KUMPULAN MAKALAH, SKRIPSI, & TIPS DAN TRIK

Download Kumpulan Makalah Gratis, Kumpulan Skripsi Gratis, Kumpulan Proposal Skripsi Gratis, Kumpulan Paper Gratis, Kumpulan Kliping Gratis, Kumpulan Makalah Pendidikan, Kumpulan Makalah Teknik Informatika, Kumpulan Makalah Sosiologi, Kumpulan Makalah Ekonomi, Kumpulan Makalah Ilmu Pengetahuan

Download Kumpulan Makalah Gratis, Kumpulan Skripsi Gratis, Kumpulan Proposal Skripsi Gratis, Kumpulan Paper Gratis, Kumpulan Kliping Gratis, Kumpulan Makalah Pendidikan, Kumpulan Makalah Teknik Informatika, Kumpulan Makalah Sosiologi, Kumpulan Makalah Ekonomi, Kumpulan Makalah Ilmu Pengetahuan

MASA DISENTEGRASI (1000-1250 M)


Perkembangan peradaban dan kebudayaan serta kemajuan besar yang dicapai dinasti Abbasiyah pada periode pertama telah mendorong para pengoasa untuk hidup mewah, bahkan cendrung mencolok. Setiap khalifah cendrung ingin lebih mewah dari pendahulunya. Pilihan khalifah Al-Mu’tashim terhadap unsur Turki dalam ketentaraan terutama dilatarbelkangi oleh adanya persaingan antara golongan Arab dan Persia pada masa Al-Ma’mun das sebelumnya.
A.     DINASTI-DINASTI YANG MEMERDEKAKAN DIRI DARI BAGHDAD
Kekuasaan dinasti ini tidak pernah diakui di Spanyol dan seluruh Afrika Utara, kecuali Mesir yang bersifat sebentar-sebentar dan kebanyakan bersifat nominal. Ada kemungkinan bahwa para khalifah Abbasiyah sudah cukup puas dengan pengakuan nominal dari propensi-propensi tertentu, dengan pembayaran upeti itu. Akibat dari kebijaksanaan yang lebih menekankan pembinaan peradaban dan kebudayaan Islam dari persoalan politik itu, provinsi-provinsi tertentu di  pinggiran mulai lepas dari genggaman penguasa Bani Abbas. Ini bisa terjadi dalam salah satu dari dua cara : pertama, seorang pemimpin lokal memimpin suatu pemberontakan dan berhasil memperoleh kemerdekaan penuh, seperti daulat Ummayah di Spanyol dan Idrisiyah di marokko.
Kecuali Bani Umayyah di Spanyol dan Idrisiyah di Marokko, provinsi-provinsi itu pada mulanya tetap penuh membayar upeti selama mereka menyaksikan Baghdad stabil dan khalifah mampu mengatasi pergolakan-pergolakan yang muncul. Menurut Watt, sebenarnya keruntuhan kekuasaan Bani Abbas mulai terlihat sejak awal abad kesembilan.    
Dari latar belakang dinasti-sinasti itu, nampak jelas adanya persaingan antar bangsa, terutama antar Arab, Persia, dan Turki. Faktor-faktor penting  yang men yebabkan kemunduran Bani Abbas pada periode ini, sehingga banyak daerah memerdekakan diri :
1.      Luasnya wilayah kekuasaan daulat Abbasiyah sementara komunikasi pusat dengan daerah sulit dilakukan.
2.      Dengan profesionalisasi angkatan bersenjata, ketergantungan khalifah kepada mereka sangat tinggi.
3.      Keuangan negara sangat sulit karena biaya yang dikeluarkan untuk tentara bayaran sangat besar.  
B.     PEREBUTAN KEKUASAAN DI PUSAT PEMERINTAHAN
Faktor lain yang menyebabkan peran politik Bani Abbas menurun adalah perebutan kekuasaan di pusat pemerintahan, pertumpahan darah pertama dalam Islam karena perebutan kekuasaan terjadi pada masa kekhalifaan Ali bin Abi Thalib. Pemberontakan-pemberontakan yang muncul pada masa Ali ini bertujuan untuk menjatuhkan dari kursi khalifah dan diganti oleh pemimpin pemberontak itu. Sebagaimana para khalifah Abbasiyah periode pertama, para penguasa Bani Buwaih mencurahkan perhatian secara langsung dan sungguh-sungguh terhadap pengembangan Ilmu pengetahuan dan kesusastraan.
Jatuhnya kekuasaan Bani Bawaih ke tengah Seljuk bermula dari perebutan kekuasaan di dalam negari. Posisi dan kedudukan khalifah lebih baik setelah dinasti Seljuk berkuasa,  piling tidak kewajibannya dalam bidang agama dikembalikan setelah beberapa lama dirampas orang-orang Syi’ah. Pada masa Alp Arselan, ilmu pengetahuan dan agama mulai berkembang dan mengalami kemajuan pada zaman Sultan  Malik syah yang dibantu oleh perdana mentrinya Nizham Al-Mulk.
C.     PERANG SALIB
Peristiwa besar ini menanamkan benih permusuhan dan kebencian orang-orang Kristen terhadap umat Islam, yang kemudian mencetuskan perang salib. Untuk memperoleh kembali keleluasaan berziarah ke tanah suci Kristen itu, pada tahun 1095 M, paus Urbanus II berseru kepada umat Kristen kepada di Eropa supaya melakukan perang suci, perang ini kemudian dikenal dengan nama Perang Salib, yang terjadi dalam tiga periode.

Periode Pertama
Pada musim semi tahun 1095 M, 150.000 orang Eropa, sebagian besar bangsa prancis dan Norman, berangkat menuju Konstanstinopel, kemudian ke palestina.   
1.      Periode Kedua
Pada tanggal 2 November 1192 M, dibuat perjanjian ini disebutkan bahwa orang-orang kristen yang pergi berziarah ke bait al-Mawdis tidak akan diganggu.
2.       Periode Ketiga
Tentara Salib pada periode ini dipimpin oleh raja jerman.
D.     SEBAB-SEBAB KEMUNDURAN PEMERINTAHAN BANI ABBAS
Disamping kelemahan khalifah, banyak faktor lain yang menyebabkan khilafah abbasiyah menjadi mundur, masing-masing faktor tersebut saling berkaitan satu sama lain. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:
1.      Persaingan antar bangsa
2.      Kemerosotan ekonomi
3.      Konflik keagamaan.
4.      Ancaman dari luar
Tanggapan
Saya setuju dengan adanya faktor-faktore yang menyebabkan khilafah Abbasiyah menjadi mundur karena faktor tersebut sangat mendukung meskipun faktor tersebut tidak datang secara tiba-tiba benih-benihnya sudah terlihat pada periode pertama hanya karena khalifah pada periode ini sangat kuat akhirnya benih-benih itu tidak sempat berkembang.
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Kumpulan Makalah / Pendidikan Islam dengan judul MASA DISENTEGRASI (1000-1250 M). Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://paper-makalah.blogspot.com/2011/01/masa-disentegrasi-1000-1250-m.html. Terima kasih!
Ditulis oleh: Udien bae -

Belum ada komentar untuk "MASA DISENTEGRASI (1000-1250 M)"

Post a Comment

TULIS DISINI....