEGIATAN
Adapun rencana kegiatan penelitian ini akan menggunakan rancangan pra-eksperimental dan rancangan deskriptif. Penggunaan rancangan pra-eksperimental digunakan untuk mengungkapkan hubungan sebab-akibat hanya dengan cara melibatkan satu kelompok subjek sehingga tidak ada kontrol yang ketat terhadap variabel ekstra (Lemlit, 2003). Sedangkan rancangan deskriptif dimaksudkan untuk mendeskripsikan (memaparkan) peristiwa sebagaimana mestinya.
Bentuk rancangan pra-eksperimen dapat digambarkan sebagai berikut:

Subyek Pretes Perlakuan Pascates
R O X O

R = random (acak)
X = variabel
O = observasi (pengukuran)

Variabel bebas pada penelitian ini adalah model dan pendekatan pembelajaran. Sedangkan variabel terikatnya adalah motivasi belajar, prestasi belajar calistung, dan keterampilan warga belajar. Kegiatan pembelajaran pemberantasan buta aksara (PBA) ini rencananya akan dilaksanakan pada tanggal dimulainya KKN sampai dengan selesainya KKN, yang berlokasi di tiga dusun, yaitu Dusun Tengginah, Dusun Tengah dan Dusun Danglebar Desa Tattangoh Kec. Proppo Kab. Pamekasan.
Populasi penelitian ini adalah 3 kelompok belajar di Desa Tattangoh Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan. Sedangkan, pengambilan sampel dilakukan dengan teknik classter random sampling. Dalam 1 Desa terdiri dari tiga kelompok belajar, dan masing-masing kelompok belajar terdiri dari 10 warga belajar.
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi instrumen tes, pedoman observasi. Sedangkan pengumpulan data dilaksanakan melalui teknik tes, wawancara, pengamatan, dan dokumentasi. Tes dilaksanakan setelah kegiatan pembelajaran berlangsung dalam bentuk tes tulis dalam rangka persyaratan mendapatkan SUKMA-1 (Surat Keterangan Melek Aksara – 1/ Dasar).

B. BENTUK KEGIATAN
Bentuk kegiatan ini ada 2 kegiatan :
a. Kegiatan yang bersifat umum
Yang mana kegiatan ini di fokuskan pada pemberantasan buta aksara dan pemberdayaan fasilitas pendidikan yang ada di setiap dusun baik di bidang pengajian, madrasah ataupun sekolah.
b. Kegiatan yang bersifat khusus
Kegiatan ini di fokuskan di bidang pendidikan terhadap masyarakat yang buta aksara.
C. TAHAPAN KEGIATAN
Kesuksesan program PBA juga ditentukan oleh strategi kegiatan yang telah disusun yang dilaksanakan sesuai langkah-langkah berikut:
a. Mendeskripsikan jumlah calon warga belajar buta aksara.
b. Mendeskripsikan calon tutor keaksaraan fungsional.
c. Membentuk kelompok belajar keaksaraan fungsional di Dusun Tengginah dan Dusun Tengah dan Dusun Danglebar Desa Tattangoh Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan.
d. Mengadakan kontrak belajar dengan warga belajar yang meliputi tempat pembelajaran, waktu, dan materi pembelajaran.
e. Menyelenggarakan proses pembelajaran keaksaraan fungsional.
f. Menyelenggarakan proses pembelajaran keterampilan sesuai kebutuhan warga belajar.
g. Mengadakan evaluasi pembelajaran keaksaraan fungsional.
h. Merumuskan program tindak lanjut.

Selanjutnya, hasil eksperimen yang menggunakan pre-test and post-test one group design dianalisis menggunakan tes signifikansi dengan rumus sebagai berikut:


(Arikunto, 2006)
Keterangan :
Md = mean dari perbedaan pretes dengan postes (post test-pre test)
xd = deviasi masing-masing subjek (d-Md)
= jumlah kuadrat deviasi
N = subyek pada sampel
d.b. = ditentukan dengan N-1

Sedangkan hasil motivasi dan hasil keterampilan warga belajar dianalisis secara non-statistik melalui analisis deskriptif


.



BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN

Untuk meningkatkan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung serta keterampilan warga belajar, maka kegiatan PBA dilaksanakan dengan strategi pendekatan persuasif dan pendekatan dengan prinsip-prinsip individualisation dan self-determinism. Oleh karena itu, materi yang diajarkan adalah topik-topik yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari warga belajar yang telah disepakati oleh warga belajar bersama tutor dengan menggunakan metode ceramah, curah pengetahuan, dan pemberian tugas. Kegiatan PBA di Desa Tattangoh Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan ini dapat dinyatakan berhasil ditinjau dari evaluasi kegiatan keterampilan dan tes signifikasi yang menunjukkan perbedaan yang signifikan antara hasil pre-test dengan post-test berdasarkan pre-test dan post-tes one group design. Keberhasilan PBA ni didukung oleh kerja sama antara warga belajar, masyarakat, kalangan akademik, dan Pemerintah Daerah Pamekasan. Selanjutnya, keberhasilan perlu dievaluasi bersama dan ditindaklanjuti agar warga belajar tidak mengalami buta aksara kembali yang dapat dilaksanakan melalui program keaksaraan Fungsional (KF) lanjutan.


RENCANA ANGGARAN PENDANAAN

Dana yang dibutuhkan untuk pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata ini sebesar, Rp. 1.500.000 (Satu Juta Lima Ratus Ribu Rupiah).
Adapun dana kegiatan ini diharapkan dapat terpenuhi dari:
a) Sumbangan para peserta KKN 2010
b) Sumbangan dari para donatur
c) Kerjasama / sponsorship
d) Usaha lain yang halal dan tidak mengikat

untuk download filenya klik : DOWNLOAD

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Biologi dengan judul USAHA PEMBERANTASAN BUTA AKSARA DAN MENINGKATKAN PROGRAM WAJIB BELAJAR DI DESA TATTANGOH KECAMATAN PROPPO KABUPATEN PAMEKASAN. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://paper-makalah.blogspot.com/2010/08/usaha-pemberantasan-buta-aksara-dan.html. Terima kasih!
Ditulis oleh: Udien bae -

Belum ada komentar untuk "USAHA PEMBERANTASAN BUTA AKSARA DAN MENINGKATKAN PROGRAM WAJIB BELAJAR DI DESA TATTANGOH KECAMATAN PROPPO KABUPATEN PAMEKASAN"

Post a Comment

TULIS DISINI....