KUMPULAN MAKALAH, SKRIPSI, & TIPS DAN TRIK

Download Kumpulan Makalah Gratis, Kumpulan Skripsi Gratis, Kumpulan Proposal Skripsi Gratis, Kumpulan Paper Gratis, Kumpulan Kliping Gratis, Kumpulan Makalah Pendidikan, Kumpulan Makalah Teknik Informatika, Kumpulan Makalah Sosiologi, Kumpulan Makalah Ekonomi, Kumpulan Makalah Ilmu Pengetahuan

Download Kumpulan Makalah Gratis, Kumpulan Skripsi Gratis, Kumpulan Proposal Skripsi Gratis, Kumpulan Paper Gratis, Kumpulan Kliping Gratis, Kumpulan Makalah Pendidikan, Kumpulan Makalah Teknik Informatika, Kumpulan Makalah Sosiologi, Kumpulan Makalah Ekonomi, Kumpulan Makalah Ilmu Pengetahuan

DASAR-DASAR SEJARAH KEMUCULAN PERSOALAN-PERSOALAN KALAM


A.     Nama Dan Pengertian Ilmu Kalam
Ilmu kalam biasa disebut dengan beberapa nama, antara lain:
1.      Ilmu usuladdin adalah membahas pokok. Pokok agama.
2.      Ilmu tauhid adalah membahas keesahaan Allah SWT
B.     Sumber-Sumber Ilmu Kalam
Sumber-sumber ilmu kalam adalah sebagai berikut:
1.      Al-Qur’an sebagai ilmu kalam, al-Qur’an banyak menyinggung hal yang berkaitan dengan masalah ketuhanan diantaranya adalah:
a.       Q.S Al-Ikhlas (112):
3-4 ayat ini menunjukkan bahwa tuhan tidak beranak dan tidak beranakkan, serta tidak ada sesuatupun di dunia ini yang tampak sekutu (sejajar) dengan-Nya.
b.      Q.S Asy-Syura (42):
7 ayat ini menunjukkan bahwa tuhan tidak menyerupai apapun di dunia ini. Ia maha mendengar dan maha mengetahui
c.       Q.S. Al-Furqan (25):
59 ayat ini menunjukkan bahwa tuhan yang maha penyayang bertahta di atas “Arsy”. Ia pencipta langit, bui, dan semua yang di antara keduanya.
d.      Q.S. Al-Fath (48):
10 ayat ini menunjukkan tuhan mempunyai  “Tasan” yang selalu berada di atas tangan orang-orang yang melakukan sesuatu selama mereka berpegang teguh dan janji Allah.
e.       Q.S. Thoha (20) :
39 ayat ini menunjukkan bahwa tuhan mempunyai “mata” yang selalu digunakan untuk mengawasi seluruh gerak, termasuk gerakan hati makhluk-Nya.
f.        Q.S. Ar-Rahman (55):
27 ayat ini menunjukkan bahwa tuhan “wajah yang tidak akan rusak selam-lamanya.
g.       Q.S An-Nisa’ (4):
125 ayat ini menunjukkan bahwa tuhan menurunkan aturan berupa agama.
h.       Q.S Luqman (31):
22 ayat ini menunjukkan bahwa orang yang telah menyerahkan dirinya kepada Allah disebut sebagai orang muhsin.
i.         Q.S Ali Imran (3) :
83 ayat ini menunjukkan bahwa tuhan adalah tempat kembali segala sesuatu, baik secara terpaksa maupun secara sadar.
j.        Q.S Ali Imran (3) :
84-84 ayat ini menunjukkan bahwa tuhanlah yang menurunkan petunjuk jalan kepada para nabi
k.      Q.S. Al-Anbiya (21):
92 ayat ini menunjukkan bahwa manusia dalam berbagai suku, ras, atau etnis, dan agama apapun adalah umat tuhan yang satu.
l.         Q.S. Al-Hajj (22) :
78 ayat ini menunjukkan bahwa seseorang yang ingin melakukan suatu kegiatan yang sungguh-sungguh dikatakan “jihad”.
2.      Hadist
Hadist nabi Saw pun banyak membicarakan masalah-masalah yang dibahas ilmu kalam.
3.      Pemikiran Manusia
Pemikiran manusia dalam hal ini, baik berupa pemikiran umat islam sendiri atau pemikiran yang berasal dari luar umat Islam.
4.      Insting
Secara Instingtif, manusia selalu ingin bertuhan oleh sebab itu, kepercayaan adanya tuhan telah berkembang sejak adanya manusia pertama.         
Dari sini dapat disimpulkan bahwa kepercayaan adanya tuhan. Secara instingtif, telah berkembang sejak keberadaan manusia pertama.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa secara historis, ilmu kalam bersumber pada Al-Qur’an, Hadist, Pemikiran manusia, Insting.
C.     Sejarah Kemunculan Persoalan-Persoalan Kalam
Menururut harun Nasution, kemunculan persoalan kalam dipicu oleh persoalan politik yang menyangkut peristiwa pembunuhan Usman Bi Afhan yang berbuntut pada penolakan muawiyah atas kekhalifalihan Ali Bin Abi Tholib.
Mereka berpendapat bahwa persoalan yang terjadi saat itu tidak dapat diteruskan melalui tahtim.
Harun lebih lanjut melihat bahwa persoalan kalam yang pertama kali muncul adalah persoalan siapa yang kafir dan siapa yang bukan kafir.
Persoalan ini telah menimbulkan tiga aliran tiologi dalam islam yaitu:
  1. Aliran Khawarij, menegaskan bahwa orang yang berdosa besar adalah kafir. Keluar dari islam
  2. Aliran murji’ah, menegaskan bahwa orang yang berbuat dosa besar masih tetap mukmin dan bukan kafir.
  3. Aliran mu’tazilah, yang tidak menerima kedua pendapat diatas.
Aliran-aliran khawarij, murji’ah dan mu’tazilah tak mempunyai wujud lagi, kecuali dalam sejarah. Adapun yang masih ada sampai sekarang adalah aliran asy’ariah dan maturidiyah keduanya disebut ahlussunnah wal yama’ah
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Kumpulan Makalah / Pendidikan Islam dengan judul DASAR-DASAR SEJARAH KEMUCULAN PERSOALAN-PERSOALAN KALAM. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://paper-makalah.blogspot.com/2011/01/dasar-dasar-sejarah-kemuculan-persoalan.html. Terima kasih!
Ditulis oleh: Udien bae -

Belum ada komentar untuk "DASAR-DASAR SEJARAH KEMUCULAN PERSOALAN-PERSOALAN KALAM"

Post a Comment

TULIS DISINI....