KUMPULAN MAKALAH, SKRIPSI, & TIPS DAN TRIK

Download Kumpulan Makalah Gratis, Kumpulan Skripsi Gratis, Kumpulan Proposal Skripsi Gratis, Kumpulan Paper Gratis, Kumpulan Kliping Gratis, Kumpulan Makalah Pendidikan, Kumpulan Makalah Teknik Informatika, Kumpulan Makalah Sosiologi, Kumpulan Makalah Ekonomi, Kumpulan Makalah Ilmu Pengetahuan

Download Kumpulan Makalah Gratis, Kumpulan Skripsi Gratis, Kumpulan Proposal Skripsi Gratis, Kumpulan Paper Gratis, Kumpulan Kliping Gratis, Kumpulan Makalah Pendidikan, Kumpulan Makalah Teknik Informatika, Kumpulan Makalah Sosiologi, Kumpulan Makalah Ekonomi, Kumpulan Makalah Ilmu Pengetahuan

MOTIVASI

MOTIVASI


1.      Pengertian Motivasi
Motivasi berasal dari kata motif yang berarti “segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk bertindak melakukan sesuatu”.[1] Sedangkan dalam bahasa Inggris kata motivasi adalah berasal dari kata “motivation” yang berarti “daya batin atau dorongan”.[2]
Menurut Clifford T. Morgan:
Motivation is a general term it refers to states within the organism to behaviour and to the goals to words which behaviour is directed in other words motivation has three aspect: 1) Motivating state within the organism; 2) Behaviour arosed and directed by this state and; 3) The goal to words which the behaviour is directerd”.[3]

“Motivasi adalah istilah umum yang menunjukkan kepada keadaan (kondisi) yang menggerakkan kepada tujuan atau tingkah laku akhir. Dengan kata lain motivasi mempunyai tiga aspek yaitu: 1) Keadaan yang mendorong; 2) Tingkah laku yang didorong; 3) Kondisi yang memuaskan atau meringankan keadaan yang mendorong”.

Menurut Az-Zahrani sebagaimana dikutip oleh Sari Narulita motivasi adalah kekuatan yang mampu memunculkan aktivitas dalam diri manusia.[4] Hal ini dimulai dari adanya perilaku yang diarahkan pada tujuan tertentu yang menjadikan aktivitas tersebut adalah satu tugas yang harus dilaksanakan.[5]
Menurut Mustaqim motivasi adalah keadaan jiwa individu yang mendorong untuk melakukan suatu perbuatan guna mencapai suatu tujuan.[6]
Dari beberapa pengertian tentang motivasi di atas dapat diambil kesimpulan bahwa secara harfiah motivasi berarti dorongan, alasan, kehendak atau kemauan, sedangkan secara istilah motivasi adalah daya penggerak kekuatan dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan aktivitas tertentu dan memberikan arah dalam mencapai tujuan, baik yang didorong atau dirangsang dari luar maupun dari dalam dirinya.
Secara etimologi kata motivasi berasal dari bahasa Inggris, ‘to motive’, to provide’, yang artinya memberi alasan untuk berbuat sesuatu dengan tujuan. Secara terminologi motivasi diartikan sebagai suatu persiapan untuk menunjang terwujudnya perbuatan sadar untuk mencapai tujuan tertentu. [7]
Pengertian seperti di atas didasarkan pada suatu pemikiran bahwa manusia berbuat mungkin karena faktor-faktor dari luar dirinya atau karena faktor-faktor yang berasal dari dalam diri manusia itu sendiri. Perbuatan-perbuatan itu mungkin juga terjadi karena gabungan kedua faktor tersebut. Faktor dari dalam disebut “motivasi” dan faktor dari luar lebih dikenal dengan istilah “stimulus”.
Dalam konteks tingkah laku, dorongan atau motivasi datang dari kita sendiri. Orang lain mungkin dapat memberikan ilham, pengaruh, ataupun memerintah kita melakukan sesuatu, namun apa yang menjadi motivasi adalah diri kita sendiri yang menentukan nya. Motivasi yang datang dari diri sendiri, membangkitkan kegairahan, energi, serta kemauan untuk membuat perubahan menuju perbaikan kualitas diri.[8] Sementara itu Musthafa Fahmi menegaskan bahwa;
 اَمَّا مِنْ نَاحِيَةِ اْلمَعْنَى السِّيْكُلُوْجِىِّ، فَكَلِمَةُ (دَافِع) اِصْطِلاَحٌ يُطْلَقُ فَقَطْ عَلىَ الْبَوَاعِثِ الذَّاتِيَّةِ اَوِ الْبَاطِنِيَّةِ وَالدَّوَافِعُ بِهذَا اْلمَعْنى الْخَاصِّ عِبَارَةٌ عَنْ قُوَّةٍ دَاخِلِيَّةٍ مُوَجِّهَةٍ، وَنَقْصُدُ بِذلِكَ اَنَّهُ يَنْشَأُ دَاخِلَ اْلفَرْدِ[9].
Adapun dari segi psikologi, maka kata (motivasi) merupakan istilah yang digunakan untuk motivasi yang bersifat fisik maupun psikis; (sedangkan) motivasi dalam arti khusus merupakan ungkapan kekuatan dalam (psikis) yang tampak, maksudnya motivasi tersebut timbul dalam pribadi seseorang.

Ada beberapa tokoh dan cendekiawan terutama yang berkecimpung pada kajian-kajian yang memberikan definisi tentang motivasi sebagai keadaan dalam diri individu atau organisme yang mendorong perilaku ke arah tujuan lebih lanjut.
Bimo Walgito menjelaskan bahwa motivasi memiliki tiga aspek; pertama, keadaan terdorong dari dalam arti organisme (a driving state) yaitu persiapan bergerak karena kebutuhan, kedua, perilaku yang timbul dan terarah karena keadaan, ketiga, tujuan yang dituju oleh perilaku tersebut.[10]  Bimo Walgito juga berpendapat hampir sama, menurut Pandji Anaraga, motivasi adalah kebutuhan yang mendorong perbuatan ke arah tujuan tertentu.[11]
Irwanto mengartikan bahwa motivasi sering disebut penggerak perilaku (the energizer of behaviour).[12] Sarlito memberikan definisi motivasi secara lebih komprehensif, motivasi merupakan istilah yang lebih umum menunjuk pada keseluruhan proses gerakan itu, termasuk situasi yang mendorong, dorongan yang timbul dari dalam individu, gerakan yang ditimbulkan oleh situasi tersebut, dan tujuan atau akhir dari gerakan (sebuah perbuatan).[13]
Ahmad Janan Asifudin mengartikan bahwa motivasi adalah sesuatu yang mendorong timbulnya perbuatan atau perilaku bertujuan’ manusia, baik yang berasal dari dalam atau dari luar diri orang tersebut, termasuk keyakinan, rangsangan lingkungan, situasi, dan keadaan atau kejadian yang di timbulkan oleh orang lain yang kemudian mendorong dilakukannya suatu perbuatan atau tingkah laku.[14]
Menurut Frederick Mc Donald yang dikutip oleh Wasty Soemanto memberikan sebuah definisi tentang motivasi sebagai suatu perubahan tenaga di dalam diri atau pribadi seseorang yang ditandai oleh dorongan afektif dan reaksi-reaksi dalam usaha mencapai tujuan. Definisi ini ditandai dengan tiga hal yaitu; 
1)      Motivasi dimulai dengan perubahan tenaga dalam diri seseorang
Kita berasumsi bahwa setiap perubahan motivasi mengakibatkan beberapa perubahan tenaga di dalam sistem neurofisiologis dari pada organisme manusia.
2)      Motivasi itu ditandai oleh dorongan afektif
Dorongan afektif ini tidak mesti kuat, dorongan afektif yang kuat, sering nyata dalam tingkah laku. Di lain pihak ada pula dorongan afektif yang sulit diamati.
3)      Motivasi  ditandai oleh reaksi-reaksi mencapai tujuan
Orang yang termotivasi, membuat reaksi-reaksi yang mengarahkan dirinya kepada usaha mencapai tujuan, untuk mengurangi ketegangan yang ditimbulkan oleh perubahan tenaga dalam dirinya. Dengan kata lain motivasi memimpin ke arah reaksi-reaksi mencapai tujuan.[15]
Dengan ketiga tanda di atas, maka dapat dikatakan bahwa motivasi itu sebagai sesuatu yang kompleks. Motivasi akan menyebabkan terjadinya suatu perubahan energi yang  ada pada  diri manusia, kemudian   bertindak atau melakukan  sesuatu semua ini di dorong karena adanya tujuan, kebutuhan atau keinginan.  
Motivasi dapat didefinisikan dengan segala sesuatu yang menjadi pendorong untuk memenuhi kebutuhan. Menurut M. Usman Najati sebagaimana dikutip oleh Abdul Rahman Sholeh, motivasi adalah kekuatan penggerak yang membangkitkan aktivitas pada makhluk hidup, dan menimbulkan tingkah laku serta mengarahkannya menuju tujuan tertentu. Dari pengertian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa motivasi memiliki 3 komponen pokok yaitu;
1)      Menggerakkan. Dalam hal ini motivasi menimbulkan kekuatan pada individu, membawa seseorang untuk bertindak dengan cara tertentu.
2)      Mengarahkan. Berarti motivasi mengarahkan tingkah laku. Dengan demikian ia menyediakan suatu orientasi tujuan. Tingkah laku individu diarahkan terhadap sesuatu.
3)      Menopang. Artinya, motivasi digunakan untuk menjaga dan menopang tingkah laku, lingkungan sekitar harus menguatkan intensitas dan arah dorongan-dorongan dan kekuatan-kekuatan individu.[16]
Dari beberapa pengertian tentang motivasi di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa motivasi adalah keseluruhan daya penggerak dalam diri seseorang karena adanya kebutuhan atau keinginan yang mendorongnya untuk melakukan aktifitas atau kegiatan- kegiatan tertentu dan memberikan arah dalam mencapai tujuan, baik yang didorong atau dirangsang dari luar maupun dari dalam dirinya.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa motivasi seseorang timbul karena adanya kebutuhan sehingga menyebabkan keseimbangan dalam jiwa seseorang terganggu, padahal motivasi merupakan hal yang tidak bisa diamati akan tetapi sesuatu hal yang dapat disimpulkan lewat tingkah laku seseorang dalam berbuat atau beraktifitas tersebut dilatarbelakangi oleh motif, disebut jaga tingkah laku bermotivasi.
Dalam perumusan mengenai tingkah laku bermotivasi tersebut dapat diketahui unsur-unsurnya yaitu kebutuhan yang merupakan dasar dari adanya motif, kemudian diwujudkan dalam tingkah laku atau aktifitas dan diarahkan untuk mencapai tujuan, yang mana hal tersebut dilakukan berulang ulang atau sesering mungkin apabila hal tersebut memuaskan.
Antara kebutuhan, tingkah laku atau perbuatan, tujuan dan kepuasan terdapat hubungan dan kaitan yang erat. setiap perbuatan atau aktifitas disebabkan oleh motivasi. Adanya motivasi karena seseorang merasakan adanya kebutuhan dan untuk mencapai tujuan. Apabila tujuan tersebut tercapai maka akan merasa puas. Aktifitas yang memberikan kepuasan terhadap suatu kebutuhan cenderung untuk diulang kembali.
Berdasarkan berbagai pengertian di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa yang dimaksud motivasi adalah suatu kebutuhan yang mendorong perbuatan atau perilaku yang bertujuan perbuatan sadar, baik yang berasal dari dalam maupun dari luar diri orang itu, termasuk keyakinan, rangsangan lingkungan, situasi dan keadaan atau kejadian dari suatu gerakan atau perbuatan. Lebih singkatnya motivasi adalah suatu persiapan untuk mencapai tujuan tertentu. Atau minat dan antusias seseorang untuk  melakukan sesuatu.

2.      Macam-macam Motivasi
Motivasi sebagai kekuatan mental individu memiliki tingkatan-tingkatan. Setiap manusia yang normal, ketika hendak melakukan perbuatan, pasti mempunyai tujuan yang ingin dicapai. Setiap orang atau santri dalam melakukan suatu pekerjaan oleh banyak orang belum tentu mempunyai  tujuan yang sama. Orang atau santri bisa berbeda-beda dalam sebagian tujuan yang ingin dicapai, tetapi mungkin mereka sepakat pada tujuan yang lain.
Manusia mempunyai banyak kebutuhan. Di antaranya, kebutuhan dasar yang harus dipenuhinya. Karena dengan adanya pemenuhan akan kebutuhan  dasar inilah yang dapat bertahan hidup. Selain itu juga ada kebutuhan yang penting dan urgen dalam mewujudkan keamanan dan kebahagiaan darinya.[17]
    Berdasarkan gambaran di atas motivasi di golongkan menjadi dua bagian; motivasi psikologis dan motivasi kejiwaan dan spiritual. 
a.       Motivasi Psikologis
Merupakan motivasi yang fitrah dan sudah menjadi tabiat dan bawaan manusia sejak dilahirkan. Motivasi ini berhubungan erat dengan kebutuhan tubuh dan juga segala sesuatu yang berkaitan dengan bentuk fisik.[18]
Menurut al-Ghazali dalam bukunya Dr H. Abdullah Hadziq, MA. yang berjudul “Rekonsiliasi Psikologi Sufistik Dan Humanistik”,  mengatakan  pada dasarnya  munculnya tingkah laku manusia, secara psikologis, disebabkan oleh kekuatan yang menggerakkan, sehingga ia tergerak melakukan suatu perbuatan tertentu.
Menurut al-Ghazali, mengenai motivasi dalam hubungannya dengan tingkah laku psikologis ada dua yaitu;
1)      Dorongan Fisiologis, yang dimaksud dorongan fisiologis tersebut adalah potensi internal yang memunculkan  tingkah laku manusia  ke arah pemenuhan  kebutuhan  fisiologis. 
2)      Dorongan Psikologis, munculmya tingkah laku psikologis  manusia yang cenderung baik dan terpuji, menurut al-Ghazali, lebih disebabkan oleh tiga faktor pendorong sebagai berikut; (a) pendorong ke arah kebutuhan akan penghargaan yang berupa perolehan  pahala dan surga dari Allah, (b) pendorong  ke arah  kebutuhan akan sanjungan dari Allah, (c) pendorong ke arah kebutuhan akan keridhaan Allah dan  kedekatan  dengannya.
Munculnya  perinkat / derajat  motivasi psikologis di atas, nampaknya dipengaruhi  oleh niat yang dijadikan dasar pijakan.[19]
b.      Motivasi Kejiwaan dan Spiritual
Motivasi kejiwaan dan spiritual merupakan motivasi yang terkait dengan kebutuhan manusia baik secara kejiwaan maupun secara spiritual. Tidak berhubungan langsung dengan kebutuhan manusia secara biologis. Motivasi ini dua hal yang sangat penting bagi manusia, yaitu sebagai berikut:
1)      Motivasi kejiwaan
Motivasi kejiwaan sering disebut dengan motivasi kejiwaan dan sosial, karena dapat memenuhi kebutuhan kejiwaan setiap individu dari satu sisi, yang tampak pada perkembangan individu masyarakat, hasil dari optimismenya dan interaksinya dengan sesamanya. Di sisi lainnya merupakan motivasi fitrah manusia, seperti halnya kebutuhan untuk berkembang.
2)      Motivasi spiritual
Motivasi spiritual merupakan motivasi yang berkaitan dengan aspek spiritualitas pada diri manusia, seperti halnya motivasi untuk tetap konsisten dalam melaksanakan ajaran agama; motivasi untuk bertakwa kepada Allah, mencintai kebaikan, kebenaran dan keadilan serta membenci kejahatan, kebatilan dan kezaliman.
Di antara motivasi yang tercakup dalam motivasi kejiwaan dan spiritual adalah sebagai berikut:
a.       Motivasi memiliki
Motivasi memiliki merupakan motivasi yang dipelajari individu pada fase perkembangannya di masyarakat.
b.      Motivasi untuk konsisten dalam menjalankan agama Allah
Motivasi ini merupakan motivasi yang mewajibkan manusia untuk memeluk agama yang diyakini dan konsisten dalam melaksanakan ajaran-ajaran yang ada di dalamnya.
c.       Motivasi bersaing
Motivasi bersaing merupakan motivasi yang ada dalam diri manusia, yang dipelajari dari kebudayaan di mana ia tumbuh dan berkembang.[20]
Pengetahuan tentang jenis-jenis motivasi dari perbuatan manusia sangat penting untuk memahami tingkah laku mereka, selain itu penting juga untuk mengetahui rasa pendekatan motivasi yang terbagi menjadi 3 (tiga) yaitu:
1)      Pendekatan Biosentris, maksudnya pendekatan berdasarkan biophisik dari organisme sebagai titik  sentral yang bersifat  statis. Biosentrik  ini meliputi dorongan sekunder, misalnya hasil variasi dalam kebutuhan  primer (kehausan, seks, buang kotoran, dan laia- lain).
2)      Pendekatan Psikoanalitik, artinya suatu pendekatan motivasi yang didasarkan pada unsur-unsur psikis. Misalnya, kejadian lahir dihubung-hubungkan dengan gejala-gejala dasar psikis.  Gejala-gejala  yang dimaksud adalah struktur kepribadian manusia yang diberikan  oleh Sigmund Freud.
3)      Pendidikan Dinamis, artinya bahwa motivasi itu selalu  berubah dan berkembang  dengan relatif diwarnai oleh situasi kini, di sini dan saat ini, sedangkan pembagian motivasi menurut tujuan yang dicapai antara lain; motivasi yang sebenarnya dan disadari, motivasi menurut yang sebenarnya dan tidak disadari, motivasi yang disadari, motivasi semu yang tidak dimotivasi selalu berkembang, mengalami perubahan relatif ditentukan oleh situasi medan persepsi dan kognisi individu saat itu.
Sedangkan pendapat mengenai klasifikasi motivasi itu ada bermacam-macam. Menurut Chaplin motivasi dapat dibagi menjadi dua;
1.      Physiological Drive
Adapun yang dimaksud dengan physiological drive ialah dorongan-dorongan yang bersifat fisik, seperti lapar haus dan sebagainya.
2.      Social Motives
Social Motives  ialah dorongan-dorongan yang berhubungan dengan orang lain.
Sedangkan Woodworth dan Marqius mengolongkan motivasi menjadi tiga;
a.     Kebutuhan-kebutuhan  organis, yaitu  motivasi  yang  berkaitan dengan  kebutuhan dengan dalam, seperti  kebutuhan bergerak dan istirahat.
b.     Motivasi darurat yang mencakup dorongan untuk  menyelamatkan diri, dorongan untuk membalas, dorongan untuk berusaha, dorongan untuk mengejar dan sebagainya. Motivasi ini timbul  jika situasi menuntut timbulnya kegiatan yang cepat dan kuat dari diri manusia. Dalam hal ini motivasi timbul atas keinginan seseorang, tetapi karena perangsang dari luar.
c.     Motivasi objektif, yaitu motivasi yang diarahkan kepada objek atau tujuan  tertentu  di sekitar  kita, motif ini mencakup menaruh minat. Motivasi ini timbul karena menghadapi dunia secara efektif. 
Selain itu, Wood Worth juga mengklasifikasikan motivasi menjadi dua bagian yaitu; 
a.       Unlearned Motives, adalah motivasi pokok yang tidak dipelajari  atau motivasi bawaan. Motif ini sering disebut juga motivasi secara biologis.
b.      Learned Motives, adalah motivasi yang timbul karena dipelajari, motivasi ini sering disebut  motivasi yang diisyaratkan secara sosial, karena manusia hidup dalam lingkungan sosial.
Selain  tokoh di atas , beberapa psikologi ada yang membagi motivasi  menjadi dua;
1           Motivasi intrinsik, ialah motivasi  yang berasal  dari diri seseorang itu sendiri tanpa dirangsang  dari luar.  Motif intrinsik  ini  juga diartikan  sebagai mativasi yang pendorongnya ada kaitan langsung dengan nilai-nilai yang terkandung  di dalam tujuan pekerjaan  sendiri. 
2           Motivasi ektrinsik, yaitu motivasi yang datang karena adanya perangsang  dari luar. Motivasi ektrinsik  ini  dapat diartikan sebagai motivasi yang pendorongnya tidak ada hubungannya dengan nilai yang terkandung  dalam suatu pekerjaan .[21]
Di samping pandangan di atas, ada  pendapat lain yang menyatakan bahwa motif adalah daya dorong sebagai potensi yang menggerakkan seseorang untuk bertingkah laku psikologis. Pendapat ini dapat dimaklumi, karena memiliki konsistensi dengan pandangan lain, bahwa motif itu merupakan energi dasar yang terdapat dalam diri seseorang.

3.      Teori-teori Motivasi
Ada beberapa teori yang berkaitan dengan motivasi, yaitu sebagai berikut:[22]
a.       Teori Hedonisme
Hedonisme adalah bahasa Yunani yang berarti kesukaan, kesenangan, atau kenikmatan. Hedonisme adalah suatu aliran di dalam  filsafat yang memandang bahwa tujuan hidup yang utama pada manusia adalah mencari kesenangan yang bersifat duniawi.
Adapun Implikasi dari teori ini adalah  adanya anggapan bahwa semua orang cenderung  menghindari hal-hal yang menyulitkan dan lebih menyukai melakukan perbuatan yang mendatangkan kesenangan. 
b.      Teori Naluri (psikoanalisis)
Teori naluri ini merupakan bagian terpenting dari pandangan mekanisme terhadap manusia. Naluri merupakan suatu kekuatan biologis bawaan, yang mempengaruhi anggota tubuh untuk berlaku dengan cara  tertentu dalam keadaan tepat. Sehingga semua pemikiran dan perikaku manusia merupakan hasil dari naluri yang diwariskan dan tidak ada hubungannya dengan akal.
Menurut teori naluri, seseorang tidak memilih tujuan dan perbuatan, akan tetapi dikuasai oleh kekuatan-kekuatan bawaan yang dilakukan.
c.       Teori Reaksi yang Dipelajari
Teori ini berbeda pandangan dengan tindakan atau perilaku manusia yang berdasarkan naluri-naluri, tetapi berdasarkan pola dan tingkah laku yang dipelajari dari kebudayaan di tempat orang itu hidup. Orang belajar paling banyak dari lingkungan kebudayaan di tempat ia hidup dan dibesarkan. Oleh karena itu teori ini disebut juga teori lingkungan kebudayaan.
d.      Teori Pendorong (Drive Theory)
Teori ini merupakan perpaduan antara ‘teori naluri’ dengan ‘teori reaksi yang dipelajari’. Daya pendorong adalah semacam naluri, tetapi hanya sesuatu dorongan kekuatan yang luas terhadap suatu arah yang umum.
e.       Teori kebutuhan
Teori ini beranggapan bahwa tindakan yang dilakukan oleh manusia pada hakikatnya adalah untuk memenuhi kebutuhannya, baik kebutuhan fisik maupun kebutuhan psikis.
Menurut Maslow, manusia memiliki 5 (lima) tingkat kebutuhan yaitu; kebutuhan fisiologis; yaitu kebutuhan dasar yang bersifat primer dan vital, menyangkut fungsi-fungsi biologis, seperti kebutuhan akan pangan, sandang, dan papan, kesehatan, kebutuhan seks;
1)      Kebutuhan rasa aman dan perlindungan (safety and security)
2)      Kebutuhan sosial
3)      Kebutuhan akan penghargaan, termasuk kebutuhan dihargai karena prestasi, kemampuan, status, pangkat
4)      Kebutuhan akan aktualisasi diri.

4.      Fungsi Motivasi
Motivasi mempunyai fungsi yang sangat penting dalam suatu kegiatan, orang malakukan suatu kegiatan didorong oleh motivasi. Sehubungan dengan ini, Oemar Hamalik dalam bukunya yang berjudul “Psikologi Belajar dan Mengajar”, menyingkap tiga fungsi motivasi, yaitu:
1.      Mendorong timbulnya kelakuan atau sutau perbuatan. Tanpa motivasi tidak akan timbul perbuatan seperti shalat.
2.      Sebagai pengaruh, artinya mengarahkan perbuatan kepada pencapaian tujuan yang diinginkan.
3.      Sebagai penggerak, ia berfungsi sebagai mesin bagi mobil. Besar kecilnya motivasi akan menentukan cepat dan lambatnya suatu pekerjaan.[23]
Nana Syaodih Sukmadinata menjelaskan bahwa motivasi itu memiliki dua fungsi, yaitu; Pertama mengarahkan atau directional function dan kedua mengaktifkan dan meningkatkan kegiatan (activating and energizing function). Dalam mengarahkan individu dari sasaran yang akan dicapai. Apabila sesuatu sasaran atau tujuan merupakan suatu yang diinginkan oleh individu, maka motivasi berperan mendekatkan (approach motivation) dan bila sasaran atau tujuan tidak diinginkan oleh individu, maka motivasi berperan menjauhi sasaran (avoidance motivatian). Karena motivasi berkenaan dengan kondisi yang cukup kompleks, maka mungkin pula terjadi bahwa motivasi tersebut sehingga berperan mendekatkan dan menjauhkan sasaran (approach avoidance motivation). Motivasi juga dapat berfungsi mengaktifkan atau meningkatkan kegiatan. Suatu perbuatan atau kegiatan yang tidak bermotif  atau motifnya sangat lemah, akan dilakukan dengan tidak akan  membuat hasil. Sebaliknya apabila motivasinya besar atau kuat maka akan dilakukan dengan sungguh-sungguh, terarah dan penuh semangat, sehingga kemungkinan akan berhasil lebih besar.[24]
Motivasi juga berfungsi sebagai pengarah jalan yang menentukan pola-pola kehidupan dan tingkah laku perbuatan. Ia menjadi kunci utama dalam menafsirkan dan melahirkan perbuatan manusia. Peranan yang demikian menentukan ini, dalam konsep Islam motivasi lebih dikenal dengan istilah “niat”, sebagaimana Hadits Rasulullah saw., yang berbunyi:
اِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَاِنمَّاَ لِكُلِّ امْرِئٍ مَانَوى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ اِلىَ اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ اِلىَ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهَ لَدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوِامْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهَ اِلىَ مَاهَاجَرَ اِلَيْهِ.[25] {رواه البخارى ومسلم}

“Bahwa segala amal perbuatan itu dengan niat, dan bagi setiap manusia itu apa yang diniatkanya. Maka siapa yang hijrah (keberangkatanya) pada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya pada Allah da rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya pada dunia yang akan diperolehnya atau wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya kepada apa, yang ia berhijrah kepadanya”

Motivasi juga dapat menentukan pola-pola kepribadian seseorang, artinya menurut Krech bahwa tingkah laku motivated behavior yang ditentukan oleh motivasi tertentu yang dipandang sebagai tenaga pendorong dalam pelaksanaan suatu tujuan, karena adanya motivasi maka tingkah laku menjadi dinamis dan kreatif. Dengan pengertian motivasi tersebut memberikan pengaruh yang positif terhadap tingkah laku manusia.
Motivasi dapat dipandang sebagai simbol dari gejala-gejala situasi psikologis dan situasi kini. Hal ini berarti bahwa situasi dapat menentukan motivasi, bukan motivasi yang menentukan situasi. Kenyataan di atas menyebabkan motivasi itu menjadi dinamis, progresif dan kreatif.
Pendapat lain mengatakan bahwa motivasi memiliki fungsi sebagai perantara pada organisme atau manusia untuk menyesuaikan diri dengan lingkunganya. Suatu perbuatan dimulai dengan adanya suatu ketidak-seimbangan pada diri manusia.[26]
Kebutuhan inilah yang akan menimbulkan dorongan atau motivasi untuk berbuat sesuatu. Perbuatan itu dilakukan maka tercapailah keadaan seimbang dalam diri individu, dan perasaan puas, gembira, aman dan sebagainya. Kecenderungan untuk mengusahakan keadaan seimbang dan ketidakseimbangan terdapat dalam diri setiap organisme dan manusia, dan ini disebut prinsip-prinsip home ostatis.[27]
Keadaan keseimbangan ini tidak berlangsung untuk selama-lamanya, karena setelah beberapa saat akan timbul ketidakseimbangan baru yang akan menyebabkan seluruh proses motivasi di atas diulangi. Dapat dilihat di sini, bahwa sebenarnya proses motivasi merupakan suatu lingkaran yang tak terputus yang disebut lingkaran motivasi.
Berdasarkan dari berbagai pendapat tentang fungsi motivasi yang diuraikan di atas. Maka dapat penulis simpulkan yaitu:
1.      Motivasi berfungsi sebagai penggerak. Motivasi mengarahkan ke mana seseorang harus bergerak dan melakukan kegiatan.
2.      Motivasi sebagai pendorong timbulnya aktivitas atau kegiatan.
3.      Motivasi berfungsi meningkatkan kegiatan yang sudah berjalan sehingga menghasilkan hasil yang lebih maksimal.
4.      Motivasi berfungsi membantu memenuhi atau mencapai kebutuhan seseorang.
Berdasarkan uraian di atas dapat dijelaskan bahwa kata kunci dalam memahami motivasi adalah dorongan. Dorongan itu dapat bersifat psikis yang muncul dalam diri, dalam hal ini dorongan itu muncul sebagai akibat dari adanya kebutuhan, pengetahuan dalam diri seseorang. Dalam hal dorongan yang diakibatkan kebutuhan, maka kebutuhan itu dapat dibentuk fisik dan dapat pula berbentuk psikis, bahkan berbentuk spiritual transendental. Kebutuhan-kebutuhan ini memerlukan pemuasan, maka dalam rangka pemuasan itulah, manusia bertingkah laku.



[1]M. Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1996), hlm. 60.
[2]John M. Echols dan Hasan Sadly, Kamus Inggris Indonesia, (Jakarta: Gramedia, 1995), hlm. 387.
[3]Clifford T. Morgan, Introduction to Psychology, (New York: The Mc Graw Hill Book Company, 1961),  hlm. 187.
[4]Musfir bin Said az-Zahrani, At-Taujiih wa al-Irsyaadun Nafsi Min al-Qur’an al-Karim wa as-Sunnatin Nabawiyah, (terj.) Sari Narulita, Miftahul Jannah, Konseling Terapi, (Jakarta: Gema Insani, 2005), hlm. 96.
[5] Ibid.
[6] Mustaqim, Psikologi Pendidikan, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2001), hlm. 77.
[7] Baharudin, Paradigma Psikologi Islami: Studi tentang Elemen Psikologi dari Al-Qur’an, (Yogyakarta:Pustaka Pelajar, 2004), hlm. 238.
[8]La Rose,  Pengembangan  Pesona Pribadi, (Jakarta: Pustaka Kartini,1991), hlm. 88.
[9] Musthafa Fahmi, Syaikulujiah at-Ta’lim, (Mesir: Maktabah Misriyah, tt.), hlm. 136.
[10] Bimo Walgito, Pengantar Psikologi Umum, (Yogyakarta: Andi Offset, 1992), hlm 169.
[11] Panji Anaroga ,Psikologi Kerja, (Jakarta: Rineka Cipta,  2001), hlm. 34.
[12] Irwanto ,dkk., Psikologi, (Jakarta: Bulan Bintang ,1996), hlm. 57.
[13] Sarlito Wirawan Sarwono, Pengantar Umum Psikologi, (Jakarta: Bulan Bintang, 1996), hlm. 64.
[14] Ahmad Janan Asifudin, Etos Kerja Islami, (Surabaya: Muhammadiyah University Press, 2001), hlm 174.
[15] Wasty Soemanto, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 1990), hlm. 191-192.
[16] Abdul Rahamn Sholeh dan Muhbib Abdul Wahab, Psikologi: Suatu Pengantar dalam Perspektif Islam, (Jakarta: Prenada Media, 2004), hlm. 132.
[17] Musfir bin Said az-Zahrani, At-Taujiih…op. cit., hlm. 96.
[18] Ibid., hlm. 97.
[19] Abdullah Hadziq, Rekonsiliasi Psikologi Sufistik dan Humanistik, (Semarang: RaSAIL, 2005), hlm. 130-131.
[20] Musfir bin Said az-Zahrani, At-Taujiih…op. cit., hlm. 118-124.
[21] Abdul Rahamn Sholeh dan Muhbib Abdul Wahab, Psikologi…op. cit., hlm. 139-140.
[22] M. Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan….op. cit., hlm. 74-77.
[23] Oemar Hamalik, Psikologi Belajar Mengajar, (Bandung: Sinar Baru Alegesindo, 2002), cet. 3, hlm. 175.
[24] Nana Syaodih Sukmadinata, Landasan Psikologi Proses Pendidikan, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2003), cet. 1, hlm. 62-63.
[25] Abi Zakariya bin Syaraf an-Nawawi, Riyadhus as-Shalihin, (Indonesia: Dar Ihya’ al-Kutub al-‘Arabiyah, tt.), hlm. 6.
[26] Sarwito Wirawan Sarwono, Pengantar Umum Psikologi, (Jakarta: Bulan Bintang, 1996), cet. ke-7, hlm. 57-58.
[27] Ibid,hlm. 58.

Khasiat Daun Bungur

BUNGUR

Nama latin: Lagerstromeia speciosa Pers

Nama daerah: Bhungor; Wungur; Ketangi; Laban; Wungu

Deskripsi tanaman: Pohon, tinggi dapat mencapai 45 m, umumnya antara 25-30 meter, bercabang-cabang. Batang berwarna cokelat pucat sampai merah cokelat. Perbungaan berupa malai, berwarna ungu.

Habitat: Tumbuh di tanah gersang dan subur pada hutan atau tanaman pelindung tepi jalan pada dataran 1-900 m dpl.

Bagian tanaman yang digunakan: Kulit kayu

Kandungan kimia: Tanin; Alkaloid; Saponin; Terpena; Glukosa

Khasiat: Antidiare; Diuretik; Antidiabetik

Nama simplesia: Lagerstroemiae speciosae Cortex, Lagerstroemiae speciosae Folium

Resep tradisional:

Kencing manis:
Daun bungur segar 8 g; Biji kacang hijau 9 g; Air 110 ml, Dibuat infus, Diminum 1 kali sehari 100 ml.


Sumber : Ensiklopedia Tanaman obat
PERKEMBANGAN KEBERAGAMAAN

PERKEMBANGAN KEBERAGAMAAN


1.      Pengertian Perkembangan Keberagamaan

Sebelum membahas apa yang dimaksud dengan perkembangan keagamaan anak terlebih dahulu penulis kemukakan pengertian perkembangan. Perkembangan dapat diartikan sebagai the progressive and continuous change in the organism from birth to death (suatu perubahan yang progesif dan kontinu dalam diri individu dari mulai lahir sampai mati). Perkembangan dapat juga diartikan sebagai perubahan-perubahan yang dialami oleh individu atau organisme menuju tingkat kedewasaannya atau kematangannya (maturtion) yang berlangsung secara sistematis (saling kebergantungan atau saling mempengaruhi antara bagian-bagian organisme dan merupakan suatu kesatuan yang utuh), progresif (bersifat maju, meningkat dan mendalam baik secara kuantitatif maupun kualitatif) dan berkesinambungan (secara beraturan, berurutan, bukan secara kebetulan) menyangkut fisik maupun psikis.[1]
Sedangkan keberagamaan yang penulis maksudkan di sini adalah sifat-sifat yang terdapat dalam agama.[2] Atau dengan kata lain keberagamaan adalah yang menyangkut segala aspek kehidupan yang berkaitan dengan kehidupan keagamaan seseorang.
Keberagamaan dapat diwujudkan dalam sisi kehidupan manusia. Aktifitas agama bukan hanya terjadi ketika seseorang melakukan perilaku ritual beribadah, tetapi juga melakukan perilaku yang bernuansa ibadah. Keberagamaan berkaitan dengan aktifitas yang tampak terjadi dalam hati seseorang.
Dari keterangan tersebut dapat penulis simpulkan bahawa perkembangan keberagamaan adalah perkembangan yang bersifat sistematias dan berkesinambungan yang berkaitan dengan kehidupan keagamaan seseorang.

2.      Ruang Lingkup Keberagamaan

Menurut Glock dan Stark sebagaimana dikuitip oleh Taufik Abdullag, berpendapat bahwa keberagamaan muncul dalam lima dimensi diantaranya dimensi ideologis, intelektual, eksperiensial, ritualistik, dan konsekuensial. Dua dimensi yang pertama mencakup aspek kognitif keberagamaan, dua dimensi yang terakhir aspek behavioral keberagamaan dan dimensi ketiga aspke afekstif keberagamaan.[3]
Kelima dimensi tersebut dapat dibedakan dalam setiap dimensinya meliputi aneka ragam dan unsur-unsur lainnya seperti dalam bentuk keyakinan, praktik, pengalaman, pengetahuan dan konsekuensi-konsekuensi.[4] Adapun penjelasannya sebagai berikut:
1)      Dimensi ideologis
Berkenaan dengan seperangkat kepercayaan yang memberikan “premis eksistensial” untuk menjelaskan Tuhan, alam, manusia, dan hubungan antara mereka. Kepercayaan dapat berupa makna yang menjelaskan tujuan Tuhan dan peranan manusia dalam mencapai tujuan itu (puposive belief). Kepercayaan yang terakhir, dapat berupa pengetahuan tentang seperangkat tingkah laku baik yang dikehendaki agama.
2)      Dimensi intelektual
Dimensi ini mengacu pada pengetahuan agama yang harus diketahui seseorang tentang ajaran-ajaran agamanya. Peneliitan ini dapat diarahkan untuk mengetahui seberapa jauh tingkat pemahaman agama para pengikut agam atau tingkat ketertarikan mereka untuk mempelajari agamanya. Hal ini mengacu pada harapan bahwa seseorang yang beragama minimal memiliki sejumlah pengetahuan mengenai dasar keyakinan, ritus-ritus, kitab suci dan tradisi-tradisi. Dimensi pengetahuan mengenai suatu keyakinan adalah syarat bagi penerimanya, walaupun keyakinan tersebut tidak perlu diikuti oleh syarat keyakinan. Seseorang dapat memiliki keyakinan kuat tanpa benar memahami agama / kepercayaan atas dasar pengetahuan yang sedikit.
3)      Dimensi eksperiensial
Dimensi eksperiensial merupakan bagian keagamaan yang bersifat efektif, yaitu keterlibatan emosional dan sentimentil pada pelaksanaan ajaran agama yang merupakan perasaan keagamaan (religion feeling) sehingga dapat bergerak dalam beberapa tingkat yakani; konfirmatif (merasakan kehadiran Tuhan menjawab kehendaknya atau keluhannnya), eskatik (merasakan hubungan yang akrab dan penuh cinta dengan Tuhan), dan partisipasif (merasa menjadi kawan setia kekasih), atau wali Tuhan-Nya melakukan karya ilmiah.[5]
4)      Dimensi ritualistik
Dimensi ritualistik yaitu merujuk pada ritualistik / ritus-ritus keagamaan yang dianjurkan oleh agama dan dilaksanakan para pengikutnya. Dimensi ini terdiri dari dua kelas penting, yaitu:
a.       Ritual
Mengacu pada seperangkat ritus, tindakan keagamaan formal dan praktik suci yang semua mengharapkan pemeluknya dapat melaksanakan. Ritual merupakan suatu bentuk drama dan oleh karena itu merefleksikan kegembiraan dari satu ke yang lainnya.[6]
b.      Ketaatan
Ketaatan dan ritual diibaratkan air, meski ada perbedaan penting, semua agama yang dikenal mempunyai perangkat tindakan persembahan dan kontemplasi personel yang relatif.
5)      Dimensi konsekuensial
Meliputi segala implikasi sosial dari pelaksanaan ajaran agama. Konsekuensi komitmen agama berbeda dengan keempat dimensi di atas. Dimensi ini mengacu kepada identifikasi akibat keyakinan praktik, pengalaman dan pengetahuan seseorang dari hari ke hari, walaupun agama banyak menggariskan bagaimana pemeluknya seharusnya berpikir dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari.

3.      Indikator-indikator Perkembangan Keberagamaan

1)      Bidang akidah
Islam menempatkan pendidikan akidah pada posisi yang paling mendasar, yakni terposisikan dalam rukun yang pertama dari rukun Islam yang lima, sekaligus sebagai kunci yang membedakan antara orang lslam dengan non Islam. Lamanya waktu dakwah Rasul dalam rangka mengajak umat agar bersedia mentauhuidkan Allah menunjukkan betapa penting dan mendasarnya pendidikan akidah islamiah bagi setiap umat muslim pada umumnya. Terlebih pada kehidupan anak, maka dasar-dasar akidah harus terus-menerus ditanamkan pada diri anak agar setiap perkembangan dan pertumbuhannya senatiasa dilandasi oleh akidah yang benar.[7]
2)      Bidang ibadah
Tata peribadatan menyeluruh sebagaimana termaktub dalam fiqih Islam itu hendaklah diperkenalkan sedini mungkin dan sedikit dibiasakan dalam diri anak. Hal itu dilakukan agar kelak mereka tumbuh menjadi insan yang benar-benar takwa, yakni insan yang taat melaksanakan segala perintah agama dan taat pula menjauhi segala larangannya.[8] Ibadah sebagai realisasi dari akidah islamiah harus tetap terpancar dan teramalkan denga baik oleh setiap anak.
3)      Bidang akhlak
Akhlak merupakan kelakuan yang timbul dari hasil perpaduan antara hati nurani, pikiran, perasaan, bawaan, dan kebiasaan yang menyatu, membentuk suatu kesatuan tindak akhlak yang dihayati dalam kenyataan hidup keseharian.[9] Dari kelakuan itu lahirlah perasaan moral (moralsence), yang terdapat di dalam diri manusia sebagai fitrah, sehingga ia mampu membedakan mana yang baik dan mana yang jahat, mana yang bermanfaat dan mana yang tidak berguna, mana yang cantik dan mana yang buruk.
Kata “akhlak” berasal dari bahasa Arab, jama’ dari “khuluqun” yang menurut bahasa diartikan sebagai: budi pekerti, perangai, tabiat, adat dan sebagainya.[10] Menurut Erwati Aziz secara lughawi konotasi kata ini dapat berarti baik atau buruk.[11]
Humaidi Tatapangarsa mengutip Ibnu Ashir dalam bukunya “an-Nihayah” diterangkan hakikat makna khuluk itu adalah “gambaran batin manusia yang tepat yaitu (jiwa dan sifat-sifat)”. Sedangkan khalku merupakan bentuk luarnya (raut muka, warna kulit, tinggi rendahnya tubuh)”.[12]
Dari keterangan di atas dapat penulis simpulkan bahwa akhlak adalah adalah perbuatan-perbuatan yang muncul secara spontan sebagai pencerminan keadaan jiwa. Sedangkan perbuatan-perbuatan tersebut ada yang baik dan ada yang buruk.
Adapun tujuan akhlak adalah agar setiap orang berbudi pekerti, bertingkah laku, berperangai yang baik terhadap sesama manusia, terhadap sesama makhluk dan terhadap Allah SWT. Yang pada akhirnya agar mendapatkan ridla dari Allah SWT (mardlatillah). 
Oleh karena itu dalam rangka menyelamatkan dan memperkokoh akidah Islamiah anak, pendidikan anak harus dilengkapi dengan pendidikan akhlak yang memadahi.[13]


[1] Pengertian perkembangan ini bisa dilihat dalam H. Syamsu Yusuf, Psikologi Perkembangan Anak & Remaja, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2002). Lihat juga dalam Netty Hartaty, dkk., Islam dan Psikologi, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2005), hlm. 14.
[2] W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustka, 1986), hlm. 191.
[3] Taufik Abdullah, Metodologi Penelitian Agama, (Yogyakarta: PT. Tiara Wacana, 1989), hlm. 93.
[4] Roland Robertson, Agama dalam Analisa dan Interpretasi Sosiologias, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1995), hlm. 295.
[5] Taufik Abdullah, loc. cit.
[6] Andrew M. Greeley, Agama Suatu Teori Sekuler, (Jakarta: Erlangga, 1988), hlm. 96.
[7] M. Nipan Abdul Halim, Anak Saleh Dambaan Keluarga, (Yogyakarta: Mitra Pustaka, 2001), hlm. 95.
[8] Ibid., hlm. 102.
[9] Zakiah Daradjat, Pendidikan Islam dalam Keluarga dan Sekolah, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Offset, 1995), hlm. 10. 
[10] Erwati Aziz, Prinsip-prinsip Pendidikan Islam, (Solo: PT. Tiga Serangkai Mandiri, 2003), hlm. 100.
[11] Ibid.
[12] Humaidi Tatapangarsa, Pengantar Kuliah Akhlak, (Surabaya: Bina Ilmu, 1982), hlm. 7.
[13] M. Nipan Abdul Halim, op. cit., hlm. 108.

Tanaman Asam Jawa dan Khasiatnya

ASAM

Nama latin: Tamarindus indica Linn

Nama daerah: Tangkal asam; Acem; Celagi


Deskripsi tanaman: Pohon menahun dan besar tingginya mencapai 15 m. Daunnya bersirip genap, setiap tahun antara bulan september - oktober daun-daun itu luruh berganti dengan baru. Bunganya berwarna kuning . Buahnya bentuk polong.

Habitat: Tanaman ini tumbuh liar di daerah-daerah pantai. Banyak juga yang di tanam orang di tepi-tepi jalan sebagai pohon perindang. Didataran rendah 1 - 300 m dpl.

Bagian tanaman yang digunakan: Daging buah; daun muda (sinom) ; kulit kayu.

Kandungan kimia: Buah mengandung vitamin A; zat gula; selulosa; asam-asam yang terikat oleh kalium; tartrat; gula invart; pektin.

Khasiat: Laksan; Analgesik; Diaforitik; Laksatif

Nama simplesia: Tamarindori Pulpa Cruda
Resep tradisional:
Demam:
Asam 2 ruas ibu jari; Air mendidih 100 ml, Diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml

Eksim:
Asam 1 ruas ibu jari; rimpang temulawak 4 keping; Air 110 ml, Diseduh, Diminum 1 kali sehari 110 ml

Nyeri haid: Asam 1 ruas ibu jari; kunyit 1 jari; Air mendidih 100 ml, Diseduh, Diminum pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml.

Sumber : Ensiklopedia Tanaman Obat
PEMBINAAN KEBERAGAMAAN

PEMBINAAN KEBERAGAMAAN

1.      Arah Pembinaan Keberagamaan
Sikap masyarakat, baik kelompok maupun sederhana memiliki nilai yang melembaga antara yang satu dengan lainnya yang berhubungan erat sehingga merupakan suatu sistem yaitu pedoman dari konsep ide dalam kebudayaan yang mendorong kuat terhadap arah kehidupan bagi seseorang. Salah satu sistem itu adalah agama.
Agama merupakan refleksi atas iman yang tidak hanya merefleksikan sejauhmana kepercayaan agama diungkapkan dalam kehidupan agama, baik berhubungan dengan aspek sosial. Karena kehidupan merupakan segala sesuatu tindakan, perbuatan, kelakuan, yang telah menjadi kebiasaan, dan keberagamaan dapat menjadi prilaku keagamaan yang berlangsung/teks yaitu al-Qur’an dan Hadits.[1]
Dalam hal ini masalah keberagamaan dapat menjadi masalah yang selalu hadir dalam sejarah kehidupan umat manusia dan sepanjang masa. Perilaku hidup beragama yang amat luas dan terbesar ke muka bumi ini, menjadi bagian dari hidup keberdayaan yang dapat dikembangkan dalam aneka corak sosial yang berbeda. Sedangkan kehidupan keberagamaan dapat diwujudkan sebagai tindakan ataupun perilaku mengenai keyakinan dalam agama.
Kesadaran agama dalam pengalaman seseorang lebih menggambarkan sisi batin dalam kehidupan yang ada kaitannya dengan sesuatu yang sakral. Dari kesadaran agama serta pengalaman keagamaan maka  akan muncul sikap keberagamaan yang ditampilkan oleh seseorang. Hal ini dapat mendorong seseorang untuk bertingkah laku sesuai dengan kadar ketaatannya terhadap agama.
Masalah keagamaan pada kehidupan kebergamaan dapat dilihat dari hubungan persepsi seseorang mengenai kepercayaan yang berupa tingkat pikir manusia dalam proses berfikir, sehingga dapat membebaskan manusia dari segala unsur yang terdapat dari luar fikirannya. Dalam hal ini kehidupan keberagamaan mencakup beberapa dimensi. Diantaranya; dimensi pemaknaan agama, ritual dan ibadah, sosialisasi agama, dan menyangkut dimensi pengalaman keagamaan.

1)      Dimensi Pemaknaan Agama

Makna agama bagi setiap orang berbeda-beda. Hal ini disebabkan oleh faktor pengetahuan, fisiologis, dan latar belakang budaya yang mempengarui terhadap pemaknaan agama. Menurut Dr. Harun Nosution sebagaimana dikutip oleh Muh. Imin, bahwa “agama” berasal dari bahasa Sankrit yang berarti teks atau kitab suci, dan mengandung ajaran yang menjadi tuntutan hidup bagi penganutnya.[2]
Pemaknaan agama merupakan faktor terpenting dalam menentukan cara beragama seseorang. Penampilan keberagamaan, pelaksanaan ritual dan ibadah, sosialisasi dan intelektual agama, serta pengetahuan agama dapat mempengaruhi seseorang dalam memberikan makna agama oleh dirinya, misalnya kalau agama diberi makna suplemen hidup, maka berarti dalam diri seseorang itu banyak norma yang mengatur hidupnya. Agama bukanlah satu-satunya hukum tertinggi yang harus ditaati. Karena agama dimaknakan sebagai komplemen kehidupan, maka agama harus hadir dalam setiap denyut kehidupan, sehingga semua aktifitas baik yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan ibadah, harus dijiwai oleh semangat keagamaan. Pemaknaan agama bermula dari pengalaman pribadi karena agama mempunyai sifat yang sangat pribadi, tetapi pemaknaan agama, telah menjadi kesadaran kolektif, sehingga pemaknaan agama akan menjadi cerminan budaya masyarakat.
Elizabeth K. Nottingham, sebagaimana dikutip oleh Jalaluddin berpendapat bahwa agama bukanlah sesuatu yang dapat dipahami melalui definisi, melainkan melalui deskripsi (penggambaran).[3] Agama merupakan gejala yang sering “terdapat di mana-mana” serta berkaitan dengan usaha manusia untuk mengukur dalamnya makna dari keberadaan diri sendiri dan keberadaan alam semesta. Agama melibatkan dirinya dalam masalah kehidupan sehari-hari sehingga dapat dijadikan keyakian manusia terhadap sesuatu yang bersifat adikodrati (supernatural) yang menyertai manusia dalam ruang lingkup kehidupan.       

2)      Dimensi Ritual dan Ibadah

Lingkungan menjadi salah satu kategori masyarakat yang memiliki ritual yang dibalut dengan agama, makna ritual tersebut sangat terpelihara. Kuatnya tradisi ritual menyebabkan mereka beragama Islam non tradisi, misalkan kegiatan keagamaan yang biasa dilaksanakan pada umumnya yaitu tahlil dan dibarengi dengan pembacaa Yaasin sebelumnya. Di sini jelas bahwa makna ritual tahlil merupakan upacara adat orang Jawa untuk memperingati seseorang yang sedang meninggal, misalnya peringatan kematian 3 hari, 7 hari, 40 hari, 100 hari, 1000 hari dan sebagainya, untuk mendoakan pada orang yang telah meninggal.
Makna sosial dari acara tersebut adalah terselenggaranya silaturrahmi di lingkungan sekitar. Dari fenomena tahlil dapat menggambarkan masyarakat yang ingin mempertahankan nilai-nilai agamanya. Sedangkan salat akan tampak pada seseorang yang lebih memahami dan memiliki kepercayaan akan Tuhan.

3)      Dimensi Sosialisasi Agama

Dalam perspektif sosialisasi. Lingkungan dapat dijadikan faktor utama dan penentu dalam pengembangan agama. Sosialisasi ini yang diartikan sebagai usaha bagaimana seseorang berpartisipasi dalam lingkungan tempat tinggalnya yang memberikan pengaruh terhadap pengembangan pribadi dan individu seseorang. Lingkungan dapat memberikan pandangan secara agamis serta memberikan pengaruh terhadap seseorang dalam bersosialisasi dengan agamanya.

4)      Dimensi Pengalaman Keagamaan

Keagamaan merupakan refleksi dari visi pengetahuan, harapan dan arah keagamaan dari suatu masyarakat. Apa yang dibaca masyarakat merupakan apa yang berjalan dalam dinamika masyarakat. Lingkup yang ada di masyarakat adalah buku yang mampu menggerakkan intelektualitas, maka kita dapat memprediksikan bahwa masyarakat merupakan masyarakat akademis. Adapun jenis pengalaman keagamaan yang diungkap adalah kegiatan salat mereka, dengan pertimbangan bahwa sedikit banyak merupakan pengalaman keagamaan yang lain seperti puasa / zakat.

2.      Metode dan Materi Pembinaan Keberagamaan
Untuk membicarakan materi dari pembinaan agama Islam, perlu pemahaman mengenai agama Islam. Islam merupakan wahyu agama yang sebenarnya mengandung konsepsi integralistik dan universal. Kandungan / isi ajaran Islam secara vertikal dalam bentuk hubungan manusia dengan penciptanya, sedangkan secara horisontal mengatur hubungan manusia dengan sesama lingkungannya, dan secara spesial untuk kebahagiaan dunia dan akhirat, serta dalam kebutuhan jasmani dan rohani secara ringkas dapat dikatakan bahwa ajaran Islam mencakup pembinaan manusia seutuhnya dan seluruhnya yang berkualitas.
Materi pembinaan agama dapat ditekankan pada dasar keyakinan norma dan nilai-nilai islami, untuk itu perlu adanya aspek yang ditanamkan dan dimantapkan yaitu aqidah (keimanan), norma-norma ibadah (hubungan dengan khaliq), sosial keagamaan (hubungan dengan sesama) dan nilai akhlak (yang berkaitan dengan perilaku) serta pembinaan menuju ketaqwaan.
Penyampaian pembinaan agama dapt disampaikan dengan menggunakan metode yang tepat serta ditunjang dengan alat bantu yang relevan dan kegiatan yang menyentuh, sehingga dapat menentukan keberhasilan pencapaian tujuan dan pembinaan keberagamaan.



[1] Taufik Abdullah, Metodologi Penelitian Agama, (Yogyakarta: PT. Tiara Wacana, 1989), hlm. 93.
[2] Muh. Imin, Problematika Agama Dalam Kehidupan Manusia, (Jakarta: Kalam Mulia, 1989), hlm. 5.
[3]Jalaluddin, Psikologi Agama, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1996), hlm. 225. 
Tanaman-tanaman Beracun Dan Mematikan Yang Ada Di Sekitar Kita

Tanaman-tanaman Beracun Dan Mematikan Yang Ada Di Sekitar Kita

Tanaman-tanaman Beracun Dan Mematikan Yang Ada Di Sekitar Kita

Masih ingat berita baru-baru ini dimana salah satu institusi pendidikan di Bandung memperingatkan mengenai adanya tanaman berbahaya yang tumbuh di sekeliling kota? Pemda bergerak cepat dengan melokalisir tanaman-tanaman tersebut, dan dimusnahkan sekiranya berada di tempat-tempat keramaian utamanya anak-anak. Setelah sekian millenium melalui trial and error, manusia dan binatang telah memilah-milah mana tanaman yang aman, mana yang berbahaya, atau mana yang berada di antaranya. Untunglah, berbagai metoda dalam memilih dan memasak makanan membuatnya menjadi aman untuk konsumsi sehari-hari. Tapi mungkin Anda akan tekejut jika Anda baru sadar bahwa ada beberapa tanaman yang benar-benar sangat berbahaya tumbuh di sekitar kita, bahkan kadang ditaruh di pot dan diletakkan di meja kita?jadi jangan menggangap tanaman yang cantik itu tidak berbahaya sama sekali…Kebanyakan tanaman diketahui mengandung sekian jumlah racun (seperti alkaloids) untuk mekanisme pertahanan diri. Oke, mari kita lihat tanaman-tanaman apa saja yang tergolong sangat berbahaya dan sebenarnya tidak layak berada halaman rumah kita apalagi di atas meja kita.

Castor Bean (Biji Kasturi)
Anda mungkin Anda akan terkejut jika mengetahui bahwa kandungan di dalam biji kesturi (castor bean) merupakan racun tanaman paling mematikan di muka bumi. Sebenarnya, sebiji kecil kesturi cukup untuk membunuh seorang dewasa hanya dalam beberapa menit saja. Sedangkan minyak kesturi aman digunakan (tapi tidak untuk dimakan) karena senyawa racunnya yang dikenal sebagai ricin telah dihilangkan.

Rosary Pea (Kacang Polong Rosary)
Lihat sosoknya, rosary pea memang kelihatan tanaman yang manis dan aman-aman saja, tapi kenyataannya dia adalah salah satu tanaman yang paling berbahaya di dunia. Bijinya mengandung lectin khusus yang disebut abrin. Biji ini gampang dikenali karena warna merah yang membungkusnya dan ada sebuah noda hitam. Abrin, yang membunuh dengan membuat ribosomes tidak berfungsi, adalah salah satu racun fatal di dunia. Setelah masuk dalam tubuh, akan menyebabkan demam, mual, mengeluarkan busa, disfungsi gula darah dan juga kejang-kejang, lalu menyerang ginjal, kamdung kemih, pendarahan retina, dan luka dalam yang menyebar.

Monkshood
Tanaman ini seperti lainnya juga biasanya tidak begitu diperhatikan. Sebutan lainnya adalah “wolfsbane” karena umum dipake oleh para petani sebagai pembasmi serigala yang efektif. Sebutannya memang penuh dengan “kutukan” seperti “womensbane” dan “leopard’s bane”, ada juga yang menyebutnya blue rocket dan “devil’s helmet”. Masih merupakan keluarga tanaman aconitum, yang punya lebih dari 250 spesies. Tanaman ini dalam cerita fiksi, populer sebagai alat untuk mendeteksi manusia serigala.

Racun Bushman
Racun bushman ini terkenal digunakan oleh suku Khoisan di Afrika Selatan sebagai obat racun untuk anak-anak panah mereka. Meski tanaman ini berbunga harum dan buahnya yang enak, tetapi getahnya merupakan racun berbahaya. Daun-daunnya sendiri bisa dijadikan bahan obat-obatan. Racunnya ini juga dikenal dengan sebutan “wintersweet”.


Angel’s trumpet (terompet malaikat)
Racun Angel’s trumpet adalah sejenis hallucinogen (penyebab halusinasi – alias mabok lagiii… -red) yang seharusnya tidak digunakan untuk iseng karena bisa fatal akibatnya. Di wikipedia dijelaskan sbb: “Kandungan aktifnya adalah atropine, hyoscyamine dan scopolamine yang diklasifikasikan sebagai zat penghilang kesadaran atau anticholinergics. Resiko yang tinggi jika terjadi overdosis dibuktikan dengan laporan pasien yang dirawat di rumah sakit dan juga yang meninggal karena menggunakannya untuk iseng.”

Water hemlock
Racun hemlock yang terkenal karena diminum oleh Socrates bersifat mematikan. Menurut USDA, water hemlock atau racun parsnip disebut sebagai “tanaman bercaun paling mematikan di AMrika Utara”. Bunga-bunganya dan batangya aman, tapi akarnya terdapat bagian yang penuh dengan getah mematikan yang mengandung cicutoxin. Kejang-kejang dan diikuti kematian yang cepat dapat terjadi meski sedikit dikonsumsi.

English Yew
English Yew (cemara Inggris) atau taxus baccata, adalah salah satu pohon mematikan di muka bumi. Pohon yang hijau rimbun ini umum ditemukan di Eropa. Oleh para ilmuwan cemara ini dianggap sebagai pohon aneh. Seluruh bagiannya sangat beracun kecuali kulit buahnya. Karena racunnya memabukkan dan menyebabkan kelumpuhan, pernah digunakan untuk proses aborsi dan sering berakhir dengan kematian. Racun utamanya adalah taxine (pemicu serangan jantung). Racunnya beraksi cepat dan tidak ada penawarnya.

Snakeroot
Snakeroot paling berbahaya untuk hewan ternak seperti sapi dan domba. Ketika sapi memakan kumpulan bunga halusnya yang menarik dan juga batangya, susu dan tulang sapi tersebut akan menjadi dipenuhi oleh racun tremetol dan manusia yang mengkonsumsi produk dari hewan ini akan mengalami keracunan susu. Keracunan susu inilah yang dulu menyebabkan ibu dari Abraham Lincoln, Nancy Hanks, meninggal.

Pohon Strychnine
Cleopatra diketahui memaksa pelayannya untuk melakukan bunuh diri dengan menggunakan biji buah pohon strychnine, yang mengandung racun mematikan strychnine dan brucine untuk memastikannya menjadi yang terbaik untuk usaha bunuh diri dirinya sendiri.
Ketika melihat kesakitan yang amat sangat dari pelayannya itu dia memutuskan untuk memilih menggunakan racun lainnya yang lebih tidak menyakitkan yaitu dengan seekor ular kecil berbisa untuk bunuh dirinya.

Sumber : Kaskus

Khasiat Daun Andong untuk Batuk Darah dan Haid

Andong

Nama latin: Cordyline fruticosa (L)A.Cheval

Nama daerah: Endong; Kayu urip; Linjuwang; Jejuwang; Sabang; Daun ngasi


Deskripsi tanaman: Sering ditanam di kebun. Tumbuhan ini berupa pohon, tinggi dapat mencapai 5 meter. Batang keras, bekas dudukan daun tampak dengan jelas. Daun tunggal menempel pada batang, berwarna hijau tua, tepi daun rata. Perbungaan bentuk malai, tumbuh diketiak daun dengan tangkai bunga panjang. Buah buni, warna merah mengkilat. Akar serabut berwarna putih kotor

Habitat: Tumbuh liar di pagar atau di pekuburan sebagai tanaman hias, lazim di tanam pada dataran rendah sampai 1900 m dpl

Bagian tanaman yang digunakan: Daun

Kandungan kimia: Steroida; Saponin; Polisakarida
Khasiat:
Hemostatik
Antibengkak

Nama simplesia: Cordylinae Folium
Resep tradisional:
Batuk darah dan Haid terlalu banyak:

Daun andong segar 5 helai; Air secukupnya, Dibuat infus, diseduh atau dipipis, Diminum 1 kali sehari 100 ml. Untuk pipisan diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir


Keringat Berlebihan dan Cara Mengatasinya

Keringat Berlebihan dan Cara Mengatasinya

Keringat Berlebihan / Hiperhidrosis
Keringat yang berlebih sering menimbulkan masalah, selain menimbulkan bau badan juga menyebabkan perasaan tidak nyaman dan kurang percaya diri. Keringat diproduksi oleh kelenjar keringat/kelenjar sebacea. Letaknya berada di jaringan bawah kulit. Kelenjar keringat memproduksi cairan keringat dari susunan syaraf otonom, yang bekerja diluar kesadaran manusia (contoh: adanya detak jantung, gerak usus, gerak nafas serta keinginan buang air kecil atau besar).

Tips mengurangi keringat berlebih:
  1. Hindari Mengkonsumsi Makanan Pedas: Bahan kimia yang terkandung dalam makanan pedas dapat menyebabkan suhu tubuh meningkat sehingga otak bereaksi cepat dan mengeluarkan keringat berlebih. Untuk itu hindari asupan jenis makanan ini.
  2. Diet dan olahraga: Umumnya mereka yang mengalami obesitas cenderung mudah berkeringat dibandingkan dengan mereka yang memiliki berat badan normal. Asupan makanan yang berlebih menjadi penyebab keringat berlebih, karena makanan tersebut sulit dicerna sehingga metabolisme tubuh bekerja lebih keras dan suhu tubuh pun memanas. Untuk itu ganti menu makanan dengan berbagai jenis sayuran dan buah-buahan.
  3. Konsumsi buah anggur: Buah anggur memiliki kemampuan untuk menjaga suhu tubuh tetap normal. Jus anggur ini bisa diganti dengan jus tomat karena komposisi hampir sama dengan anggur. Kedua buah tersebut baik untuk menghilangkan keringat secara alami
  4. Hindari minuman berenergi dan kopi: Karena dapat mempercepat laju sistem syaraf yang berperan penting dalam meningkatkan suhu tubuh
  5. Gunakan Tawas untuk membatasi keringat di ketiak: Tawas bisa membuat ketiak anda tetap kering dan tidak lembab. Untuk itu gunakan setiap saat agar ketiak anda tetap kering, maka produksi keringat pada lipatan ketiak tidak tercampur dengan bakteri.
  6. Kenakan busana yang terbuat dari bahan katun atau wool, dan hindari bahan sintesis: Bahan katun atau wool dapat menjaga sirkulasi udara sehingga tubuh mudah bernafas. Jenis bahan ini mudah menyerap keringat berlebih sehingga menghindari tubuh dari bau badan. 
 Hal yang menyebabkan keringat yang berlebihan:

  1. Makanan atau minuman tertentu yang mengandung kafein atau alkohol bisa membuat kita berkeringat. Makanan pedas juga bisa menyebabkan berkeringat.
  2. Obat-obatan: Seperti beberapa obat anti-psikosa yang digunakan untuk mengobati kelainan jiwa, morfin, tiroksin dosis tinggi dan overdosis obat pereda nyeri (misalnya aspirin dan asetaminofin).
  3. Menopause: Wanita yang memasuki masa menopause bisa mengalami hot flashes, dimana terjadi peningkatan suhu kulit yang disertai dengan keringat dan kegerahan. Hal ini terjadi karena adanya penurunan kadar estrogen.
  4. Hipoglikemia: Kadar gula darah yang rendah sering dijumpai pada penderita diabetes yang mengkonsumsi insulin atau obat anti-diabetes-oral. Gejala awalnya adalah berkeringat, badan gemetaran, lemah, lapar dan mual. Hipoglikemia juga bisa terjadi setelah makan, terutama pada orang-orang yang telah menjalani pembedahan lambung atau usus.
  5.  Demam: Terjadi jika suhu tubuh naik sampai diatas batas normal. Demam bisa terjadi pada berbagai jenis infeksi batreri dan virus. Pada saat suhu tubuh mulai turun kembali, bisa disertai dengan keringat yang berlebihan.
  6. Hipertiroidisme: Kadang kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroksin yang banyak. Hal ini bsa menyebabkan penurunan berat badan, denyut jantung yang cepat atau tidak teratur, gelisah, peningkatan kepekaan terhadap panas dan keringat yang berlebihan.
  7. Serangan jantung: Terjadi jika aliran darah ke otot jantung berkurang. Gejalanya adalah nyeri dada yang menyebar ke bahu, lengan atau punggung, sesak nafas dan keringat berlebihan.
  8. Tuberkulosis: Gejalanya adalah berkeringat di malam hari.
  9. Malaria: Gejala malaria berhubungan dengan siklus hidup parasit penyebabnya. Pada awalnya penderita menggigil, sakit kapala, mual dan muntah; ketika suhu tubuh mulai turun, akan keluar banyak keringat.
Sumber : Milis Dokter_umum
PENGELOMPOKAN TANAMAN OBAT

PENGELOMPOKAN TANAMAN OBAT

Pengelompokan tanaman obat kedalam 5 (Lima ) jenis sebagai berikut :
  1.  Tanaman Buah, yaitu : Tanaman penghasil buah dan biasa dikonsumsi buahnya namun memiliki khasiat obat
  2.  Tanaman Sayuran, yaitu : Bahan makanan sumber vitamin dan mineral namun memiliki khasiat obat
  3.  Tanaman Rempah-rempah, yaitu : tanaman yang biasa digunakan sebagai bumbu dapur namun memiliki khasiat obat.
  4.  Tanaman Hias, yaitu : tanaman bernilai estetika yang biasa digunakan sebagai unsure dekoratif baik di dalam maupun di luar ruangan namun memiliki khasiat obat.
  5.  Lain-lain, yaitu : tanaman berkhasiat obat selain dari tanaman buah, tanaman sayuran, tanaman rempah-rempah dan tanaman hias

JUAL : VCD Yoga for Beauty Dawn and Dusk



VCD Yoga for Beauty Dawn and Dusk

Harga : 58.000/set


Meliputi VCD Yoga for Bauty Dawn dan VCD Yoga for Beauty Dusk. Dimana Latihan yoga dalam VCD ini saling melengkapi satu sama lain untuk hasil optimal

Ada Teks Bahasa Indonesia


Deskripsi :
Yoga for Bauty Dawn

Refresh, rejuvenate, restore! Mengisi ulang semangat dan memelihara tubuh dengan serangkaian pose, keseimbangan dan peregangan yang dinamis.
Yoga for beauty ? Dawn akan membangkitan indera anda dan mengencangkan otot anda..
Lebih dari 50 pose penguatan dan teknik pernafasan yang penuh kekuatan untuk memperbaiki postur tubuh, membantu pencernaan dan memulihkan kesehatan. Amatilah berat badan anda yang hilang, membersihkan racun, menurunkan tensi di tubuh anda dan dapatkan tubuh yang bebas lemak dan terlihat muda..

Keunikan Program:.
- Meningkatkan energi dan vitalitas.
- Teknik effektif untuk fisik yang molek.
- Membuat kulit lebih bersinar.
- Untuk semua level dan keterbatasan fisik.
- Memperbaiki postur, menguatkan kaki dan tangan.
- Mengurangi stress dan tensi .

Yoga for Beauty Dusk
Banish Stress, feel radiant and refreshed! .
- 52 cara untuk relaksasi dan meringankan tensi .
- Detox tubuh dengan proses pembersihan .
- Yoga penyembuhan dan latihan pernafasan .

Relax dan lepaskanlah tensi dan racun tubuh dengan latihan yoga yang dinamis dan mengalir. Capailah hasil yang luar biasa melalui teknik pernafasan dan lebih dari 50 pose yoga yang dapat menghilangkan stress. .
Lepaskan? rentangkan dan kuatkan punggung, pinggul, kaki dan tangan. Tarik energi kedalam tubuh untuk meningkatkan fleksibilitas dan membantu anda lebih merasa seimbang, segar, dan sehat. .

Keunikan Program: .
- Meningkatkan sirkulasi .
- Menguatkan, meregangkan dan membentuk otot .
- Menaikan energi dan vitalitas .
- Membuat kulit lebih bersinar .
- Untuk semua level dan keterbatasan fisik .
- Mengurangi stress dan tensi .

Untuk pembelian, silahkan hubungi kami di :
HP/SMS : 0852 2802 5480 / 022-92019123
Email / FB : yogha01@yahoo.com.sg

Alamat : Kopo Permai I Blok J-8 Bandung
Telp : 022-5400984