Facebook sudah begitu familiar bagi anak-anak jaman sekarang. Ditambah dengan kemudahannya untuk diakses melalui
ponsel, menjadikan sosial media ini bagian dari gaya hidup
modern.
Seiring dengan kemampuannya untuk bersosialisasi, tidak sedikit juga
pengaruh buruk yang menyertainya. Sebagai orang tua, bagaimana cara mengawasi aktivitas facebook anak Anda?
Kemajuan
teknologi banyak
membawa manfaat, tetapi pasti ada juga oknum yang menyalahgunakannya.
Sering terdengar berita bahwa anak diculik oleh temannya di facebook. Contohnya siswi SMPN di Sidoarjo, Marieta
Nova Triani(13) dan siswi SMA 22 Surabaya, Stefani Abelina Napitupulu (15). Hal tersebut pasti
membuat orang tua cemas.
Sebenarnya, keluarga adalah benteng terkuat untuk melindungi anak.
Orang tua perlu memahami dan memperhatikan anaknya dengan baik.
Terkadang memang perlu juga untuk memahami mereka dengan cara mereka juga. Dalam kaitannya dengan Facebook, ada baiknya jika orang tua juga memiliki akun Facebook. Buat relasi maya dengan anak Anda.
Seperti diketahui bahwa biasanya pengguna Facebook menuliskan
aktivitas, curhat, pandangan mengenai sesuatu dan lain-lainnya pada Wall
yang disediakan sosial media ini. Istilahnya adalah “update status”.
Orang tua akan dengan mudah mengetahui kondisi anaknya melalui status
yang diupdate oleh anak.
Lihat juga teman-teman dari anak Anda, bahkan mungkin orang tua juga bisa melihat
profile
dari temannya tersebut. Paling tidak orang tua bisa melihat foto
teman-teman anaknya. Jika Anda merasa tidak mengenal mereka, Anda
mungkin bisa bertanya secara wajar pada anak Anda tentang siapa mereka?
apakah kenal dari facebook? Sarankan mereka untuk tidak menerima pertemanan secara sembarangan.
Ada banyak anak yang suka mengupload foto mereka ke Facebook. Terkadang foto-foto tersebut malahan bisa
memancing
orang untuk berkenalan. Misalnya fotonya cantik atau terlihat seksi
(mohon maaf). Sarankan anak anda untuk mengupdate foto yang wajar.
Agar anak Anda belajar terbuka, letakkan fasilitas komputer untuk
mengakses
internet di tempat yang mudah dilihat. Dengan demikian akan lebih mudah
untuk mengawasi tanpa terlihat mengawasi. Karena anak juga perlu
privasi. Jadi lakukan pengawasan tanpa membuat mereka tertekan.
Semoga bermanfaat.