KUMPULAN MAKALAH, SKRIPSI, & TIPS DAN TRIK

Download Kumpulan Makalah Gratis, Kumpulan Skripsi Gratis, Kumpulan Proposal Skripsi Gratis, Kumpulan Paper Gratis, Kumpulan Kliping Gratis, Kumpulan Makalah Pendidikan, Kumpulan Makalah Teknik Informatika, Kumpulan Makalah Sosiologi, Kumpulan Makalah Ekonomi, Kumpulan Makalah Ilmu Pengetahuan

Download Kumpulan Makalah Gratis, Kumpulan Skripsi Gratis, Kumpulan Proposal Skripsi Gratis, Kumpulan Paper Gratis, Kumpulan Kliping Gratis, Kumpulan Makalah Pendidikan, Kumpulan Makalah Teknik Informatika, Kumpulan Makalah Sosiologi, Kumpulan Makalah Ekonomi, Kumpulan Makalah Ilmu Pengetahuan

Showing posts with label Gangguan Esofagus. Show all posts
Showing posts with label Gangguan Esofagus. Show all posts
Disfagia Karena Kelainan Tenggorokan

Disfagia Karena Kelainan Tenggorokan

Disfagia adalah kesulitan menelan.
Seseorang dapat mengalami kesulitan menggerakan makanan dari bagian atas tenggorokan ke dalam kerongkongan karena adanya kelainan di tenggorokan.

Masalah ini paling sering terjadi pada orang yang memiliki kelainan pada otot volunter (otot kerangka) atau persarafannya, yaitu penderita :
- dermatomiositis
- miastenia gravis
- distrofi otot
- polio
- kelumpuhan pseudobulbar
- kelainan otak dan sumsum tulang belakang seperti penyakit Parkinson dan sklerosis lateral amiotropik (penyakit Lou Gehrig)
- orang yang meminum fenotiazin (obat antipsikosa) juga bisa memiliki kesulitan menelan karena obatnya mempengaruhi otot tenggorokan.

Bila salah satu dari kelainan tersebut menyebabkan kesulitan menelan, penderita sering memuntahkan kembali makanannya melalui hidung atau menghirupnya ke dalam trakea (pipa udara) dan akan terbatuk.

Pada inkoordinasi krikofaringeal, katup kerongkongan sebelah atas (otot krikofaringeal) tetap menutup atau membuka dengan cara yang tidak terkoordinasi.
Katup yang berfungsi abnormal ini memungkinkan makanan berulang-ulang masuk ke trakea dan paru-paru, yang menyebabkan penyakit paru-paru menahun.
Ahli bedah dapat mengoreksi keadaan ini dengan memotong katup sehingga selalu dalam keadaan relaksasi.
Bila tidak diobati, keadaan ini bisa menyebabkan terbentuknya divertikulum, suatu kantung yang terbentuk jika lapisan kerongkongan terdorong keluar dan ke belakang melakui otot krikofaringeal.(medicastore)

Bau Mulut (Halitosis)

Bau Mulut (Halitosis) adalah bau tidak sedap yang tercium ketika penderita menghembuskan nafasnya.

Halitosis psikogenik merupakan suatu keyakinan bahwa nafas seseorang bau, padahal sebenarnya tidak.
Masalah ini bisa terjadi pada orang yang cenderung untuk melebih-lebihkan sensasi tubuh yang normal.

Kadang-kadang halitosis psikogenik disebabkan oleh kelainan jiwa yang serius, seperti skizofrenia. Seseorang dengan pikiran yang obsesif bisa memiliki perasaan kotor yang berlebihan. Seseorang yang paranoid bisa memiliki khayalan bahwa organnya rusak. Keduanya bisa beranggapan/berkeyakinan bahwa nafas mereka bau.

PENYEBAB

Biasanya bau mulut disebabkan oleh makanan atau zat tertentu yang telah ditelan atau dihirup, atau oleh fermentasi bagian-bagian makanan dalam mulut.

Bau mulut juga bisa merupakan gejala penyakit tertentu yang mempengaruhi seluruh tubuh, seperti penyakit hati, kencing manis (diabetes) yang tidak terkontrol, atau penyakit pada paru-paru atau mulut.

Bau mulut biasanya tidak disebabkan oleh masalah dalam usus.
Kecuali selama menelan, katup kerongkongan pada mulut lambung tertutup, sehingga bau dari lambung atau sistem pencernaan yang lebih bawah, tidak akan mencapai mulut.
Tetapi ada tumor pada kerongkongan atau lambung yang menyebabkan cairan atau gas berbau busuk, mengalami regurgitasi ke dalam mulut.

GEJALA


Tercium bau yang tidak sedap ketika penderita menghembuskan nafasnya.

DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejalanya,

PENGOBATAN

Penyebab fisik dapat dikoreksi atau disingkirkan.
Sebagai contoh, orang bisa berhenti makan bawang putih atau memperbaiki kebersihan mulutnya.

Banyak pewangi mulut dan semprotan mulut yang bisa dipakai, yang terbaik adalah yang mengandung klorofil. Atau bisa juga dengan menggunakaan arang yang diaktifkan yang akan menyerap bau.

Dokter bisa membantu meyakinkan penderita halitosis psikogenik, bahwa nafas mereka tidak bau. Bila masalahnya berlanjut, mungkin diperlukan bantuan dari seorang prikoterapis.
Cincin Kerongkongan Bagian Bawah

Cincin Kerongkongan Bagian Bawah

Cincin Kerongkongan Bagian Bawah (Cincin Schatzki) merupakan suatu penyempitan pada bagian bawah kerongkongan, yang kemungkinan merupakan kelainan bawaan.

PENYEBAB

Kemungkinan merupakan suatu kelainan bawaan.

GEJALA

Ukuran normal dari diameter kerongkongan bagian bawah adalah 3,75-5 cm. Bila menyempit sampai sekitar 1,5 cm atau kurang, maka seseorang bisa mengalami kesulitan dalam menelan makanan padat.
Gejala ini bisa dimulai pada umur berapapun, biasanya sebelum usia 25 tahun.
Cincin dengan diameter lebih dari 2 cm, biasanya tidak menimbulkan gejala.

Pada kelainan ini, kesulitan menelan terjadi hilang-timbul.

DIAGNOSA

Untuk menemukan kelainan ini, sering dilakukan rontgen barium.

PENGOBATAN

Tetap mengunyah makanan melalui kelainan ini, biasanya akan mengurangi gejalanya.
Bila hal ini tidak berhasil, cincin yang menyempit bisa dibuka melalui pembedahan.

Pilihan lainnya adalah menggunakan dilator atau bisa melewatkan endoskopi melalui mulut dan tenggorokan untuk melebarkan kerongkongan yang menyempit.(medicastore)
Selaput Kerongkongan

Selaput Kerongkongan

Selaput Kerongkongan (Sindroma Plummer-Vinson, Disfagia Sideropenik) adalah selaput tipis dari lapisan permukaan (mukosa) kerongkongan, yang tumbuh melintang di dalam kerongkongan.

PENYEBAB

Meskipun jarang, selaput ini sering ditemukan pada penderita anemia karena kekurangan zat besi berat yang tidak diobati.

GEJALA

Selaput pada kerongkongan bagian atas, biasanya menyebabkan kesulitan dalam menelan makanan padat.

DIAGNOSA

Film sinar rontgen (sineradiograf) yang dikerjakan ketika pasien menelan barium (barium meal), merupakan teknik diagnostik terbaik untuk menemukan kelainan ini.

PENGOBATAN

Jika anemia berhasil diobati, maka selaput kerongkongan akan menghilang.

Bila selaput tetap ada, bisa dirobek dengan menggunakan dilator atau endoskopi.(medicastore)
Disfagi Lusoria : Penyebab Sulit Menelan

Disfagi Lusoria : Penyebab Sulit Menelan

Disfagia Lusoria adalah kesulitan menelan yang disebabkan oleh penekanan kerongkongan oleh pembuluh darah.

PENYEBAB

Disfagia Lusoria merupakan cacat bawaan yang paling sering melibatkan kelainan arteri subklavia yang secara abnormal terletak di sebelah kanan.

GEJALA

Kesulitan menelan bisa terjadi pada masa kanak-kanak atau bisa timbul di kemudian hari sebagai akibat dari terbentuknya aterosklerosis, pada pembuluh yang abnormal.

DIAGNOSA

Rontgen barium dapat memperlihatkan kerongkongan yang terjepit.

Arteriografi dilakukan untuk memperkuat dugaan bahwa penekanan disebabkan oleh arteri.

PENGOBATAN

Jarang diperlukan tindakan pembedahan. (medicastore)
Penyebab Lain Dari Penyumbatan Kerongkongan

Penyebab Lain Dari Penyumbatan Kerongkongan

Berbagai keadaan, baik di dalam kerongkongan maupun organ lainnya, bisa menyebabkan penyumbatan pada kerongkongan.

PENYEBAB

Pada beberapa orang, penyempitan (striktur) kerongkongan merupakan kelainan bawaan.
Pada yang lainnya, penyempitan diakibatkan oleh kerusakan yang disebabkan karena pengaliran balik asam dari lambung (refluks asam lambung) yang berulang-ulang.


Penyempitan juga mungkin disebabkan oleh penekanan dari luar kerongkongan, seperti :

- penekanan dari pembesaran atrium kiri jantung
- aneurisma aorta
- arteri subklavia yang abnormal
- kelainan kelenjar tiroid
- pertumbuhan yang keluar dari tulang belakang atau
- kanker (paling sering kanker paru-paru).

Penyebab yang paling serius adalah kanker kerongkongan.

GEJALA

Karena semua kelainan ini menyebabkan diameter kerongkongan menjadi sempit, maka biasanya terjadi kesulitan dalam menelan makanan padat, terutama daging dan roti.

Bila penyempitan disebabkan oleh aliran balik asam,akan terjadi kesulitan menelan disertai oleh gejala menahun seperti rasa terbakar di dada yang hebat dan nyeri tajam yang berkala di belakang tulang dada pada malam hari atau ketika membungkuk.
Kesulitan menelan makin memburuk selama bertahun-tahun.

Pada kanker kerongkongan, kesulitan menelan bertambah buruk dalam beberapa minggu atau bulan.

DIAGNOSA

Foto rontgen biasanya digunakan untuk menentukan penyebab dan lokasi penyumbatan.

PENGOBATAN

Pengobatan dan ramalan penyakit (prognosa) tergantung kepada penyebabnya. (medicastore)

Kejang Kerongkongan Yang Tersebar

Kejang Kerongkongan Yang Tersebar

Kejang Kerongkongan Yang Tersebar (Spasme Esofageal Difusa, Rosary Bead, Corckscrew Esophagus) adalah kelainan gerakan mendorong (gerakan peristaltik) pada kerongkongan, yang disebabkan oleh kegagalan pemakaian (malfungsi) saraf-sarafnya.

PENYEBAB

Gerakan mendorong normal yang menggerakkan makanan melewati kerongkongan, bergantian secara berkala dengan kontraksi tanpa dorongan.
Pada 30% penderita, katup kerongkongan bawah membuka dan menutup secara abnormal.

GEJALA

Kejang otot di sepanjang kerongkongan dirasakan sebagai nyeri dada di bawah tulang dada, yang disertai dengan kesulitan menelan cairan maupun makanan padat.
Nyeri juga timbul pada malam hari dan bisa terasa sangat hebat sehingga membangunkan penderita dari tidurnya.

Carian yang sangat panas atau dingin dapat memperburuk rasa nyeri.

Setelah beberapa tahun, kelainan ini bisa berkembang menjadi akalasia.

Kejang kerongkongan yang tersebar juga dapat menyebabkan nyeri yang hebat tanpa disertai kesulitan menelan.
Nyeri ini, sering digambarkan sebagai nyeri yang memeras di bawah tulang dada, dapat terjadi sewaktu berolah raga atau beraktivitas, sehingga sulit untuk membedakannya dengan angina (nyeri dada yang disebabkan penyakit jantung).

DIAGNOSA

Pemeriksaan rontgen yang diambil ketika penderita menelan barium, dapat memperlihatkan bahwa makanan tidak bergerak secara normal di sepanjang kerongkongan dan kontraksi dinding kerongkongan tidak teratur.

Pemeriksaan skintigrafi kerongkongan (pemeriksaan untuk menunjukkan pergerakan makanan yang sudah diberi label zat radioaktif), digunakan untuk mendeteksi gerakan abnormal dari makanan yang melewati kerongkongan.

Pengukuran tekanan (manometri) merupakan pemeriksaan yang paling sensitif dan paling terperinci untuk kejang kerongkongan.
Jika pemeriksaan ini tidak meyakinkan, manometri bisa digunakan setelah penderita makan atau menelan edrofonium untuk merangsang kejang yang disertai nyeri.

PENGOBATAN

Nitrogliserin (nitrat yang masa kerjanya lama), anti cholinergik (misalnya disiklomin) atau penghambat saluran kalsium (contohnya nifedipin), dapat meringankan gejala-gejalanya.
Kadang-kadang diperlukan obat pereda nyeri (analgetik) yang kuat.

Menggelembungkan sebuah balon di dalam kerongkongan atau memasukan alat pelebar yang terbuat dari logam (untuk melebarkan kerongkongan) bisa membantu meringankan gejala.

Jika pengobatan-pengobatan tersebut tidak efektif, mungkin lapisan otot sepanjang kerongkongan harus dipotong melalui pembedahan.(medicastore)
Akalasia : Sulit menelan???

Akalasia : Sulit menelan???

Akalasia (Kardiospasme, Esophageal aperistaltis, Megaesofagus) adalah suatu kelainan yang berhubungan dengan saraf, yang tidak diketahui penyebabnya.

Kelainan ini bisa mengenai dua proses, yaitu kontraksi dari gelombang yang berirama, yang mendorong makanan ke bawah (gerakan peristaltik) dan pembukaan katup kerongkongan bagian bawah.

Akalasia bisa terjadi pada umur berapapun, tetapi biasanya dimulai pada usia antara 20-40 tahun dan kemudian berkembang secara bertahap selama beberapa bulan atau beberapa tahun.


PENYEBAB


Akalasia mungkin disebabkan oleh kegagalan fungsi (malfungsi) dari saraf-saraf yang mengelilingi kerongkongan dan mempersarafi otot-ototnya.

GEJALA

Gejala utamanya adalah kesulitan dalam menelan makanan, baik makanan cair maupun padat.
Penyempitan katup kerongkongan bawah menyebabkan kerongkongan diatasnya melebar.

Gejala lainnya bisa berupa nyeri dada, pemuntahan kembali (regurgitasi) isi kerongkongan yang melebar dan batuk pada malam hari.
Nyeri dada dapat terjadi pada saat menelan atau tanpa alasan tertentu.

Sekitar 1/3 penderita memuntahkan kembali makanan yang belum dicerna ketika tidur.
Pada saat ini makanan bisa terhirup ke dalam paru-paru, dan dapat menyebabkan abses paru, bronkiektasis (pelebaran dan infeksi saluran nafas) atau pneumonia aspirasi.

Akalasia juga merupakan faktor resiko untuk terjadinya kanker kerongkongan, walaupun mungkin hanya kurang dari 5% dari kasus.

DIAGNOSA

Pemeriksaan rontgen kerongkongan yang diambil ketika penderita menelan barium akan menunjukan hilangnya gerakan peristaltik.

Kerongkongan melebar, seringkali terdapat dalam ukuran yang tidak normal, tetapi bagian bawahnya menyermpit.

Pengukuran tekanan di dalam kerongkongan (manometri), menunjukan berkurangnya kontraksi, meningkatnya tekanan menutup dari katup bagian bawah dan pembukaan katup yang tidak lengkap pada saat penderita menelan.

Esofagoskopi menunjukkan pelebaran kerongkongan tanpa penyumbatan.
Dengan menggunakan esofagoskopi bisa diambil contoh jaringan untuk biopsi, untuk meyakinkan bahwa gejalanya tidak disebabkan oleh kanker pada ujung bawah kerongkongan.

Penyebab akalasia sering tidak berbahaya dan tidak menyebabkan sakit berat.
Bila isi lambung terhirup ke dalam paru-paru, maka ramalan penyakitnya (prognosis) buruk, karena menyebabkan komplikasi paru-paru yang sulit diobati.

PENGOBATAN

Tujuan pengobatan adalah untuk mempermudah pembukaan katup kerongkongan bagian bawah.
Pendekatan pertama adalah melebarkan katup secara mekanik, contohnya dengan menggelembungkan sebuah balon di dalam kerongkongan. 40% hasil dari prosedur ini memuaskan, tetapi mungkin perlu dilakukan secara berulang.

Dengan pemberian nitrat (contohnya nitroglycerin) yang ditempatkan di bawah lidah sebelum makan atau penghambat saluran kalsium (contohnya nifedipine), maka tindakan untuk melebarkan kerongkongan dapat ditangguhkan.

Pada kurang dari 1% kasus, kerongkongan dapat pecah selama prosedur pelebaran, menyebabkan peradangan pada jaringan di sekitarnya (mediastinitis).
Perlu dilakukan tindakan pembedahan segera untuk menutup dinding kerongkongan yang pecah.

Pilihan pengobatan lainnya adalah dengan menyuntikkan racun botulinum pada katup kerongkongan bagian bawah.

Pengobatan ini sama efektifnya dengan dilatasi (pelebaran) mekanik tetapi efek jangka panjangnya belum diketahui.

Jika pelebaran atau terapi racun botulinum tidak berhasil, biasanya perlu dilakukan pembedahan untuk memotong serat otot pada katup kerongkongan bagian bawah. 85% kasus bisa diatasi dengan pembedahan, tetapi 15% diantaranya mengalami refluks asam setelah pembedahan.(medicastore)
Refluks Asam (Refluks Gastroesofageal)

Refluks Asam (Refluks Gastroesofageal)

Refluks Asam (Refluks Gastroesofageal) adalah pengaliran kembali isi lambung ke dalam kerongkongan.

Lapisan lambung melindungi lambung dari asam lambung. Karena kerongkongan kekurangan lapisan pelindung semacam ini, maka asam lambung yang mengalir kembali ke dalam kerongkongan, menyebabkan
- nyeri
- peradangan (esofagitis)
- kerusakan kerongkongan.
Tingkat peradangan tergantung dari keasaman isi lambung, volume asam lambung dalam kerongkongan dan kemampuan untuk mengeluarkan cairan yang mengalami regurgitasi dari kerongkongan.


PENYEBAB


Asam mengalami refluks bila katup kerongkongan tidak berfungsi dengan baik.
Dalam posisi berbaring, yang berperan dalam terjadinya refluks ini adalah gaya gravitasi.

GEJALA

Gejala yang paling nyata dari refluks asam ini adalah perasaan terbakar di belakang tulang dada.
Nyeri ini dirasakani di dalam dada dan bisa menjalar ke leher, tenggorokan bahkan ke wajah.

Nyeri disebabkan oleh pengaliran kembali (refluks) asam dari lambung ke kerongkongan.
Nyeri biasanya timbul setelah makan atau ketika berbaring.

Rasa terbakar dapat disertai dengan keluarnya isi lambung ke dalam mulut atau produksi air liur yang berlebihan.
Jumlah air liur yang banyak, yang terjadi jika asam lambung mengiritasi kerongkongan bagian bawah yang meradang disebut water brash.

Komplikasi dari refluk asam ini adalah :
- penyempitan kerongkongan (striktur esofageal peptikum)
- tukak kerongkongan
- perubahan pre-kanker pada lapisan kerongkongan (sindroma Barret).

Peradangan esofagus (kerongkongan) menyebabkan nyeri selama menelan dan perdarahan yang biasanya ringan, tetapi bisa juga berat.

Penyempitan menyebabkan kesulitan menelan makanan padat bertambah buruk.

Tukak esofageal peptik adalah luka terbuka yang terasa nyeri pada lapisan kerongkongan.
Nyeri ini biasanya dirasakan di belakang tulang dada atau tepat di bawahnya dan dapat dihilangkan dengan antasida.
Penyembuhan dengan menggunakan obat yang mengurangi asam lambung memakan waktu 4-12 minggu. Penyembuhan tukak biasanya lambat, cenderung kambuh dan biasanya setelah sembuh menyebabkan penyempitan kerongkongan.

DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya.

Pemeriksaan rontgen dan esofagoskopi, pengukuran tekanan dari katup kerongkongan bawah (manometri), pemeriksaan keasaman (pH) kerongkongan dan tes Bernstein (pemeriksaan asam kerongkongan), kadang-kadang perlu dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis dan mencari komplikasinya.

Biopsi atau tes Bernstein merupakan pemeriksaan diagnostik terbaik untuk membuktikan bahwa gejala disebabkan oleh refluks asam.
Biopsi juga merupakan satu-satunya pemeriksaan yang dapat dipercaya untuk mendeteksi sindroma Barret.

Pada tes Bernstein, larutan asam ditempatkan di kerongkongan bawah.
Tes tersebut menunjukan suatu refluks asam bila gejalanya cepat timbul dan kemudian menghilang ketika diberikan larutan garam di kerongkongan bawah.

Esofagoskopi bisa menunjukkan sejumlah penyebab yang mungkin dan komplikasinya.

Pemeriksaan mikroskopik dari sampel biopsi yang diambil dari kerongkongan, bisa secara akurat mengidentifikasi refluks asam, bahkan jika peradangan tidak tampak pada pemeriksaan esofagoskopi.

Pemeriksaan rontgen dilakukan setelah penderita minum larutan barium dan berbaring dengan posisi kepala lebih rendah dari kaki dapat menunjukan refluks barium dari lambung ke kerongkongan. Dokter dapat menekan perut untuk meningkatkan refluk.
Pemeriksaan rontgen setelah menelan barium juga dapat menunjukkan tukak kerongkongan atau penyempitan kerongkongan.

Pengukuran tekanan pada katup kerongkongan bawah menunjukan kekuatannya dan dapat membedakan katup yang normal dari katup yang berfungsi buruk.

PENGOBATAN

Beberapa cara dapat dilakukan untuk menghilangkan refluks asam :

1. Meninggikan kepala pada saat tidur kurang lebih 15 cm, dapat menjauhkan aliran asam dari kerongkongan ketika penderita tidur
2. Menghindari kopi, alkohol dan bahan lain yang merangsang lambung dengan kuat untuk memproduksi asam
3. Mengkonsumsi antasid satu jam setelah makan dan sebelum tidur untuk menetralisasi asam lambung dan mengurangi kebocoran dari katup kerongkongan bawah
4. Memakan obat seperti cimetidine dan ranitidine dapat mengurangi keasaman lambung
5. Menghindari makanan tertentu (seperti lemak dan coklat), merokok dan obat-obatan tertentu (contohnya antikolinergik), karena hal-hal tersebut meningkatkan kecenderungan untuk terjadinya kebocoran pada katup kerongkongan bawah
6. Bisa diberikan obat-obat kolinergik (misalnya betanekol, metoklopramide), untuk memperkuat penutupan katup kerongkongan bawah.


Pada perdarahan kerongkongan yang berat, diperlukan pembedahan darurat.

Penyempitan kerongkongan dapat diobati dengan terapi obat dan terapi pelebaran berulang, dengan menggunakan balon maupun logam.

Omeprazole atau lansoprazole atau pembedahan dapat mengurangi peradangan berat, perdarahan, penyempitan, tukak atau gejala yang tidak menunjukkan perbaikan dengan pengobatan apapun.
Omeprazole dan lansoprazole adalah obat yang paling efektif untuk menyembuhkan peradangan kerongkongan yang disebabkan refluks dengan cepat.
Sindroma Barret, suatu keadaan pre-kanker, dapat menghilang ataupun menetap, setelah suatu pengobatan yang menghilangkan gejala-gejalanya.(medicastore)
Kantong Kerongkongan : Jadi Sulit Menelan

Kantong Kerongkongan : Jadi Sulit Menelan

Kantong Kerongkongan (Divertikula) merupakan penonjolan kerongkongan abnormal, yang kadang menyebabkan kesulitan menelan.

Ada tiga jenis kantung esofagus :

1. Kantong Faringeal atau divertikulum Zenker
2. Kantong Midesofageal atau divertikulum traksi
3. Kantong Epifrenik.

PENYEBAB

Setiap jenis kantong kerongkongan memiliki penyebab yang berbeda, tapi kemungkinan semuanya berhubungan dengan penelanan dan relaksasi otot yang tidak terkoordinasi, seperti yang terjadi pada kelainan akalasia dan kejang kerongkongan yang tersebar.

GEJALA

Kantong yang besar dapat terisi dengan makanan yang kemudian bisa dimuntahkan pada saat penderita berbaring atau membungkuk. Hal ini dapat menyebabkan makanan terhirup ke dalam paru-paru ketika tidur dan terjadilah pneumonia aspirasi.

Kadang kantung kerongkongan ini bisa membesar dan menyebabkan kesulitan menelan.

DIAGNOSA

Untuk menegakkan diagnosis kantong kerongkongan, biasanya dilakukan pemeriksaan sineradiograf yang dilakukan selama penderita menelan barium.

PENGOBATAN

Biasanya tidak diperlukan pengobatan.
Jika terdapat gangguan dalam proses menelan atau terjadi aspirasi ke dalam paru-paru, bisa dilakukan pembedahan untuk mengangkat kantong kerongkongan.(medicastore)

Hernia Hiatal

Hernia Hiatal adalah penonjolan dari suatu bagian lambung melalui diafragma, dari posisinya yang normal di dalam perut.

Diafragma adalah lembaran otot yang digunakan untuk bernafas, yang merupakan pembatas antara dada dan perut.

Pada sliding hiatal hernia, perbatasan antara kerongkongan dan lambung, juga sebagian dari lambung, yang secara normal berada di bawah diafragma, menonjol ke atas diagragma.

Pada hernia hiatal paraesofageal, perbatasan antara kerongkongan dan lambung berada dalam tempat yang normal yaitu di bawah diafragma, tetapi bagian dari lambung ada yang terdorong ke atas diafragma dan terletak di samping kerongkongan.

Hernia hiatal sering terjadi, terutama pada usia diatas 50 tahun.
Akibat dari kelainan ini bisa terjadi regurgitasi asam lambung.


PENYEBAB


Penyebab hernia hiatal biasanya tidak diketahui, tetapi bisa terjadi karena adanya kelamahan pada jaringan penyokong.

Faktor resiko terjadinya hernia hiatal pada dewasa adalah:
- pertambahan usia
- kegemukan
- merokok.

Pada anak-anak, hernia hiatal biasanya merupakan suatu cacat bawaan.
Hernia hiatal pada bayi biasanya disertai dengan refluks gastroesofageal.

GEJALA

Penderita sliding hernia hiatal mencapai lebih dari 40% orang, tetapi kebanyakan tanpa gejala. Gejala yang terjadi biasanya ringan.

Hernia hiatal paraesofageal umumnya tidak menyebabkan gejala. Tetapi bagian yang menonjol ini bisa terperangkap atau terjepit di diafragma dan mengalami kekurangan darah.
Bila keadaannya serius dan timbul nyeri, disebut penjeratan (strangulasi), yang membutuhkan pembedahan darurat.

Kadang terjadi perdarahan mikroskopis atau perdarahan berat dari lapisan hernia, yang bisa terjadi pada kedua jenis hernia hiatal tersebut.

DIAGNOSA

Biasanya, pemeriksaan rontgen bisa menunjukkan adanya hernia hiatal, meskipun harus disertai dengan penekanan yang kuat pada perut.

PENGOBATAN

Hernia hiatal biasanya tidak membutuhkan pengobatan spesifik, tapi bila disertai dengan refluks asam, harus diobati.

Hernia para esofageal bisa disembuhkan dengan pembedahan untuk mencegah terjadinya strangulasi. (medicastore)